Terapi Menghalau Sihir Dengan Daun Bidara

Memisahkan pasangan suami istri adalah modus utama sihir, sehingga dalam Al-Qur’an, Allah menyebutnya dengan sangat lugas,

Artinya: “Maka mereka mempelajari dari keduanya (Harut dan Marut) sesuatu yang dapat memisahkan antara seorang dengan pasangannya dan tiadalah mereka dapat mencelakakan seorang pun dengannya (sihir) kecuali dengan izin Allah” (QS: Al-Baqarah 103)

Namun Sihir dan Penyihir tidak akan memiliki pengaruh kecuali atas izin Allah seperti yang disebut dalam Ayat tersebut, sehingga merupakan sifat dasar sihir adalah akan selalu terkalahkan. Demikianlah Allah mensifatinya dalam Al-Qur’an,

Artinya: “Sesunggunya mereka (penyihir Fir’aun) hanya membuat tipudaya sihir dan penyihir tidak akan menang dari mana pun dia datang” (QS: Thaha – 69 )

Lalu bagaimana jika atas takdir Allah kemudian seseorang terkena sihir sehingga sikap dan perlakuannya menjadi aneh lantas berubah 100 derajat dari sebelumnya terhadap pasangannya? Sehingga ia tidak dapat menyentuh pasangannya untuk berhubungan badan. Terapi apakah yang mesti dilakukan?

Diantara terapi penyembuhan yang ampuh untuk menghilangkan sihir perusak cinta suami istri adalah yang disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani (Wafat 852 H.) dalam Fathul Bari, beliau menukil dari Ibnu Baththah (Wafat: 386 H) pada kitab yang ditulis oleh Wahb bin Munabbih (Wafat 110 H) terdapat petunjuk terapi mengusir sihir dengan bahan daun Bidara.

Caranya adalah dengan mengambil tujuh lembar dari daun Bidara yang menghijau, lalu ditumbuk diantara dua buah batu, kemudian dicampur dengan air. Setelah itu bacakanlah di air tersebut Ayat Al-Kursi dan Al-Qawafil (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas) kemudian di minum darinya sebanyak tiga kali tegukan, setelah itu mandi dengan air tersebut.

Ini dapat menghilangkan segala penyakit sihir yang berada dalam diri, dan cara ini baik untuk dilakukan oleh lelaki yang tertahan oleh sihir dari keluarganya.

Terapi ini juga disebutkan oleh Syaikh Sulaiman bin Abdillah dalam kitab Taisirul Azizil Hamid, dan seolah beliau membenarkan terapi ini.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah urutan dari tatacara yang disebutkan di atas:

  1. Siapkan Tujuh lembar daun Bidara yang masih hijau
  2. Ditumbuk
  3. Campurkan dengan air
  4. Membacakannya Ayat Al-Kursi dan Al-Qawafil
  5. Diminum sedikit, cukup dengan tiga kali sedot saja
  6. Sisanya digunakan untuk mandi.

Lakukanlah terapi ini terus-menerus secara konsisten, dan diiringi dengan upaya-upaya lain dalam mendekatkan diri kepada Allah termasuk didalamnya bertaubat dari kesalahan yang pernah dilakukan, mengingat hal-hal yang menyebabkan terbukanya pintu-pintu sihir dan was-was setan untuk ditutup dengan dzikir serta memperbanyak ibadah-ibadah sunnah.

Semoga Allah menjaga semua kaum muslimin dari gangguan setan dan sihir.

Oleh: Musa Mulyadi