Raja Judi dalam Tubuh Wantimpres

Teduh.Or.Id – Wantimpres memiliki tugas, hak dan kewajiban yang sangat penting dalam menopang setiap keputusan presiden, sebagaimana yang dipaparkan dalam situs resminya, Wantimpres.go.id. ” Tugas wantimpres adalah untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.” Sebuah tugas yang sangat mulia yang seharusnya juga dijabat oleh orang mulia. Baik atau tidaknya seorang pemimpin akan sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka, keberadaan mereka seumpama selimut yang membalut seorang pemimpin.


Dalam Islam, ditinjau dari tugas dan sistemnya, Wantimpres sejajar dengan Bithanah, satu istilah untuk seorang yang dekat dengan pemimpin secara rahasia, atau hal apa saja yang dapat memberi pengaruh kepada pemimpin. Dalam Riwayat Bukhari dari Abi Sa’id Al-Khudriy dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda (yang artinya): “Tidaklah seorang Khalifah (pemimpin) diangkat kecuali dia memiliki dua Bithanah; Bithanah yang memerintahkan dengan kebaikan dan mendorongnya untuk kebaikan. Dan Bithanah yang memerintahkannya dengan kejahatan dan mendorongnya untuk kejahatan, sedangkan orang yang terjaga adalah pemimpin yang dijaga oleh Allah.”

Karena pentingnya kedudukan tersebut demi kemaslahatan negara dan umat, kita sebagai rakyat yang baik dan beradab dianjurkan berdoa agar seorang pemimpin mendapatkan Bithanah yang baik dan bijak pula. Namun tentunya keselamatan total dari kesalahan hanyalah ada pada para pemimpin yang telah dijaga oleh Allah, yang tidak lain adalah para Nabi utusan Allah.

Keberadaan orang saleh di sekitar presiden adalah satu tanda kebaikan yang Allah kehendaki bagi negeri tersebut, dalam Hadits Shahih Riwayat Nasa’I, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya):
“Siapa saja yang menguasai satu urusan kalian, lalu Allah menghendaki kebaikan padanya, (maka) Allah menjadikan untuknya seorang wazir (mentri) yang Shalih, jika dia lupa, akan diingatkannya, dan jika dia ingat, akan ditolongnya”

Akan tetapi pemimpin adalah cermin rakyatnya, kegiatan maksiat yang tidak meredup di masyarakat kita di antaranya adalah perjudian, sehingga tidak mengherankan jika Allah kini menampakkan kepada kita kuasanya, mantan Raja Judi menjadi seorang Bithanah. Sebab itulah hakikat kualitas rakyat yang ada, itulah yang nampak walau pun di sisi lain ada banyak orang-orang yang bukan penjudi.

Sumber gambar dari:

http://3.bp.blogspot.com/-3OJWUfFi5xM/Tq1Un6iC3SI/AAAAAAAAAOs/oYpRBj9xdDw/s1600/sumpah.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.