Vaksin Palsu dan Penipuan

Teduh.Or.Id – Kasus pemalsuan vaksin yang terkuak baru baru ini cukup membuat hati gusar, was-was dan bahkan geram. betapa tidak demikian, vaksin palsu tersebut diduga telah beredar dalam hitungan tahun. artinya sangat besar kemungkinannya anak-anak yang lahir pada tahun beredarnya vaksin palsu tersebut mendapat bagian vaksin palsu saat mereka imunisasi.

Aksi memalsukan apa pun untuk dijadikan sebagai barang dagangan pada dasarnya adalah aksi yang tercela di dalam Islam, cara seperti ini adalah cerminan degradasi akhlak dan budi pekerti.

Kasus ini mengingatkan kita kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat beliau lewat disebuah lapak penjual makanan yang menumpuk dagangannya, Nabi kemudian mencelupkan jarinya ke makanan tersebut, namun yang Beliau temukan ternyata jari beliau menjadi basah, beliau pun bertanya : “Ini apa wahai penjual makanan”, penjual ini pun menjawab : “itu terkena oleh hujan Ya Rasulallah”, Nabi kemudian bersabda : “tidakkah Anda meletakkannya di bagian atas saja sehingga calon pembeli bisa melihatnya”, Beliau melanjutkan sabdanya :

من غش فليس مني

“Siapa saja yang melakukan tipu daya maka ia bukan dariku” [HR: Muslim]

Hadits ini mengajarkan kita arti kejujuran dan tentunya juga hikmah dari larangan menipu daya dan memalsukan , yaitu supaya calon pembeli nanti tidak merasa dirugikan dan tertipu, seandainya ia mengetahui keadaan sebenarnya dari barang dagangan tersebut, maka tentunya para pembeli akan berpikir ulang untuk merogoh kantong untuk membelinya. dan di saat itu berarti pelaku pemalsuan dan penipuan telah mengambil harta orang lain dengan tanpa kerelaannya dan telah merugikannya.