Ternyata Ada Tiga Perisitiwa Penting Sebelum Isra’ Wal Mi’raj Terjadi

Spread the love

Di antara hikmah Isra’ Wal Mi’raj adalah pelipur lara dan sebagai peneguh jiwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam setelah begitu beratnya cobaan yang datang silih berganti menimpa Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Peristiwa peristiwa menyedihkan sebelum Isra’ Wal Mi’raj tiba itu adalah:

  1. Abu Thalib Pergi

Abu Thalib sosok yang sangat berpengaruh dan sekaligus adalah sosok pembela Nabi dan dakwahnya. Dia wafat karena sakit yang dideritanya pada bula Rajab tahun ke Sepuluh dari kenabian. (diangkatnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi Nabi dan Rasul)

Begitu pilunya hati saat Nabi hadir di sisi Abu Thalib yang tengah berada diujung usia, Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepadanya:

 “Wahai Paman, Ucapkanlah ‘Laa Ilaa illallah’ kalimat ini akan kujadikan hujjah (pembela) untukmu di sisi Allah.”

 Namun sayang, Abu Thalib wafat dalam Agama Abdul Muth-Thalib. Yaitu Agama yang tertolak di sisi Allah.

  1. Ummul Mukminin Khadijah Wafat

Belum lama setelah itu, sekitar setelah dua bulan atau tiga hari dari wafatnya Abu Thalib, Khadijah Radhiyallahu ‘Anha kemudian wafat. Beliau adalah isteri tercinta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan juga adalah Ibunya ummat Islam. Khadijah seperti yang dituturkan sendiri oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sosok wanita yang sangat mulia dan istimewa, beliau bersabda tentangnya;

آمنت بى حين كفر بى الناس، وصدقتنى حين كذبني الناس، وأشركتنى في مالها حين حرمنى الناس، ورزقنى الله ولدها وحرم ولد غيرها

 “Dia beriman kepadaku saat orang-orang tidak beriman kepadaku, Dia percaya padaku ketika orang-orang mendustakanku, dia telah melibatkanku dalam hartanya ketika orang-orang menahan (hartanya) untukku, dan Allah telah menganugerahkan untukku anak darinya disaat Allah meniadakan anak selain dari dirinya.”

 Dari sabda mulia tentang Khadijah itu, terbayang betapa ternyata kebaikan dan pengorbanan dapat melebihi cinta dalam ikatan rumah tangga, dan dengannyalah justru cinta menjadi mulia dan layak dihargai. terbayang betapa istimewanya Khadijah di sisi Nabi yang juga sekaligus adalah suaminya.

 Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kehilangan dua orang yang sangat berharga dalam hidupnya, sebab kedua sosok tersebut bukan sekedar seorang istri dan sosok kerabat dekat semata, namun adalah pelindung dan pendukung dakwah islam yang Allah takdirkan untuk Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

  1. Kafir Quraisy Kian Garang.

 Maka tak lama setelah wafatnya Abu Thalib dan Khadijah Radhiyallahu ‘Anha ancaman dan tekanan kafir Quraisy kian gencar terhadap Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Orang-orang kafir Quraisy dan suku Arab lainnya semakin berani menunjukkan sikap dan prilaku jahat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. pada saat inilah Nabi banyak mengalami hal-hal yang tidak menyakitkan Beliau. Mereka tidak pernah berani menyakiti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan perbuatan aniaya seperti setelah wafatnya Abu Thalib.

 Satu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pulang namun tanah masih bertaburan di kepala beliau yang mulia, sehingga salah seorang dari putrinya sambil menangis membasuh kepala Beliau. Tapi beliau bersabda;

 “Jangan menangis putriku, Sesungguhnya Allah yang menjamin bapakmu”, dan dalam kesempatan itu juga beliau bersabda; “Quraisy tidak pernah berhasil mendapatkan dariku sesuatu apa pun yang aku benci kecuali setelah Abu Thalib Wafat.”

( Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury.  ar-Rahiqul Makhtum Pdf. Hal. 103 – 105. Penerbit Dar Ihyautturats.)

Ketiga peristiwa ini kemudian dikenal dengan ‘Amul Huzn (tahun kesedihan) karena silih bergantinya musibah yang melanda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam satu tahun tersebut. Dan ini sekaligus menjadi latar belakang datangnya Isra’ Mi’raj untuk menguatkan dan menghibur Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Musa Abu Affaf.

Comments

comments