Ujian Nasional VS Ujian Hidup

Ujian Nasional bukanlah penentu segalanya, kegiatan yang berdurasi tak lebih dari seminggu ini menghabiskan begitu banyak energi, dan tarkadang tak jarang – ditengah kemelut dan kebuntuannya – seorang akhirnya mengambil jalan yang tidak terpuji, yaitu dengan menyontek atau membocorkan soal-soal.

UN tak lebih hanya sekedar mengisi lembar jawaban yang terdiri dari beberapa butir soal saja, dan yang akan memeriksanya pun adalah manusia biasa, sementara Ujian Hidup (UH) kadang tak cukup diselesaikan hanya dengan menghitamkan bulatan bulatan kecil yang berjejer pada lembar jawaban.

Dan Ujian Hidup barometernya adalah Sabar, dan indikasi lulusnya adalah ikhlas dan pengumumannya kelak di padang Mahsyar.

Persoalan Hidup kadang tidak lagi membutuhkan pensil dan kelas untuk menyelesaikannya, namun membutuhkan keringat dan Doa sebagai jalannya.

Bagi Insan yang beriman, akan banyak duri tertebar di jalan keimanan, dan meneguk pil pahit adalah satu keniscayaan dalam hidup ini.

Allah berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Artinya: Apakah manusia menyangka dibiarkan begitu saja berkata “Kami beriman” dan mereka tidak akan difitnah? (diuji dan diberi cobaan) (QS: Al-Ankabut – 2)

Tentu tidak ! . Maka Sesuatu yang telah pasti sebaiknya jangan dipusingkan, itu tidak akan merubah apa pun. Yang semestinya menjadi perhatian adalah mencoba memahami dan mengamalkan hikmah apa dibalik Ujian Hidup yang Allah telah gariskan tersebut.

Di antara Hikmah dan tujuan manusia di uji adalah agar manusia menjadi yang terbaik dalam beribadah, Allah berifrman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya: “Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan, agar Allah menguji kalian, yang manakah di antara kalian yang terbaik perbuatannya,”(QS: Al-Mulk – 2)

UN adalah ujian hidup dalam skala yang sangat pendek, kegagalan atau pun keberhasilan dalam menempuhnya tidaklah serta merta akan menjadi penentu segalanya dalam hidup. Karena semua pasti akan ada hikmahnya. Namun ujian hidup dapat menentukan banyak hal ke depannya dalam hidup yang kedua. Dan itu tergantung dari sikap seorang menghadapi ujian hidup tersebut. Sebagai kabar gembira bagi setiap muslim yang tengah menghadapi UH, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

Artinya: “Tiadalah bagian dari satu Musibah yang menimpa seorang muslim kecuali Allah menggugurkan (dosa-dosa) dengan sebabnya dari dirinya, sampai (walau pun) duri yang menusuknya” (HR: Bukhari)

Oleh : Musa Mulyadi Lukman