Syaikh al-Albaniy Menangis Membaca Hadits Ini

Sepenggal kisah yang membuat Syaikh al-Albaniy al-Muhaddits Rahimahullah menangis di tengah sesi tanya jawab, terdengar saat itu beliau menjawab pertanyaan dari salah seorang penanya. ini terdengar begitu jelas dalam salah satu rekaman audio yang kami tautkan juga dalam tulisan ini.

Syaikh al-Albaniy Rahimahullah berkata :

أيواه , أيواه , خطر لي في بالي الحديث أن النبي صلى الله عليه وسلم جاءه رجل قال يا رسول الله دخلت حائطا يعني بستان محوط فوجدت فيه أمرأة ففعلت فيها ما فعل الرجل مع امرأته الا أني لم أجامعها فقال عليه الصلاة والسلام هل صليت معنا ؟ قال نعم , إن الحسنات تذهبنا السيئات

 “ia, ia, terlintas dalam benakku sebuah hadits bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah dikunjungi oleh seorang lelaki, ia berkata: “Wahai Rasulallah aku pernah (satu ketika) memasuki sebuah Ha’ith, yakni kebun yang dikelilingi (pembatas) dan disitu aku bertemu dengan seorang wanita lalu aku berbuat kepadanya seperti perbuatan yang lumrah dilakukan oleh seorang lelaki kepada istrinya, hanya saja aku tidak sampai mensenggamainya.”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

(Di sini suara Syaikh al-Albany Rahimahullah terdengar mulai tersendat karena menangis dan jawaban beliau selanjutnya diiringi dengan tangisan.)

“Apakah kamu pernah Shalat bersama kami?”

Ia menjawab : “Iya”

Nabi bersabda : “Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghilangkan kemaksiatan.”

Sepenggal peristiwa yang sarat dengan pesan dan keteladanan ini bisa Anda dengarkan di sini :

 

Adapun sumber cerita dalam hadits tersebut, setelah berusaha mencari maka kemungkinan besar yang dimaksudkan oleh Syaikh al-Albaniy adalah hadits – yang telah beliau sendiri menghukuminya dengan Shahih – yang dikeluarkan oleh Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ahmad, namun dengan redaksi hadits (Matn) yang berbeda:

عن أبي أمامة أن رجلا قال : يا رسول الله ، إني أصبت حدا فأقمه علي قال : هل توضأت حين أقبلت ؟ قال : نعم قال : هل صليت معنا ؟ قال : نعم قال : فاذهب فإن الله قد عفا عنك.

“Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, sesungguhnya seorang lelaki pernah berkata: ‘Ya Rasulallah sesungguhnya aku telah ditimpa oleh satu Hadd (satu dosa yang berakibat kepada hukuman fisik di dunia. Pen.) maka tegakkanlah hukuman atasku.”

Nabi bersabda: “Apakah kamu sudah berwudhu’ ketika engkau datang kemari?”

ia berkata: “Iya (aku sudah berwudhu’).

Nabi bersabda: “Apakah kamu pernah Shalat bersama kami?”.

Dia berkata: “Ia Pernah”.

Nabi bersabda: : “Pergilah, sesungguhnya Allah telah mengampunimu.”

Dan sesungguhnya siapa pun akan menangis bila bercermin kepada hal ihwal dirinya yang penuh dengan dosa dan kesalahan, Namun begitu Ampunan Allah selalu terbuka dan ada untuk setiap hambanya yang ingin dan mau bertaubat dan mendekat kepadaNya.

Musa Abu Affaf