Perkara Sentimental Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 begitu memberi dampak pada banyak aspek kehidupan kita. Selama lebih dari dua bulan, kita ‘dipaksa’ untuk #dirumahaja demi memutus rantai penyebaran virus. Alhasil banyak aktivitas kita yang tertunda, batal, bahkan tidak dapat dilakukan. Beribadah di masjid maupun berkunjung ke saudara tak lagi mudah untuk dilakukan.

Kini memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, perkembangan situasi tidak banyak berubah sejak pertama kali dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain bayangan hari Idul Fitri atau lebaran tanpa adanya salat berjamaah di tanah lapang pun semakin jelas wujudnya. Adapula kebiasan silaturahim ke rumah orang tua dan saudara yang sepertinya harus dihilangkan kali ini.

Situasi semacam ini tentu berat bagi siapapun yang hidup di wilayah pandemi. Namun kita juga tidak boleh terus murung meratapi keadaan. Selain memperbanyak doa kepada Allah agar wabah segera berakhir. Kita pun tetap bisa membuat situasi semacam ini tetap positif untuk dijalani. Terutama ketika akhirnya nanti harus melewati lebaran di rumah saja.

Kami coba melihat beberapa perkara menarik dan (semoga) berfaidah yang dapat dilakukan menjelang atau selama masa Idul Fitri tiba nanti. Perkara ini juga bisa jadi agak sentimental karena kita sama-sama sedang menjalani ujian nyata dari Allah.

Video Conference bersama Keluarga Besar

Alhamdulillah, saat pandemi skala global ini datang ketika sebagian besar dunia sudah diselimuti teknologi internet. Kita wajib bersyukur akan kondisi tersebut karena dapat membantu meringankan beban kita sebagai makhluk sosial. Yang membutuhkan interaksi dengan sesama agar jiwa tetap sehat. Salah satu manfat internet saat ini ialah kita dapat melakukan video conference bersama keluarga besar.

Aktivitas komunikasi video conference paling sederhana dapat menggunakan aplikasi WhatsApp. Rasanya semua pengguna smartphone sudah menginstal aplikasi ini. WhatsApp mampu dipakai untuk memuat panggilan video sampai 8 akun berbeda. Jadi keluarga besar yang terpisah dapat tetap berinteraksi dan bersilaturahim di sana.

Selain WhatsApp, aplikasi lain seperti Zoom dan Google Meet juga dapat dipakai untuk kegiatan serupa. Dua aplikasi terakhir itu dapat membuat sampai ratusan orang dalam satu wadah pertemuan digital. Pilihan yang mungkin dilakukan apabila kita memiliki keluarga yang sangat-sangat banyak dan tersebar di berbagai tempat.

Tentu akan ada potensi haru ketika aktivitas semacam ini dilakukan. Membuat kita menyadari betapa pentingnya pertemuan yang sering kita remehkan selama ini. Di mana kehadiran wujud orang tersayang ternyata memberi dampak psikis yang sedemikian besar bagi raga dan jiwa kita.

Berkirim Parsel Lebaran

Kita mungkin sering atau pernah mengirim atau menerima bingkisan parsel lebaran. Biasanya dalam satu paket parsel akan diisi bermacam kudapan ringan disertai kartu ucapan. Dan karena parsel tersebut biasanya datang dari orang-orang terdekat. Membuat kita kurang memberi perhatian dan respek di sana. Lebih sebagai sebuah seremoni formalitas tahunan saja.

Namun bayangkan, dalam situasi ter-lockdown seperti ini, betapa besar nilai sebuah parsel yang kita terima atau kirimkan kepada saudara kita. Meski hanya terpisah jarak yang tak terlalu jauh. Keadaan kita yang hendak memutus rantai penyebaran virus membuat dengan tidak bertemu mereka. Membuat berkirim paket menjadi salah satu cara kita menunjukkan kepedulian dan rasa rindu kita.

Tidak hanya untuk saudara dekat saja. Kita mungkin dapat berkirim paket parsel kepada teman lama atau bahkan orang asing secara acak sebagai sebuah sedekah. Tentu akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan bagi mereka yang menerima atau memberi. Nilai sentimentalnya pun menjadi lebih tinggi saat ini.

Berbagi Makanan dengan Tetangga

Usai salat Ied di lapangan atau masjid, biasanya akan dilanjutkan dengan berkunjung ke tetangga dekat untuk memberi ucapan selamat Idul Fitri. Dari sekian banyak pintu yang kita singgahi, ada saja tetangga yang mempersilakan kita untuk menikmati kudapan sampai hidangan utama. Dan umumnya pula kita malu atau tak menyempatkan diri berlama-lama, karena masih ingin berkeliling dan bersilaturahmi ke rumah saudara.

Nah, kini waktu kita di rumah justru sangat leluasa, meski tak juga ada peluang untuk berkunjung ke rumah tetangga demi saling menjaga kesehatan. Namun keadaan tersebut dapat kita manfaatkan untuk berbagi makanan dengan mereka. Para tetangga yang telah saling menjaga dirinya demi kenyamanan lingkungan tempat tinggal kita.

Maka kita dapat memperbanyak olahan hidangan opor ayam atau rendang daging. Sisihkan sebagian untuk diberikan kepada para tetangga di sekitar kita. Jika memiliki kemampuan berlebih tak ada salahnya tambahkan pula dengan kudapan kue kering yang belum sempat dibuka toplesnya. Hampir dapat dipastikan, siapapun tetangga yang menerima pemberian semacam ini akan senang hati menerimanya.

Apalagi memberi hadiah semacam ini, selain mempererat jalinan ukhuwah di antara kita, juga dapat meningkatkan kesadaran sosial kita. Siapa tahu di antara tetangga kita ada yang kurang beruntung sehingga kesulitan untuk sekadar dapat membuat hidangan Idul Fitri. Jangan lupa niatkan pula untuk sedekah, ya.

Itu tadi beberapa hal menarik yang semoga dapat memberi inspirasi bagi kita dalam menyambut lebaran nanti. Meski kita terus berdoa dan berharap agar wabah pandemi ini segera berakhir. Namun apabila Allah ingin kita untuk terus bersabar dalam ujian. Semoga kita dapat melewatinya dengan keadaan yang tetap positif dan menginspirasi. Agar jauh-jauh dari stress yang menyebabkan imunitas tubuh menurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.