Yang Tidak Peduli Dengan Urusan Muslim, Maka Ia Bukan Bagian Darinya, Hadits Lemah Namun

Pada dasarnya rasa peduli dengan sesama muslim adalah bagian yang seharusnya ada pada diri setiap muslim, karena seorang muslim dengan muslim lainnya – di mana pun mereka berada, dan dari suku bangsa mana pun, – mereka tetap bersaudara, Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – telah bersabda:

المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله

“Muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak menzhaliminya, dan tidak mengacuhkannya”. (HR; Muslim )

Imam Annawawi – rahimahullah – berkata;

  وأما لا يخذله فقال العلماء الخذل ترك الاعانة والنصر ومعناه اذا استعان به في دفع ظالم ونحوه لزمه إعانته اذا أمكنه ولم يكن له عذر شرعي

“Dan ada pun maksud dari “Laa Yakhdzuluh“, maka para ulama mengatakan; ‘Al-Kudzlu artinya tidak memberikan bantuan dan pertolongan, dan maksdunya (di sini adalah); apabila seorang muslim meminta tolong kepadanya dalam menolak orang zhalim dan yang semisalnya maka ia harus (lazim) menolongnya apabila ia memungkinkan dan ia tidak ada halangan yang syar’i untuk melakukannya.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj 16/120 )

Dalam riwayat lainnya yang dikeluarkan Bukhari- Muslim, disebutkan;

المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يسلمه

“Muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak akan menzhaliminya dan tidak akan membiarkannya” (Muttafaq ‘Alaihi/ al-Lu’lu’u Walmarjan no. 1667 (1/571) Darulhadits)

Al-Hafizh Ibnu Hajar –rahimahullah – berkata;

وقوله ولا يسلمه أي لا يتركه مع من يؤذيه ولا فيما يؤذيه بل ينصره ويدفع عنه

“Dan sabda-Nya ; “Walaa Yuslimuh“, yakni maksudnya adalah tidak membiarkannya bersama dengan pihak yang menyakitinya, dan tidak pada urusan yang akan menyakitinya, akan tetapi hendaklah ia menolongnya, dan membelanya.” (Fathulbari 5/97)

Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam–  juga bersabda;

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

“Tidak beriman seorang dari kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya (seiman) apa-apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘Alai / al-Lu’lu’u Walmarjan no. 28. 1/hal 18. Darulhadits)

Kiranya paparan sederhana ini sudah cukup sebagai dasar yang kuat dan syar’i untuk menyadarkan siapa saja yang tidak peduli dengan keadaan pilu yang menimpa kaum muslimin diberbagai belahan penjuru bumi ini.

Adapun hadits yang berbunyi;

من لا يهتم بأمر المسلمين فليس منهم

“Siapa saja yang tidak berkepentingan dengan urusan kaum muslimin maka ia bukan bagian dari mereka”

Adalah hadits yang lemah alias Dha’if seperti yang telah dijelaskan Al-Albani dalam Silsilah adl-Dla’ifah (1/483), namun walau pun demikian maknanya tidak sama sekali bertentangan dengan anjuran agar kita menolong dan membantu kaum muslimin, bahkan maknanya sejalan dengan hadits-hadits di atas.

Ibnu Baz – rahimahullah– berkata;

هذا الحديث رواه الطبراني وجماعة وفيه ضعف، لكن معناه صحيح، وأن الواجب على المسلمين أن يهتم بعضهم ببعض

Hadits ini telah dikeluarkan al-Thabrani dan Jama’ah, dan terdapat kelemahan di dalamnya, akan tetapi maknanya benar, dan sesungguhnya adalah kewajiban atas kaum muslimin agar mereka saling memperhatikan satu dengan yang lainnya.”[1]

Musa Abu ‘Affaf.

[1] Fatwa Syaikh Ibnu Baz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.