Sebuah Hadits Untuk Para Koruptor

Dari Abdullah bin Buraidah dari Bapaknya, Dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

  من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما أخذ بعد ذلك فهو غلول

“Siapa saja yang telah kami jadikan pekerja untuk suatu pekerjaan lalu kami berikan ia rejeki (gaji atas pekerjaan tersebut) maka apa yang dia ambil diluar itu adalah Ghulul”.

Hadits Riwayat Abu Dawud, 1/428/No. 2943[1] dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dan Hadits ini Shahih, bahkan Al-Hafizh Ibnu Daqiq Al-Id memasukkan hadits ini ke dalam kategori hadits-hadits yang periwayatnya ada dalam Shahih Bukhari dan Muslim namun beliau berdua tidak meriwayatkannya di dalam Shahih mereka.[2]

Hadits ini menunjukkan bahwa pendapatan selain upah yang telah ditentukan oleh pemerintah atas seorang pegawai adalah Ghulul, dan Ghulul maksudnya adalah pengkhianatan atau pencurian yang sudah tentu merupakan dosa besar.

Terlebih pendapatan tambahan tersebut ia dapatkan dari bagian dalam pekerjaan yang semestinya ia lakukan sebagai seorang pegawai, contohnya seorang ditugaskan oleh pemerintah atau atasannya untuk mengukur sebuah tanah demi kepentingan surat menyurat, namun dalam pelaksanaannya dia menerima uang dari pemilik tanah dengan alasan tanda terima kasih, maka sesungguhnya ini adalah Ghulul.

Musa Abu ‘Affaf, BA.


[1] Cet. Darussalam Linnasyr Wattauzi’ – Riyadl.

[2] Al-Iqtirah Fii Fannil-Ishthilah 1/52