Shalat, Berpuasa, Tapi Tidak Amanah, Hati-Hati !

Jujur menunaikan tanggung jawab dan kewajiban, atau totalitas menjalankan pekerjaan yang telah disepakati merupakan salah satu kriteria watak dan tabiat yang langka, sifat yang begitu terpuji, mulia dan tinggi, oleh karena itulah Rasul pilihan, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dianugerahkan Allah memiliki sifat itu sehingga para musuh pun mengakuinya.

Sebaliknya, tidak amanah merupakan sifat yang sangat jelek, dan tidak disukai oleh Allah dan juga manusia, terlebih oleh para atasan, maka agar kita lebih terdorong menjauh darinya, ada baiknya kita renungkan hadits di bawah ini:

Hadits Anas bin Malik Radliyallahu ‘Anhu beliau berkata:

   خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال في الخطبة: لا إيمان لمن لا أمانة له ولا دين لمن لا عهد له

“Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– pernah berkhuthbah kepada kami, beliau bersabda dalam khuthbahnya; “Tiada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tiada agama bagi orang yang tidak memiliki (menepati) perjanjian”

Hadits ini derajatnya Hasan dengan sebab Syawahid-nya sebagaimana yang dihukumi oleh Syaikh Al-Arna’uth dalam Ta’liq Shahih Ibnu Hibban (1/423)

Berikutnya adalah perkataan Khalifah Umar bin Khathhab Radliyallahu ‘Anhu

لا يغرنك صلاة رجل ولا صيامه من شاء صام ومن شاء صلى ولكن لا دين لمن لا أمانة له

“Jangan sekali-kali kamu terperdaya oleh shalatnya seorang dan tidak juga dengan puasanya, siapa saja yang mau maka ia bisa berpuasa, siapa saja yang mau maka ia bisa shalat, akan tetapi tiada Agama bagi orang tidak memiliki amanah”

Atsar ini dikeluarkan oleh Al-Hafizh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf (11/157) dan oleh Al-Hafizh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (6/160).

Kedua hadits ini rasanya sudah cukup untuk membangun kesadaran kita dalam menunaikan Amanah, dan ternyata menjalankan amanah mendapat perhatian yang begitu luar biasa dalam syariat Islam sehingga ancamannya adalah menafikan keimanan seorang yang tidak jujur dan khianat di dalamnya, dan yang tidak kalah menakutkan lagi adalah perkataan Umar bin Khathhab Radliyallahu ‘Anhu yang dengan tegas bermaksud bahwa ukuran seorang itu bukan pada shalat dan puasanya namun pada kredibilitas seorang dalam menunaikan amanah.

Semoga Allah memberikan kita taufiq menjaga amanah baik amanah Allah atas diri kita mau pun amanah sesama manusia. Amiin.

 

One thought on “Shalat, Berpuasa, Tapi Tidak Amanah, Hati-Hati !

  • December 9, 2019 at 9:16 pm
    Permalink

    Ǫs 4:23-24. Dihαrαmkαn αtαs kαmu (mengαwini)…sαudαrα ibumu yαng perempuαn (bibimu)(dihαrαmkαn jugα kαmu mengαwini) wαnitα yαng bersuαmi…

    Khαulαh binti Hαkim ADALAH bibi Ϻυhαmmαϑ, isteri DARI Utsmαn bin Mαth’un:
    ①. Khαulαh binti Hαkim ADALAH bibi Ϻυhαmmαϑ. (HR.Ahmαd,26050)
    ②. Khαulαh binti Hαkim ADALAH isteri Utsmαn bin Mαth’un. (HR.Ahmαd,26048)

    SKANDALNYA:
    Aisyαh ƅerkαtα: Sungguh TAK tαhu mαlu Khαulαh binti Hαkim menghibαhkαn dirinyα KEPADA Ϻυhαmmαϑ. UNTUK mendukung hαsrαt itu, rαbbnyα segerα menurunkαn Ǫs 33:50-51. (HR.Bukhαri,4721)
    [youtube https://www.youtube.com/watch?v=L4Y5qIP0glg&w=230&h=125%5D Buktikan !!!! Muhammad Diijinkan Allah Meniduri Bibinya Sendiri, Khaula
    nape beliau kagak nolak alat vital bibi kandungnya khaulah yg notabene bininya orang sesuai ame amanah Ǫs 4:23-24…ʔʔ

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.