Sapa Sahabat Lama Tentang Bagaimana Kabarnya

Teduh.Or.Id – Di antara kita bisa jadi sudah menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain berpuluh tahun lamanya. Sejak semasa sekolah, hingga tetap menjadi sahabatnya sampai ajal menjemput. Diantara kita tentu ada yang menjadikan sahabat-sahabat sebagai sebuah tempat untuk menyimpan cerita duka, sebagai tempat untuk memegang sebuah asa, bahkan tak jarang sahabat-sahabat itu menjadi tempat pertama tersampaikannya sebuah bahagia.

Berlama-lama hubungan pertemanan dijaga, tentu adakalanya tak melulu bahagia, sebagiannya ada kisah kecewa, tak sedikit pula kesal membara. Namun, sahabat tetaplah sahabat, teman tetaplah teman, ia tetaplah karib yang selalu ada dalam catatan sejarah perjalanan kehidupan kita. Dengannya acapkali tenang terasa, bahkan mengetahui kabar sehatnya sudah cukup senang dibuatnya.

Namun, perjalanan hidup tentu meninggalkan banyak kesan mendalam. Sesekali waktu sahabat-sahabat itu terlupa karena banyaknya urusan-urusan dunia yang dikerjakan. Teman-teman kecil itu luput untuk kita ketahui keberadaannya karena hilang serta jauhnya informasi tentang mereka. Padahal bisa jadi, dahulu ada hutang budi, dahulu pernah dibantunya kita untuk menyelesaikan perkara penting nan genting, bahkan dahulu tak ayal ada nyawa-nyawa yang terselamatkan karenanya.

Maka hari ini, sempatkanlah waktu untuk mengingat mereka, mendoakan mereka dan menyapa kabar mereka. Sesekali waktu carilah dimana keberadaan mereka, terlebih mereka-mereka pernah kita jadikan dalam sebuah ucapan dari sebuah perkataan, “Tanpa dia mungkin saya tak bisa menjadi seperti ini sekarang”. Begitulah kebaikan-kebaikan, selalu hadir untuk diingatkan. Soal hutang-hutang yang uang pun tak sanggup membayarkan.

Hari ini, singsingkan sedikit waktu kita untuk mengunjungi mereka bagaimana pun keadaannya. Bicaralah soal kabar sebagaimana kita merindukan dan mengulas apa-apa yang pernah terlewatkan bersama. Dan demikianlah para pendahulu yang shalih berlaku kepada para sahabatnya. Bertanya soal kabar, saling mengingatkan, dan menasihati dalam ketakwaan. Sehingga demikianlah fungsi persahabatan. Ada tertawa bersama, ada duka ditanggung seksama, dan acapkali mungkin buliran airmata berguguran mesra. Peluhnya kehidupan, harus diistirahatkan, agar tak terlelap dalam sebuah kelelahan berganda-ganda. Kelelahan yang mengantarkan kita lupa pada orang-orang hebat yang pernah berdiri disekitar kita. Tentang orang-orang hebat yang mendampingi serta mengulurkan tangannya saat kita pernah tak berdaya.

Teman, temui, kunjungi, dan sapa sahabatmu. Mungkin sudah lama kita tak pernah bersua. Maka carilah waktu untuk kita menghampirinya. Jangan menunggu kebaikan terlewatkan begitu saja tanpa mengenal makna.

Para salaf dahulu kerapkali menanyakan perihal kondisi sahabatnya. Hal ini untuk mengingatkan mereka yang lupa untuk bersyukur kepada Allah Taala. Saling diingatkan sehingga dengannya kebaikan tercipta bersama. Lihatlah bagaimana seorang Imam Syafi’i saat ditanyakan tentang bagaimana kabarnya hari itu, maka beliau menjawab: ”Pagi ini aku memakan rezeki Rabbku, namun aku tidak berusaha mensyukurinya.”

Seperti pula Malik bin Dinar saat ditanya kabarnya pagi itu, maka beliau menjawabnya dengan:”Pagi ini umurku berkurang dan dosa-dosa semakin bertambah.” Selalu ada hikmah dari setiap perbincangan. Dan kadangkala hikmah itu muncul dari orang-orang yang bisa jadi pernah dekat dengan kita. Darisana ada kabar mengenai kehidupan yang dapat diambil pelajaran. Darisana ditemukan kunci-kunci kebahagiaan yang bisa jadi kita terlupa untuk menemukannya. Dan bisa jadi segala sesuatu itu menemukan maknanya saat benar-benar ada, yang menyadarkan kita dari sebuah keadaan yang membangunkan setelah terlelap sekian lama.

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun hanya dengan wajah berseri ketika berjumpa dengan saudaranya.” (HR.Muslim)

Hari ini, temui sahabatmu. Jalin silaturahmi dan tanyakan kembali bagaimana kabarnya. Tentu kelak ada pelajaran yang didapatkan. Jika tidak dari dirinya, bisa jadi dari kita yang menunjukkan atasnya jalan kebaikan, soal hidup dan kehidupan yang kita jalani di atasnya.