Perlombaan Tapi Ada Uang Pendaftaran, Apa Hukumnya?

Ini masalah bagaimana hukum ikut lomba yang mempersyaratkan semua peserta harus membayar uang pendaftaran, barulah kemudian ia boleh mengikuti lomba, dan jika menang maka ia berhak mendapatkan hadiah. Dan biasanya uang pendaftaran tersebut digunakan untuk pengadaan hadiah untuk yang keluar menjadi juara.

Perlombaan semacam ini sudah sangat begitu populer dikalangan masyarakat kita, dari itu kami pribadi kerap mendapatkan pertanyaan tentangnya.

Lalu bagaimana sebenarnya hukumnya menurut Ulama?

Bismillah Walhamdulillah

Perlombaan yang mensyaratkan semua peserta lomba – tanpa terkecuali – harus membayar sejumlah uang pendaftaran agar bisa mengikuti lomba, dan uang tersebut apabila telah terkumpul maka biasanya dijadikan sebagai biaya pengadaan hadiah yang akan diberikan untuk sang calon juara.

Bentuk lomba seperti ini secara khusus – yaitu tidak diikuti oleh Muhallil dalam lomba tersebut –  menurut pendapat terbanyak ulama Madzhab Al-Hanabilah, segenap ulama Madzhab Al-Hanafiyyah dan al-Syafi’iyyah, dan pendapat sebagian ulama Madzhab Al-Malikiyyah[1] hukumnya tidak boleh.  Dalilnya adalah firman Allah ‘Azza Wajalla :

إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه لعلكم تفلحون

“Sesungguhnya khamr, dan almaisir, dan al-anshab, dan al-azlam adalah najis bagian perbuatan setan maka jauhilah ia agar kalian selamat”. (QS; Al-Maidah 90)

Al-Maisir dalam Ayat ini maksudnya tidak lain adalah Al-Qimar.[2] Menerangkan makna Al-Qimar, Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam fathulbari  (7/148) beliau berkata;

    أن يخرج كل منهما سبقاً فمن غلب أخذ السبقين  فاتفقوا على منعه

“Masing-masing semua dari kedua pihak mengeluarkan taruhan (Assabaq) maka siapa saja yang menang boleh mengambil kedua taruhan yang ada, (dalam persoalan seperti ini) maka semua ulama telah sepakat melarangnya.[3]

Syaikh Sulaiman Al-Majid dalam risalahnya tentang Al-Musabaqat (perlombaan) menerangkan :

فضابطه : أن يكون كلٌّ من المقامرين غانماً أو غارماً ، بمعنى : أنّ كل واحد منهم يخرج مبلغاً فمن فاز منهم أخذ كل المبالغ التي دُفعت ، وكلٌّ قد دخل متوقعاً فوزه وغلبه ، فصار واحد منهم غانماً وأصبح البقية غارمين خاسرين

“Maka ketentuannya judi ataukah tidaknya sesuatu adalah bila : “Setiap masing-masing dari semua peserta lomba menjadi untung atau rugi”.

“Maknanya, Setiap masing-masing person dari mereka mengeluarkan sejumlah uang, sehingga siapa yang menang dialah yang mengambil semua uang yang telah dikeluarkan tersebut, dan setiap mereka sebenarnya telah masuk dalam keadaan menyangka akan menang dan kalah, sehingga jadilah satu orang dari mereka yang menang dan sisanya menanggung kekalahan dan kerugian.” [4]

Maka membayar pendaftaran dalam suatu perlombaan termasuk Qimar (judi), karena setiap orang yang ikut dalam lomba tersebut berpeluang uangnya berpindah ke lawan seperlombaannya, dan sekaligus uang lawannya juga dapat berpindah kepada diriya jika ia menang.

Adapun penyebutan uang pendaftaran di sini hakikat sebenarnya adalah uang taruhan yang tidak merubah hukum sedikitpun, karena yang menjadi sorotan hukum adalah hakikat sesuatu, bukan sekedar sebutan dan penamaannya. Wallahu A’lam.

Musa Abu ‘Affaf, BA.

 

[1] Syaikh Dr. Sa’d bin Nashir Assatsri / Al-Musabaqat Wa Ahkamuha  1/76

[2] Tafsir Al-Qurthubi 3/36

[3] Fathulbari Cetakan ke-1  Dar Thayyibah

[4] http://www.salmajed.com/node/13676

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.