Tragedi Rohingnya Jejak Fir’aun Yang Berulang

Teduh.Or.Id – Terusirnya Muslim Rohingnya adalah pukulan telak ke wajah kaum Muslimin Dunia, betapa tidak demikian, Status Agama Islam yang mereka bawa ternyata adalah sebab utama mereka di siksa dan di usir dari tanah kelahiran yang mereka cintai, hanya karena mereka Muslim.

Tragedi penindasan Rohingnya seolah membawa kita kembali menelusuri sejarah penindasan orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin di masa lampau yang sebagiannya telah diabadikan dalam Al-Qur’an.

Dulu Fir’aun menyembelih anak-anak Bani Israil, kaum Nabi Musa Alaihissalam dan menjadikan kaum perempuannya menjadi hidup menanggung malu dan dalam kehinaan, Allah berfirman :

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika kami selamatkan kalian dari pendukung fir’aun yang mengintimidasi kalian dengan siksa yang buruk (di mana ) mereka menyembelih anak-anak kalian dan menjadikan malu para perempuan kalian dan di dalam hal itu adalah bala’ untuk kalian dari Rabb kalian yang Maha Agung” (QS: Albaqarah – 49 )

Tindakan keji ini diambil oleh fir’aun hanya karena dia diramalkan akan binasa ditangan salah seorang lelaki yang akan terlahir dari kaum Bani Israil dan sebagai antisipasinya adalah dengan usaha membunuh semua anak lelaki yang ada di kala itu.

Peristiwa ini sangat mirip sekali dengan modus yang melatar belakangi tragedi Rohingnya sebagaimana yang diberitakan bahwa kaum Budha merasa takut dan khawatir kemayoritasan dan otoriter mereka memudar dikalahkan Islam.

Dan perhatikanlah bagaimana Ash-Habul Ukhdud – seperti yang disebutkan dalam surat Al-Buruj – yang membakar secara sadis dan diluar batas kemanusiaan terhadap orang-orang yang beriman kepada Allah.

Dan cobalah buka kembali lembaran sejarah Negeri Andalusia yang kini dicokoli oleh kaum Salib, bagaimana mereka dulu menyiksa kaum Muslimin ketika itu, sehingga memakai nama Islami pun menjadi terlarang di negeri tersebut yang kini di sebut dengan nama Spanyol.

Semua itu adalah bentuk ujian dan cobaan yang harus dihadapi orang-orang beriman sehingga diketahui sejauh mana keimanan mereka, Allah berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ   وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكاذِبِينَ

Artinya: “Apakah orang-orang menyangka akan dibiarkan berkata “kami beriman” sedangkan mereka tidak akan difitnah (diuji). Dan sungguh telah kami uji orang-orang yang sebelum mereka sehingga dengannya Allah mengetahui orang-orang yang jujur dan orang-orang yang pendusta.” (QS: Al-Ankabut 2-3)

Sesungguhnya Allah menjanjikan kemenangan dan ketinggian untuk kaum Muslimin dan bukan hal yang sebaliknya, Allah berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِين

Artinya: “Dan janganlah kalian lemah dan janganlah kalian bersedih dan kalianlah yang paling jaya jika kalian beriman” (QS: Ali-Imran 139)

Meskipun realitas yang terjadi saat ini mengatakan hal yang berbeda, akan tetapi kejayaan itu tetap ada untuk Islam dan Muslimin, hanya saja semua itu masih tertunda untuk saat ini, semua itu karena Kaum Muslim telah banyak melalaikan Syariat Allah dan Rasulnya, dengarkanlah betapa lantang dan yakinnya Umar bin Khathhab berkata:

إِنَّا قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللَّهُ بِالْإِسْلَامِ، فَلَنْ نَبْتَغِيَ الْعِزَّةَ بِغَيْرِهِ

Artinya: “Sesungguhnya kami ini adalah kaum yang Allah telah memuliakan kami dengan Islam maka tidak akan pernah kami menginginkan kemuliaan selain dengannya (islam)” (Riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf)

Bahkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah mengajarkan kepada kita letak persoalan yang berpotensi pasti sebagai penyebab kemunduruan kita, beliau bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Artinya: “Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘ienah, dan kalian memegang ekor-ekor sapi dan kalian telah menjadi rela dengan pertanian dan kalian meninggalkan Jihad, Allah akan menyusupkan atas kalian kehinaan yang tidak akan diangatnya sampai kalian kembali ke Agama kalian” (HR: Ahmad dan Abu Dawud)

Maka bersabarlah wahai kaum muslimin dengan kembali kepada Sunnah dan mempererat Ukhuwwah Islamiyyah di atas kebenaran.