Tujuh Puluh Nabi Terlahir Di Mina

Mina adalah salah satu wilayah utama yang menjadi tempat berkumpulnya jamaah haji setelah Arafah dan Muzdalifah, jamaah haji akan melakukan Mabit (bermalam) di tanah Mina dalam rangka menuntaskan beberapa kewajiban dalam manasik haji seperti melontar Jamaraat dan memotong Hadyu (hewan kurban khusus untuk jamaah haji) tentunya bagi yang berhaji dengan Tamattu’ dan Qiran.

Mina adalah warisan sejarah Islam dan sekaligus sebagai saksi atas peristiwa peristiwa penting yang pernah dilakukan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para Shahabatnya dalam menjalankan ibadah haji yang sekaligus mencontohkan cara yang benar dalam berhaji.

Dan satu kehormatan yang tiada banding untuk kerajaan Arab Saudi yang telah diberikan amanah untuk menjaga warisan dan Syi’ar Islam ini, dan ummat Islam dari seluruh dunia semestinya layak memberikan loyalitas dan doa kebaikan atas kerajaan Saudi Arabia – yang kerap dijadikan sebagai sasaran empuk oleh musuh musuh Islam dan Ahlussunnah. – Atas apa yang telah mereka lakukan dan korbankan dalam mengemban amanah tersebut dan dalam melayani jamaah haji.

Tentang Mina, mungkin di antara pembaca ada yang belum mengetahui keistimewaannya, di antaranya seperti yang kami sebutkan di atas, namun di sisi lain telah terdapat satu keistimewaan yang dengan jelas disebutkan langsung oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, untuk lebih jelasnya mari kita renungkan bersama hadits berikut ini:

عن محمد بن عمران الأنصاري عن أبيه قال : عدل إلي عبد الله بن عمر وأنا نازل تحت سرحه بطريق مكة فقال ما أنزلك تحت هذه الشجرة فقلت أنزلني ظلها قال عبد الله فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كنت بين الأخشبين من منى ونفخ بيده نحو المشرق فإن هناك واديا يقال له السربة وفي حديث الحرث يقال له السرر به سرحه سر تحتها سبعون نبيا

Artinya: Dari Muhammad bin Imran Al-Anshary dari Bapaknya ia berkata: “satu ketika Abdullah bin Umar menghampiriku walhal aku sedang berhenti di bawah Sarhah (pohon besar) disebuah jalan ke Makkah, lalu ia bertanya: ‘apa yang membuatmu turun berhenti di bawah pohon ini?’ lalu aku menjawab: ‘aku turun berhenti disini karena keteduhannya’. Abdullah bin Umar berkata: (‘jika demikian maka ketahuilah bahwa) Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Apabila kamu berada di antara dua gunung Mina – seraya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menunjuk dengan tangannya ke arah timur – sesungguhnya di sana terdapat satu lembah yang disebut dengan Assurrabah (atau Assurriyyah.) – (redaksi lainnya) dalam riwayat hadits Alharits (ibnu Miskiin) ialah, disebut dengan Assuror. Ada pohon besar padanya telah dilahirkan tujuh puluh (70) orang Nabi.” (HR: An-Nasa’i, Malik dalam Al-Muwathha’ dan Ahmad dalam Al-Musnad.)

Ucapan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang disampaikan Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa ada Tujuh Puluh orang Nabi ‘Alaihish Shalatu Wassalam yang terlahir disana sebenarnya adalah satu ungkapan yang hendak mensifati Mina sebagai tempat yang berkah, demikian penjelasan yang disebutkan oleh Imam As-Suyuthi dalam menjelaskan hadits ini. maka berarti Mina adalah tempat yang diberkahi selain juga merupakan salah satu simbol Syi’ar Islam.

Catatan Penting.

Hadits ini telah dihukumi Dha’if oleh Syaikh Al-Albani dan dihukumi Shahih Isnadnya (jalur riwayatnya) oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad Syakir seperti yang telah beliau nyatakan dalam analisanya terhadap Al-Musnad: “Isnadnya Shahih“. dan setelah memaparkan secara ringkas perbedaan hukum dari kedua pakar hadits ini, Syaikh Muhammad bin ‘Ali bin Adam Al-Ityufiy dalam Syarhnya atas kitab An-Nas’i menyimpulkan:”dan yang menjadi hasilnya bahwa hadits ini tidak kurang dari derajat Hasan.

Musa Abu Affaf