#SaveWater Untuk Dunia

Teduh.Or.Id – Kelangsungan hidup masyarakat bumi sangat ditentukan oleh ketersediaan senyawa H2O, yakni air. Semua makhluk hidup yang ada di bumi memiliki ketergantungan terhadap air, baik untuk proses metabolisme tubuh, pernafasan, fotosintesis tumbuh-tumbuhan, dan banyak kegunaan lainnya.

Sayangnya, ketersediaan air bersih, yakni air tawar yang ada di bumi hanya 2,5% saja. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik, monopoli serta privatisasi air semakin mempersulit masyarakat untuk mendapatkan air yang bersih. Fenomena kekurangan persediaan air kini banyak terjadi di berbagai belahan dunia, bahkan menyulut konflik di antara masyarakat.

Kondisi ini yang menginisiasi sebagian masyarakat dunia untuk membangun kesadaran akan pentingya pengelolaan sumber-sumber air bersih secara berkelanjutan. “Hari Air Sedunia” akhirnya menjadi kampanye global yang diumumkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 22 Maret 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Respon positif masyarakat di berbagai negara ditunjukkan melalui gerakan #SaveWater untuk mengajak kita berhemat dalam menggunakan air. Slogan tersebut marak hingga saat ini, kerap kita jumpai di berbagai media, jejaring sosial hingga di papan-papan reklame.

Namun, tahukah kita bahwa kampanye #SaveWater tersebut sudah diserukan sekitar 1.400 tahun yang lalu?

Dalam islam, air merupakan unsur penting untuk memulai berbagai amalan, bahkan terikat dalam rukun seperti berwudhu. Dalam hal menggunakan air, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menekankan agar kita tidak berlebih-lebihan dalam bersuci, karena berlebih-lebihan adalah sifat syaitan. Adapun yang terjadi saat ini, banyak sekali orang-orang yang menyia-nyiakan karunia Allah Ta’ala tersebut, bahkan berlebih-lebihan dalam menggunakannya.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan contoh langsung kepada umatnya bagaimana cara menggunakan air secara efisien dalam bersuci. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)” (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325).

Dalam kesempatan yang lain, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengingatkan kita untuk berhemat dalam menggunakan air. Abdullah bin ‘Amru berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati Sa’d yang sedang berwudhu, lalu beliau bersabda, “Kenapa berlebih-lebihan?” Sa’d berkata, “Apakah dalam wudhu juga ada berlebih-lebihan?” Beliau menjawab, “Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.” (HR. Ibnu Majah no. 419).

Maha Besar Allah Ta’ala, yang telah menganugerahkan Islam kepada kita dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai role model terbaik bagi seluruh umat manusia dan sangat memikirkan maslahat yang besar. Kampanye #SaveWater tersebut sejatinya telah diserukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sejak 1.400 tahun silam. Sehingga sudah selayaknya kita sebagai umat muslim mensyukuri kesempurnaan islam yang dianugerahkan Allah Ta’ala serta mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: Muhammad Iqbal, S.S.

Sumber:

http://sains.kompas.com/read/2010/08/19/12293414/Komposisi.Air.Tawar.Bumi.Hanya.2.5.Persen.

http://en.wikipedia.org/wiki/World_Water_Day

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/anjuran-untuk-hemat-menggunakan-air.html

http://almanhaj.or.id/content/4021/slash/0/berlebih-lebihan-dalam-menggunakan-air-ketika-berwudhu-dan-mandi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.