Waspada ! Dosa Ini Yang Membuat Kekal Di Neraka

Teduh.Or.Id – Sebelum lebih jauh, seorang jika ingin membicarakan Neraka maka syarat yang harus dipenuhi sebelumnya dan bahkan wajib adalah beriman terlebih dahulu dengan wujud Neraka itu sendiri. Akan menjadi satu hal yang sangat aneh sekali, membicarakan Neraka namun dia tidak beriman dengan Neraka.

Seperti halnya kebaikan dan amal ibadah tidak sama derajatnya, Dosa juga demikian. Ada dosa kecil dan ada juga dosa besar atau yang disebut dengan Kaba’ir.

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ

“Mereka yang menghindari Kaba’ir (dosa-dosa besar) dan Fawahisy (hal-hal yang haram)  kecuali Al-Lamam, Sesungguhnya Rabbmu adalah yang Maha Luas AmpunanNya.” (QS : An-Najm 32)

Allah mensifati orang-orang yang berbuat baik dalam Ayat ini dengan mereka yang menghindari dosa-dosa besar dan hal-hal yang diharamkan Allah, meskipun juga sebenarnya mereka kadang terjatuh ke dalam dosa-dosa kecil yaitu al-Lamam. Namun Allah mengampuni mereka atas al-Lamam tersebut selama mereka menjauhi Kaba’ir. Sebagaimana Allah juga berfirman:

إن تجتنبوا كبآئر ما تنهون عنه نكفر عنكم سيئاتكم وندخلكم مدخلا كريما

“Jika kalian menghindari dosa-dosa besar yang kalian telah dilarang darinya, kami ampunkan dosa-dosa kalian (dosa-dosa kecil) dan kami masukkan kalian ke tempat yang mulia.” (QS: an-Nisa’ 31)

Demikian yang dipaparkan oleh Imam Ibnu Katsir Rahimahullah dalam Tafsirnya. Menunjukkan atas sahnya pembagian dosa di kelompokkan menjadi dosa besar dan dosa kecil.

Namun dalam pekat dan kelamnya dosa-dosa besar itu, ada satu dosa yang sangat berbahaya akibatnya dibandingkan dengan dosa-dosa lainnya, bahkan lebih berbahaya dari Zina, Riba, dan Bahkan membunuh sekalipun. Dosa itu disebut dengan Syirik.

 إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) persekutuan (sesuatu) dengan Allah dan mengampuni dosa-dosa selain dari (syirik) itu bagi siapa saja yang Allah kehendaki, dan siapa saja yang menyekutukan (sesuatu) dengan Allah maka sungguh dia telah berbuat dosa yang sangat besar.” (QS: an-Nisa’ 48)

Dalam firman Allah lainnya disebutkan

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ   

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (wahai Nabi) dan kepada orang-orang sebelummu, benar-benar jika kamu mempersekutukan (Allah) niscaya amalanmu akan hangus dan niscaya kamu benar-benar akan menjadi termasuk orang-orang yang rugi.” (QS: az-Zumar 65)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda:

من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار

“Siapa saja yang mati sedang dia (masih dalam keadaan) berdoa selain kepada Allah sebagai bentuk bandingan (penyerupaan dengan Allah), dia masuk Neraka.” (HR: Bukhari)

Selain tidak diampuni jika seorang mati dalam keadaan Syirik dan pahala amal ibadahnya menjadi terhapus sia-sia, ternyata dosa Syirik ini dapat menjadikan si pelakunya kekal selamanya di dalam Neraka atau tidak akan masuk surga sama sekali. Dan inilah yang menjadi pembeda antara dosa Syirik dengan dosa besar lainnya seperti Zina, Riba, Mencuri dan Membunuh.

 إنه لا يدخل الجنة إلا نفس مسلمة

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang Muslim.” (Muttafaq ‘Alaihi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)

Imam an-Nawawy Rahimahullah menjelaskan hadits ini:

هذا نص صريح في أن من مات على الكفر لا يدخل الجنة أصلا وهذا النص على عمومه باجماع المسلمين

“Hadits ini adalah Nash (ucapan tegas) yang lugas secara dalil dalam (menerangkan) bahwa sesungguhnya siapa saja yang mati di atas kekafiran tidak akan masuk surga, dan Nash ini berlaku di atas keumumannya dengan kesepakatan (Ijma’) kaum Muslimin.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj. Jilid 3-4. Hal. 91. Cet. Darul Ma’rifah. Bairut-Lebanon.)

Lalu seperti apa sih Dosa Syirik Besar itu?

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy Rahimahullah menyimpulkan bahwa definisi dan Tafsir dari Syirik Besar yang di dalamnya terhimpun makna Syirik beserta bagian-bagian dan rinciannya adalah : “Mempersembahkan satu macam Ibadah tertentu kepada selain Allah.” “Maka setiap keyakinan atau ucapan, atau perbuatan yang ketetapannya telah ada sebagai satu perintah (ibadah) dalam Syari’at, maka mempersembahkannya kepada Allah semata adalah Tauhid, Iman, dan Keikhlasan, dan memalingkan maknanya selain kepada Allah adalah Syirik dan kekafiran.” (Al-Qaulussadid Syarh Kitabut Tauhid. Babu Maa Jaa-a Fidz Dzabhi Lighairillah. Hal. 120 -121)

Kita berlindung kepada Allah dari dosa Syirik baik kita ketahui atau pun yang tidak, dan Dosa inilah yang paling berbahaya dan mengerikan akibatnya dari dosa-dosa lainnya.