Tanda Kenabian Yang Terjadi Sebelum Sang Nabi Di Lahirkan

Tanda-tanda kenabian yang terjadi sebelum Nabi Muhammad – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – dilahirkan adalah satu keyakinan atau aqidah yag telah diakui sebagai satu kebenaran yang mutlak di sisi Ahlussunnah Waljamaah Assalafy, di antaranya adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – masih berada dalam kandungan ibunda tercintanya, Sang Ibunda melihat cahaya yang begitu terang sehingga sinarnya sampai menerangi villa –villa di negeri syam.

Dan peristiwa ini ternyata telah diceritakan sendiri secara langsung oleh Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, suatu ketika beliau bersabda:

أنا دعوة أبي إبراهيم، وبشرى عيسى، ورأتْ أمي حين حملت بي أنه خرج منها نور أضاء لها قصور الشام

“Aku adalah (perwujudan) doa Bapakku yaitu Ibrahim – ‘Alaihissalam – dan aku adalah (perwujudan) kabar kebaikan yang dijanjikan kepada nabi Isa – ‘Alaihissalam – Dan Ibundaku pernah melihat ada cahaya keluar dari dirinya yang menerangi vila-vila yang ada di negeri Syam ketika beliau tengah mengandungku.”

(Hadits riwayat Al-Hakim dan Ahmad, Syaikh Al-Albaniy menilainya Shahih dalam kitab Shahih Sirah Nabawiyyah 1/13 dan 17.)

Al-Hafizh Ibnu Katsir – rahimahullah – berkata:

قوله: ورأت أمي أنه خرج منها نور أضاء لها قصور الشام قيل: كان مناماً رأته حين حملت به، وقَصَّته على قومها، فشاع فيهم، واشتهر بينهم، وكان ذلك توطئة

“Sabdanya yang berbunyi : “Dan Ibundaku pernah melihat ketika beliau tengah mengandung diriku bahwa ada cahaya keluar dari dirinya yang menerangi vila-vila yang ada di negeri Syam”, ada yang mengatakan bahwa itu adalah sebuah mimpi yang dilihat oleh ibundanya ketika beliau sedang mengandungnya, dan beliau kemudian menceritakan mimpinya tersebut kepada kaumnya, sehingga mimpi itu menjadi tersebar, dan viral dikalangan mereka, dan kejadian ini adalah permulaan kenabian”. (Tafsir Ibnu Katsir 2/97 Cet. Ke-1 Muassasah Qurthubah)

Al-Hafizh Ibnu Rajab – rahimahullah – menjelaskan ;

خروج هذا النور عند وضعه إشارة إلى ما يجيء به من النور الذي اهتدى به أهل الأرض، وأزال به ظلمة الشرك منها

Al-Hafizh Ibnu Rajab – rahimahullah – berkata ; “Keluarnya cahaya ini ketika beliau melahirkannya sebagai isyarat kepada sesuatu yang beliau bawa, dari bahwa cahaya itulah yang menjadi penerang penduduk bumi, dan menghilangkan kegelapan syirik dengannya”

(Latha’iful Ma’arif (1/173 Cet. Dar Ibnu Katsir Tahqiq Yasin Sawwas)

Dan inilah akidah yang harus dipegang dan ditempuh dengan tanpa mengedepankan akal dan duga-dugaan yang tidak berdasar yang menyelisihi ketetapan ini, seperti dengan mengatakan; ‘kalau diketahui cirinya sebelum lahir atau sejak kecil, maka mudah saja nabi akan dibunuh’, atau akal-akalan lainnya yang serupa dengan hal itu.

Waffaqaniyallahu Waiyyakum Ajma’in.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.