Satu Masa Nanti Dusta & Pembunuhan Merajalela

Kedamaian lebih mahal dari emas, tanpanya emas tak akan diburu sebab dalam damai ada hidup dan nyawa yang tengah dikondisikan dengan aman. Namun anehnya, emas dan kekuasaan acap kali menjadi pemicu kuat retak dan pecahnya kedamaian.

Satu masa telah dikabarkan kepada kita oleh Sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, masa yang nampaknya begitu gaduh sehingga kedamaian seolah mengering bak kemarau panjang yang melanda. Beliau bersabda:

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم والذي نفسي بيده لا تذهب الدنيا حتى يأتي على الناس يوم لا يدري القاتل فيما قتل ولا المقتول فيم قتل فقيل كيف يكون ذلك ؟ قال الهرج القاتل والمقتول في النار ||  رواه مسلم

 Artinya: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda; “Dan demi jiwaku yang ada ditanganNya, Dunia ini tidak akan pergi sampai (akhirnya) datang kepada ummat manusia satu masa, (dimana saat itu) seorang pembunuh tidak mengetahui dalam hal apa ia membunuh dan tidak (juga) seorang yang dibunuh (mengetahui) karena apa ia dibunuh.” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun ditanya; “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” beliau menjawab; “Itulah Al-Harj, orang yang membunuh dan yang dibunuh di dalam neraka.” [HR: Muslim]

Dalam riwayat lain, makna Al-Harj dimaknakan sendiri oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan Kedustaan dan Pembunuhan atau peperangan. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ary Radhiyallahu ‘Anhu;

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يحدثنا ان بين يدي الساعة الهرج قيل وما الهرج قال الكذب والقتل قالوا أكثر مما نقتل الآن قال انه ليس بقتلكم الكفار ولكنه قتل بعضكم بعضا حتى يقتل الرجل جاره ويقتل أخاه ويقتل عمه ويقتل بن عمه قالوا سبحان الله ومعنا عقولنا قال لا الا انه ينزع عقول أهل ذاك الزمان حتى يحسب أحدكم انه على شيء وليس على شيء

Artinya: “Dulu pernah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan kepada kami, bahwa menjelang hari kiamat tiba kelak (akan terjadi) Al-Harj, beliau ditanya; apakah Al-Harj itu? Beliau bersabda: “Kedustaan dan peperangan”, mereka bertanya, Apakah lebih banyak dari perang yang kita lakukan sekarang ini? Nabi menjawab: “Bukan seperti perang yang kalian lakukan terhadap kaum kafir, namun (bentuknya) adalah sebagian dari kalian membunuh sebagian lainnya sehingga seorang lelaki membunuh tetangganya, membunuh saudaranya, dan membunuh pamannya,” mereka berkata: “Subhanallah !! (sampai sedemikiannya) padahal akal kami (saat itu) masih bersama kami?” Nabi menjawab: “Tidak, melainkan (yang terjadi adalah) akal orang –orang yang hidup pada masa itu dicabut, sampai seorang di antara kalian mengira dirinya telah berada di atas sesuatu namun mereka ternyata tidak berada di atas apapun.” [HR: Ahmad. Di nilai Shahih oleh Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Ash-Shahihah]

Akankah saat ini adalah masa itu?

Abu Affaf.