Ramadhan Dan Kenangan Kita Tentang Kebaikan

Ramadhan baru saja pergi meninggalkan kita, ingatan-ingatan tentang Ramadhan adalah kenangan tentang bekal-bekal kehidupan untuk menjumpai Ramadhan kembali. Sebagai manusia, kita perlu satu waktu khusus, untuk mengingat kenangan dengan mudah. Terlebih misalnya bagi para lelaki, yang konon makhluk paling sulit untuk mengingat. Dan Ramadhan, tidak jarang menjadi prasasti pengingat bagi kehidupan kita.

Ingatan-ingatan itu pulalah yang juga direkam oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tentang bagaimana Ummul Mukminin mengisahkan beliau di 10 hari terakhirnya, atau ketika Ibnu Abbas menyampaikan perihal “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadlan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadlan untuk mudarosah (mempelajari) Al Qur’an” (HR. Al Bukhari).

Sebagai contoh lain dalam kehidupan kita, betapa seorang anak akan mudah mengingat kebiasaan ibu membeli makanan berbuka bagi keluarga yang terdiri atas kolak dan biji salak. Maka saat melihat kolak dan biji salak di luar Ramadhan, ingatan-ingatan itu akan terbang membawa pada Ramadhan lampau dan sekelumit kejadian yang menyertainya dengan tarik-menarik ingatan satu sama lain. Atau bagi seorang ayah terhadap orang tuanya silam, untuk diceritakan pada anak-anaknya. Bayangan Ramadhan tentang rekaman masa kecil untuk diulas dan diceritakan menjadi sangat menarik bagi anak-anaknya di rumah. Seandainya setiap hari adalah Ramadhan, tentu ingatan kita takkan lekang sebagai manusia, mungkin.

Kita pun juga menjadi pengingat yang baik akan ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan bukan? Mengingat tentang ibadah kita yang lebih dari biasanya di bulan-bulan lain, karena termotivasi atas banyaknya balasan kebaikan saat momentum Ramadhan, atau bisa juga menjadi lebih semangat, karena memang atmosfer tinggal kita di Indonesia, sangat mendukung sebagai seorang muslim di negara mayoritas kaum muslimin. Tak salah memang, jika Ramadhan adalah bulan pendidikan, sebab pendidikan bukan hanya sekedar pengajaran, tapi pembiasaan. Dan semestinya, sebulan yang dijalani itu, sudah sewajarnya membentuk pribadi kita yang lebih baik. Lebih bertakwa, sebagaimana harapan dari ibadah Ramadhan itu sendiri, yakni menjadikan seorang bertakwa.

Ramadhan adalah pengingat yang baik, atas segala hal dalam hidup kita. Ia menjadi penanda atas kebiasaan seseorang, tentang anak atas orangtuanya, anak bersama dengan teman-temannya, atau seseorang bersama dengan orang yang dicintainya. Dan seharusnya, ingatan itu terus dipelihara menjadi bentuk-bentuk amal yang terus dijaga, sebab seluruh amal dalam Ramadhan, bisa dibawa keluar bulan Ramadhan, kecuali beberapa. Keutamaan berpuasa, bisa dilanjutkan dengan puasa sunnah kita, kebiasaan tarawih bisa disimpan sebagai amalan sepertiga malam kita, dan semangat sedekah bisa dihidupkan kembali dalam keseharian.

Jaga semangat Ramadhan, pertahankan niatan hijrah yang sudah tertanam. Ramadhan menjadikan seseorang terbiasa berbuat baik, bagi yang Allah tunjukkan hidayah padanya. Sebagaimana sebuah hidayah, yang paling penting bukan sekedar sapaan petunjuk itu. Tapi mempertahankan sapaan tersebut menjadi moral keseharian yakni keberlangsungan, atau istiqomah.

“Peganglah dengan teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 63)

Semoga Ramadhan, membekaskan ingatan pada kita dengan baik, yang sebelumnya tak pernah shalat menjadi lebih rajin dan perhatian akan shalatnya, yang sebelumnya tak mengenakan hijab menjadi muslimah yang taat dengan terus memperbaiki hijab dan akhlaknya, dan yang sebelum Ramadhan ia adalah hamba Allah yang penuh dengan kerusakan menjadi hamba Allah yang senantiasa berlari menuju kebaikan. Ramadhan kita kemarin, semoga menjadi rekaman amal terindah yang sudah kita siapkan, jika seandainya Allah, tak lagi memberi kesempatan atas usia kita untuk menjumpai Ramadhan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.