Wisata Keluarga: Kebun Binatang Gembira Loka di Jogjakarta

Kebun binatang menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi keluarga Indonesia. Harga tiket masuk yang murah dan suasan yang asri karena banyak ditumbuhi pepohonan menjadi beberapa alasannya. Selain itu, berwisata ke kebun binatang juga bisa dijadikan ajang ntuk memepererat ikatan batin antara anggota keluarga. Karena di kebun binatang, pengunjung diajak untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih menyenangkan.

Salah satu kebun binatang yang cukup menarik dan terawat di Indonesia ini, adalah Kebun Binatang Gembira Loka. Terletak di tengah kota Jogjakarta (penulisan Yogyakarta, lebih tepat untuk informasi formal), kebun binatang ini sudah hadir sejak era Sultan Hamengkubuwono XI, dan menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga lokal maupun turis yang berkunjung ke kota pelajar ini.

Pada akhir tahun 2018, saya berkesempatan mengunjungi kebun binatang yang memiliki luas lahan 20 hektar ini. Kesan yang didapat pun cukup baik sehingga rasanya perlu menuliskan dan berbagi dengan pembaca semua. Agar mungkin saja bisa menjadi inspirasi mengajak liburan sekeluarga ke kebun binatang ini.

Sejarah Gembira Loka

Sebelum bercerita tentang pengalaman saya di Gembira Loka, tak ada salahnya untuk tahu sejarah dari tempat ini, seperti diambil dari situs resmi mereka http://gembiralokazoo.com/page/sejarah.html

Ide awal pembangunan Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka berasal dari keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1933 akan sebuah tempat hiburan, yang di kemudian hari dinamakan Kebun Rojo. Ide tersebut direalisasikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan bantuan Ir. Karsten, seorang arsitekberkebangsaan Belanda. Ir. Karsten kemudian memilih lokasi disebelah barat sungai Winongo, karena dianggap sebagai tempat paling ideal untuk pembangunan Kebun Rojo tersebut. Namun akibat dampak Perang Dunia II dan juga pendudukan oleh Jepang, pembangunan Kebun Rojo terhenti.

Pada saat proses pemindahan ibukota negara dari Jogjakarta kembali ke Jakarta di tahun 1949 setelah selesainya Perang Dunia II, tercetus lagi sebuah ide untuk memberikan kenang-kenangan kepada masyarakat Yogyakarta berupa sebuah tempat hiburan dari pemerintah pusat yang dipelopori oleh Januismadi dan Hadi, SH.

Ide tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Jogjakarta, akan tetapi realisasinya masih belum dirasakan oleh masyarakat.Hingga di tahun 1953, dengan berdirinya Yayasan Gembira Loka Yogyakarta (sesuai akta notaris RM. Wiranto No. 11 tanggal 10 September 1953)yang diketuai oleh Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII, maka pembangunan Kebun Rojo yang tertunda baru benar-benar dapat direalisasikan.

Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya 1959, KGPAA Paku Alam VIII menunjuk Tirtowinoto untuk melanjutkan pembangunan Gembira Loka. Dipilihnya Tirtowinoto karena yang bersangkutan dinilai memiliki kecintaan terhadap alam dan minat yang besar terhadap perkembangan Gembira Loka. Ternyata sumbangsih Tirtowinoto yang tidak sedikit, baik dalam hal pemikiran maupun material, terbukti mampu membawa kemajuan yang pesat bagi Gembira Loka. Puncaknya di tahun 1978, ketika koleksi satwa yang dimiliki semakin lengkap, sehingga pengunjung Gembira Loka semakin meningkat.

Mudah Diakses

Kebun Binatang Gembira Loka terletak di antara dua jalan utama, yakni Jl. Kebun Raya dan Jl. Veteran. Akses kedua jalan tersebut cukup mudah dicapai dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Terdapat dua parkiran dan akses pintu berbeda, Pintu Barat dapat dicapai lewat Jl. Veteran dan Pintu Timur melalui Jl. Kebun Raya. Perhatikan waktu berkunjung Anda, karena Pintu Barat hanya dibuka pada saat weekend atau musim liburan saja.

Aku siap menyambutmu.

Saya datang pada hari Senin, awal Desember dan sudah dianggap hari libur nasional anak sekolah), ketika suasana cenderung lebih sepi sehingga akses masuk ditempuh lewat Pintu Timur atau Pintu Utama Gembira Loka. Siapkan uang Rp 30.000 pada hari Senin-Jumat dan Rp 35.000 per orang untuk waktu libur nasional (atau dianggap waktu sudah masuk waktu libur anak sekolah). Untuk anak di bawah 3 tahun tidak dikenai tarif alias gratis. Selain mendapat tiket masuk, pengunjung juga akan diberi legenda yang sangat informatif tentang isi dari kebun binatang.

Bagi orang Jakarta dan sekitarnya,atau mereka yang pernah berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan, harga tiket masuk ke Gembira Loka bisa terasa mahal. Hampir berbeda 500% di antara dua kebun binatang tersebut. Namun apabila telah masuk, dan menyaksikan betapa bersih, teratur, serta cara kerja staff-nya yang terlihat profesional, maka rasanya harga tersebut sepadan dibayarkan.

