Sang Penceramah Bertemu Jamaahnya di Neraka, Lalu Ditanya …

Teduh.Or.Id – Mengolah kata dan membuat jama’ah terkagum-kagum, mungkin sudah menjadi keahlian para penceramah, nasehat nasehat yang baik laksana mutiara berkilau tatkala disampaikan olehnya, banyak orang menjadi tertarik dan antusias mendengar ucapannya. Begitu juga dengan larangan-larangan yang disampaikannya, banyak membuat orang lain menangis karena dosanya dan akhirnya menjadi bertaubat kepada Allah.

Sungguh sebuah anugerah kebaikan yang sangat besar telah diberikan Allah kepada mereka para penceramah.

Namun di lain sisi, ada hal yang sangat mengerikan yang akan diterima oleh para pencaramah kelak di Akhirat apabila mereka ternyata hanya pandai mengolah kata saja, namun apa yang diucapkannya hanya menjadi hal-hal yang ia jauhi atau kerjakan.

Seperti apakah kengerian itu ? mari kita pikirkan bersama Ayat dan Hadits berikut ini :

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Allah berfirman, Artinya: “Bagaimanakah kalian memerintahkan orang-orang dengan kebaikan dan kalian lupa terhadap diri kalian dan sedangkan kalian adalah orang-orang yang membaca al-kitab, Tidakkah kalian berakal?” (Al-Baqarah 44)

Allah juga berfirman dalam Ayat lainnya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ * كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

ِArtinya: “Wahai orang-orang yang beriman mengapakah kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat . Besar kemurkaan di sisi Allah kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat.” (Ash-Shaff 2-3)

Kedua Ayat ini tentunya adalah bentuk celaan dari Allah terhadap mereka yang hanya pandai mengajak kepada yang baik namun dia justru adalah orang yang sangat jauh dari kebaikan, dan terhadap mereka yang hanya pandai melarang kepada yang buruk, namun ternyata dirinya adalah orang yang bergelut dengan keburukan itu. Adakah celaan yang paling mengerikan selain dari celaan yang berasal dari Sang Maha Pencipta!?.

Selain itu, juga disebutkan dalam satu riwayat :

عن أسامة بن زيد رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ بِرَحَاهُ ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ : أَيْ فُلاَنُ مَا شَأْنُكَ؟ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنِ المُنْكَرِ؟ قَالَ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ المُنْكَرِ وَآتِيهِ

Dari Usamah bin Zaid Radliyallahu ‘Anhuma beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: “Digiringlah seorang lelaki pada hari kiamat lalu ia dilemparkan ke dalam Neraka, maka usus-ususnya pun keluar terurai dengan cepat di dalam Neraka, dan ia berputar seperti berputarnya seekor keledai dengan tulangnya, maka penduduk neraka berkumpul disekelilingnya dan mereka bertanya: “Hai Fulan ada apa denganmu?”, bukankah dulu kamu yang pernah memerintahkan kami kepada yang Ma’ruf, dan mencegah kami dari kemungkaran!?” ia pun menjawab : “Dulu aku yang memerintahkan kalian dengan yang Ma’ruf namun aku tidak mengerjakannya, dan aku yang mencegah kalian dari kemungkaran namun aku sendiri yang melakukannya.” (HR: Bukhary dan Muslim)

Dalam riwayat lainnya pun dijelaskan, bahwa:

عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي رِجَالًا تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ خُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ ، يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ ، وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ ، وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Dari Anas bin Malik bahwa sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: “Pada malam aku di-Isra’kan aku melihat lelaki dipotong mulutnya dengan alat-alat untuk memotong yang berasal dari neraka, maka aku berkata: “Ya Jibril siapakah mereka?”, Jibril menjawab : “Mereka adalah para pengkhuthbah dari ummatmu, mereka memerintahkan orang-orang dengan kebaikan namun mereka melupakan diri mereka, sedangkan mereka adalah kaum yang membaca al-kitab maka tidakkah mereka berakal.” (HR: Ahmad dan dinilai Shahih oleh al-Albany dalam Silsilah Ash-Shahihah 291).

Jika pada Ayat di atas tidak menyebutkan bentuk siksa atau ganjaran dosa, maka kedua Hadits ini dengan sangat jelas menggambarkan betapa mengerikan siksa yang akan mereka terima. dan inilah akibat yang akan menjadi pelabuhan terakhir para penceramah yang tidak mengamalkan isi ceramahnya.

Dan kita berlindung kepada Allah dari siksanya, dan semoga kita termasuk dalam golongan orang yang mengamalkan apa-apa yang diucapkannya. Dan agar jangan sampai kelak kita menjadi seorang penceramah yang bertemu dengan jamaahnya di neraka. Amiin.

Musa Abu ‘Affaf, BA.