Pernahkah Gempa Di Zaman Nabi ?

 

Imam Ibnulqayyim Rahimahullah menukilkan bahwa gempa pernah tejadi pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ini berdasarkan riwayat Mursal dari Ibnu Abiddun-ya:

إن الأرض تزلزلت على عهد رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فوضع يده عليها ثم قال: اسكني، فإنه لم يأن لك بعد، ثم التفت إلى أصحابه، فقال: إن ربكم ليستعتبكم فأعتبوه

“Sesungguhnya gempa pernah terjadi di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , kemudian beliau meletakkan tangannya di atasnya, beliau bersabda: “Tenanglah bumi, Sesungguhnya waktumu belum tiba, kemudian beliau menoleh ke arah para shahabatnya, lalu bersabda: “Sesungguhnya Rabb kalian …. “[1]

Hadits ini disebutkan Ibnu Abiddun-ya dalam Al-‘Uqubat, dan riwayat ini Mursal seperti yang disebutkan Imam Ibnulqayyim dan Al-Suyuthiy, dan hadits ini diriwayatkan secara Mursal dan ringkas dari Syahr bin Hausyab dalam Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (2/222/8334).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata: “Ini Mursal yang Dla’if“.

Ibnu Abdilbarr rahimahullah berkata: “Tidak pernah ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan bentuk yang Shahih bahwa gempa pernah terjadi di masa hidup beliau, dan tidak pula benar ada Sunnah dari beliau dalam urusan gempa, sesungguhnya awal terjadinya gempa terjadi di masa Umar bin Khathhab Radliyallahu ‘Anhu“.[2]

Berdasarkan hukum atas tidak shahihnya riwayat yang menceritakan gempa pernah terjadi di zaman Nabi – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – maka tidaklah berani kita mengatakan gempa pernah terjadi di zaman beliau, namun gempa mulai terjadi kembali di zaman Umar bin Khathhab Radliyallahu ‘Anhu, ketika itu Umar berkata:

يا أيها الناس ما كانت هذه الزلزلة إلا عن شيء أحدثتموه، والذي نفسي بيده لئن عادت لا أساكنكم فيها أبدا.

“Wahai manusia, tiadalah gempa ini terjadi kecuali karena sesuatu yang telah kalian perbuat, Dan aku bersumpah demi Allah yang jiwaku di tangannya, jika gempa ini kembali, aku tidak akan tinggal bersama kalian lagi selamanya di dalamnya”[3]

Syaikh Muqbil Al-Wadi’iy Rahimahullah berkata:

وكثرة الزلازل في آخر الزّمان، تعتبر علمًا من أعلام النبوة، كما أخبر بذلك النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم كما في حديث سلمة بن نفيل رضي الله عنه . والشأن كل الشأن: هل اعتبرنا؟ وهل رجعنا إلى الله؟ أم صرنا كما يقول ربنا عز وجل: أولا يرون أنّهم يفتنون في كلّ عام مرّة أو مرّت ثمّ لا يتوبون ولا هم يذّكّرون

“Dan seringnya terjadi gempa di akhir zaman terhitung sebagai bukti dari tanda-tanda Kenabian, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah memberitakan hal itu, seperti dalam riwayat hadits Salamah bin Nufail Radliyallahu ‘Anhu.

Dan yang menjadi masalah utama adalah, apakah kita mengambil ibrah? Dan apakah kita telah kembali kepada Allah? Ataukah kita telah menjadi orang-orang yang seperti dalam firman Allah ‘Azza Wajalla : “Dan tidakkah mereka melihat sesungguhnya mereka telah difitnah sekali atau dua kali dalam setiap tahun, kemudian mereka tidak bertaubat dan mereka tidak menjadikannya peringatan“. (QS : Attaubah 126)[4]

Musa Abu ‘Affaf, BA.


[1] Al-Da’ Waddawa’ (1/111)

[2] Catatan Kaki atas kitab Al-Da’ Waddawa’ yang dipandu ilmiyah oleh Syaikh Al-‘Allamah Bakr Abu Zaid Rahimahullah. (1/111)

[3] Al-Da’ Waddawa’ (1/111)

[4] Idlohulmaqal Fi Asbabil Zilzal (1/138)

Comments

comments