BIsa Berjalan atau Naik Kendaraan

Oke, setelah membeli tiket, Anda bisa langsung masuk dengan mudah. Bila mengikuti petunjuk pada legenda, maka arah jalan yang direkomendasikan sesuai arah jarum jam. Namun saya justru menempuh arah sebaliknya. Karena bila ikut petunjuk maka hewan favorit seperti gajah, harimau sumatera, beruang madu, sampai buaya akan terlihat sejak awal pertama berjalan dan hewan yang kurang favorit ada di bagian akhir. Jadi, paham kan kenapa saya menempuh arah berlawanan? Agar lebih klimaks. Hehe.

Gembira Loka Teduh
Di Bekasi namanya odong-odong. Pilihan untuk yang malas berjalan.

Kebun Binatang Gembira Loka memiliki sungai alami dan danau yang terletak di tengahnya. Sebelum masuk bagian kandang binatang, ada area museum dan permainan anak yang dipisahkan sungai. Sementara di bagian samping danau akan dijumpai bermacam kandang hewan yang bisa disaksikan secara urut dengan berjalan atau naik odong-odong di dalam area kebun binatang.

Odong-odong disiapkan pihak kebun binatang bagi yang malas berjalan tentunya. Dengan biaya Rp 8.000, bisa turut naik dari satu stasiun ke stasiun selanjutnya. Atau Rp 25.000, agar pengunjung bisa naik berulang kali dan turun di stasiun manapun. Ada 4 stasiun odong-odong yang bisa dipilih sebagai tempat membeli tiket, serta naik-turunnya pengunjung.

Pihak kebun binatang juga menyediakan sewa sepeda untuk dipakai pengujung. Meskipun demikian, saya tetap menyarankan agar keliling kebun binatang ditempuh dengan berjalan kaki saja. Dengan berjalan kaki, badan kita jadi lebih bugar, serta lebih lama menikmati suasana asri Gembira Loka.

Ramah untuk tua dan muda.

Memutari kebun binatang ini bisa dilakukan dalam jangka waktu sekitar satu jam saja dengan berjalan kaki. Apalagi bila tidak kebanyakan mampir di satu kandang ke kandang lain. Ditambah koleksi binatang yang tidak terlalu banyak. Maka bila sudah demikian, Anda bisa menambah keseruan dengan naik kapal mengelilingi danau atau beristirahat sambil menikmati kuliner khas bonbin.

Bersahabat dengan Kaum Muslimin

Seperti sadar bahwa kebanyakan pengunjung sangat mungkin beragama Islam, membuat pengurus Gembira Loka menyediakan kemudahan. Berwisata ke sini asyik untuk kaum muslimin yang hendak salat tepat waktu. Terdapat tiga tempat salat yang disediakan, dua musola dan satu masjid di tengah kebun binatang. Pada saat saya berkunjug, masjidnya terasa lenggang karena di hari kerja biasa. Bisa saja menjadi lebih pada dan ramai pada hari libur. Disebabkan ukuran masjidnya yang tidak seberapa besar.

Masjid untuk salat dan istirahat.

Toilet juga terlihat terawat dengan bebauan ruangan yang diberikan. Mungkin memang ada beberapa fasilitas yang tidak maksimal atau rusak. Tapi secara umum, fasum toilet sudah mencukupi dan nyaman untuk digunakan. Tambahan tempat istirahat yang tersebar di bawah pohon rindang, membuat siapapun bisa menikmati rimbunnya area yang juga menjadi hutan kota di Jogja ini.

Rekomendasi untuk Anda

Menjelang musim liburan akhir sekolah di akhir tahun, atau saat weekend biasa. Tak ada salahnya mencoba berkunjung ke Gembira Loka bersama keluarga. Bagi yang memiliki anak kecil, berkunjung menyaksikan ragam binatang dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Selain, bermuatan edukasi secara umum, bisa juga menjadi sarana para orangtua untuk mengembangkan pemahaman anak terhadap kekuasaan Allah.

Anak bisa diajarkan tentang beragamnya makhluk-makhluk ciptaan Allah. Juga bisa diajak menumbuhkan kesadaran tentang betapa besarnya kuasa Allah di muka bumi. Dengan melihat mulai dari varian burung yang tampak indah dan cantik, sampai kuda nil atau gajah yang besar dan perkasa.

Lagi tidur malah ditonton, ndak sopan!

Tak ada salahnya juga untuk mengajak orangtua Anda agar bisa menikmati asrinya suasana di kebun binatang yang banyak ditumbuhi pohon besar. Jalan sepanjang area juga dibuat mudah dilalui orang yang sudah lanjut usia. Pun bila hendak membawa kursi roda ke sana. Agar para sepuh bisa sesekali menikmati sejuknya hawa pepohonan.

Demikian sedikit informasi wisata kali ini. Semoga bisa memberi inspirasi bagi Anda para pembaca setia Teduh. Dan semoga bermanfaat.

 

Foto di Gembira Loka
Jalanan di area bonbin, rindang dan asri.
Naik kapal ini keliling danau.
Oleh-oleh bisa didapat selepas pintu keluar. Aman.
Aktivitas Kolam Tangkap untuk Anak Anda.
Kebun Binatang Gembira Loka
Overall
4
  • Ramah Keluarga
  • Kebutuhan Biaya
  • Lingkungan & Hiburan
  • Fasilitas Ibadah
  • Akses Transportasi

Kesimpulan

Gembira Loka menjadi pilihan menarik untuk wisata keluarga. Akses transportasi yang mudah, biaya tidak terlalu mahal serta lingkungan yang asri jadi nilai lebihnya. Fasilitas ibadah pun terjaga dengan baik. Kunjungan di hari kerja lebih tepat, agar lebih lenggang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.