1 dari 3 Hal Ini Pernah Diperbuat Fir’aun, Lihat Akibatnya!

Teduh.Or.Id – Memperhatikan dan mendahulukan hal-hal bersifat primer menunjukkan tepatnya pilihan dan matangnya sikap seseorang, tidak hanya dalam memilih kebutuhan duniawi, justru memprioritaskan satu hal yang prinsip dalam Agama adalah kunci keselamatan di dunia dan Akhirat. berikut ini adalah tiga prinsip yang semestinya diketahui oleh semua orang terlepas latar belakang keyakinan mereka:

  1. Iman dan Taat Kepada Utusan Allah

Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia, memberikan mereka panca indra, dan rejeki yang baik dan cukup sepanjang mereka hidup.

Namun hal itu bukan dengan tanpa tujuan dan bukan hanya percuma saja, tidak sama sekali. Allah ternyata mengutus utusan-Nya kepada manusia sebagai saksi kelak atas mereka. Sehingga tidak ada kelak yang berkata dalam bingkai protes kepada Allah. “Kami tidak pernah diberi juru petunjuk untuk Agamamu Wahai Allah !?.”

 إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولاً شَاهِداً عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولاً * فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذاً وَبِيلاً

 “Sesungguhnya kami telah mengutus kepada kalian Rasul yang bersaksi atas kalian sebagaimana kami telah mengutus Rasul kepada fir’aun. lalu Fir’aun menentang Rasul itu maka kami menyiksanya dengan siksa yang keras.” (QS: Al-Muzzammil 15-16)

Maka siapa saja yang menentang ajaran Rasul yang telah diutus Allah kepada Manusia seperti yang diperbuat Fir’aun. Maka ia akan mendapatkan balasan setimpal seperti Fir’aun. dan inilah prinsip primer yang harus diyakini oleh semua manusia, beriman dan taat kepada Rasul yang diutus Allah.

 2. Jangan Persekutukan Allah Dengan Makhluk dalam Ibadah

Risalah yang diemban oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam intinya terhimpun pada Tauhid. Yaitu tidak mempersekutukan Allah dengan siapa dan apa saja dari makhluk-Nya, entah itu dengan Malaikat atau bahkan dengan Rasul itu sendiri.

  وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً

“Dan sesungguhnya Masjid-Masjid itu hanya milik Allah maka janganlah   kalian berdoa (menyembah) siapa pun (di dalamnya) di samping (menyembah) Allah.” (QS: Al-Jin 18)

Maksudnya kalau kalian berdoa kepada Allah yang artinya beribadah kepada-Nya, maka pada saat yang sama juga kalian jangan sekali-kali berdoa atau beribadah kepada selain Allah. Karena hal itu adalah bentuk mempersekutukan Allah dengan makhluk. Dan ini adalah seburuk- buruk perbuatan yang tidak pernah diridhai Allah.

Tidak mempersekutukan Allah dengan apa saja dalam Ibadah, atau dalam keyakinan penciptaan dan mengatur (Rububiyyah) adalah prinsip Primer yang sangat penting diketahui dan dipelajari oleh semua manusia. bahkan lebih wajib dari segala hal yang dianggap penting oleh manusia.

  1. Berlepas Diri dari Orang Kafir

Kedua point di atas, yakni Iman dan ketaatan kepada Rasul dan Tauhid kepada Allah apabila telah ada dalam diri seseorang maka itulah hakikat keimanan sejati.

Adalah kewajiban berikutnya untuk mereka yang beriman, memelihara cintanya dan rasa bencinya pada tempat yang benar. Dari itu seorang yang beriman diperintahkan agar berlepas diri dari siapa saja yang memusuhi Agama Allah dan Rasul-Nya.

 لاَ تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan tidak akan kamu temukan ada suatu kaum beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mereka mencintai orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya walau pun mereka itu adalah bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, atau keluarga mereka.” (QS: Al-Mujadilah 22)

Berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya ternyata adalah prinsip primer dalam Islam, sehingga rasa cinta dan rasa persaudaraan sesama orang-orang yang beriman dapat terpupuk dengan baik sehingga tumbuhlah pohon persaudaraan yang tanpa pandang bulu kecuali hanya dengan Islam dan Sunnah.

Diintisari dari kitab al-Ushul ats-Tsalatsah.