Perbedaan Antara Tha’un Dan Wabah (Edisi Covid-19)

Tha’un adalah sebutan untuk penyakit mematikan yang dulu pernah melanda kaum muslimin, sehingga pun Tha’un disebutkan secara jelas dalam beberapa hadits yang shahih, di antaranya;

إذا سمعتم بالطاعون بأرض فلا تدخلوها وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تخرجوا منها

“Apabila kalian mendengar berita tentang Tha’un di suatu wilayah maka jangan kalian memasukinya, dan apabila telah mewabah di satu wilayah dan kalian masih berada di dalamnya, maka kalian jangan keluar darinya.”  (Hadits Riwayat Al-Bukhary No. 5728.)

Lalu apakah ada perbedaan antara Tha’un dan wabah? Ia, terdapat perbedaan antara keduanya, dan Tha’un memang tidak sama dengan wabah, dan perbedaan antara keduanya dapat dilihat dari dua hal berikut ini ;

Petama : Tha’un tidak dapat masuk ke Madinah sedangkan wabah lainnya bisa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

 لا يدخل المدينة المسيح الدجال والطاعون

Al-Masih Dajjal dan al-Tha’un tidak akan masuk ke Madinah.” (HR; Bukhari / 5731, dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘Anhu)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata;

وقد صرح الحديث الأول بأن الطاعون لا يدخلها فدل على أن الوباء غير الطاعون

“Dan hadits yang pertama telah jelas menyebutkan bahwa Tha’un tidak akan memasukinya (madinah) maka menunjukkan bahwa Wabah (Al-Waba’) bukanlah Tha’un“.

Dan dalam beberapa hadits menunjukkan bahwa wabah sejak dulu telah ada di Madinah, seperti yang disebutkan oleh Ummulmukminin ‘Aisyah Radliyallahu ‘Anha ;

وقدمنا المدينة وهي أوبأ أرض الله

“Dan ketika kami telah sampai di Madinah, ia adalah bumi Allah yang paling berwabah”. (HR: Bukhariy / 1889)

Kedua: Pemicu utama Tha’un adalah tikaman musuh dari bangsa jin, sedangkan wabah tidak demikian.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

فناء أمتى بالطعن والطاعون. فقيل: يا رسول الله , هذا الطعن قد عرفناه , فما الطاعون؟ قال: وخز أعدائكم من الجن , وفى كل شهادة

Kemusnahan ummatku dengan sebab penikaman dan al-Tha’un. Maka ada yang bertanya; “Ya Rasulallah, tikaman ini kami sungguh telah mengetahuinya, maka apakah Tha’un itu? “. Beliau bersabda; “Tusukan musuh-musuhmu dari bangsa jin, dan dalam setiap kematian karena keduanya adalah Syahadah (mati syahid). “

Hadits ini dikeluarkan Ahmad, Abu Ya’la, dan al-Bazzar, dan al-Thabraniy dari Abu Musa al-Asy’ariy. Hadits ini dikuatkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathulbari 13/133) dan dinilai Shahih juga oleh Al-Albaniy dalam Irwa’ul Ghalil ( 1637) .

Terhitungnya orang yang mati karena Tha’un sebagai mati Syahid karena hakikatnya ia mati ditikam oleh musuhnya dari bangsa jin, maka dari itulah keutamaannya sama dengan seperti ditikam manusia, keduanya sama sama syahid.

Dari Abu Musa Al-‘Asy’ariy radliyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda;

اللهم اجعل فناء أمتي قتلا في سبيلك بالطعن والطاعون

“Ya Allah jadikanlah kematian ummatku dalam keadaan terbunuh di jalan-Mu dengan tikaman dan al-Tha’un“,

Al-Hafizh Ibnu Hajar – rahimahullah – berkata;

  قال العلماء أراد صلى الله عليه وسلم أن يحصل لأمته أرفع أنواع الشهادة وهو القتل في سبيل الله بأيدي أعدائهم إما من الإنس وإما من الجن

“Ulama berkata; maksud Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar ummatnya mendapatkan level syahid yang paling tinggi, yaitu terbunuh di dalan Allah (Fi Sabilillah) dengan tangan musuh mereka dari manusia atau pun dari jin”. (Fathulbari (13/133).

Nah, itulah dua hal yang menguatkan perbedaan antara Tha’un dengan wabah lainnya.

Namun walaupun berbeda, namun keduanya memiliki kesamaan dalam segi jangkaunnya, di mana Tha’un dan wabah keduanya sama-sama dapat menjangkiti manusia secara luas, dari itu Qadli ‘Iyad – seperti yang dinukilkan Al-Hafizh dalam Fathulbari (13/130) – mengatakan ;

فكل طاعون وباء وليس كل وباء طاعونا

“maka setiap Tha’un adalah wabah, dan tidak semua wabah adalah Tha’un.”

Maka dari itu Covid-19 tidak tepat disebut dengan Tha’un, sebab dia adalah wabah virus yang berbeda jauh dengan Tha’un, sehingga jika covid-19 ini masuk ke kota Madinah, maka hal itu bukanlah suatu yang mencengangkan karena dia bukan Tha’un.

Wallahu A’lam, .

Musa Abu ‘Affaf. Waffaqahullah. 

One thought on “Perbedaan Antara Tha’un Dan Wabah (Edisi Covid-19)

  • March 13, 2020 at 2:33 pm
    Permalink

    However, the decreased load on networks signifies that Microsoft recommends this methodology
    with volumes greater than 20 TB. However, this method
    is of limited use. It could possibly use knowledge flows to stage the info in Blob Storage and issue queries in opposition to Azure DW to make use of PolyBase
    exterior tables. That is probably faster than most any community connection can handle,
    so lengthy as the quantity of data is extraordinarily high.
    For lower than the really useful 20 TB knowledge transfers, it’s
    less useful. However, as a result of it will probably so simply
    add a staging step as an intermediary, it’s solely beneficial for small to
    medium deployments when utilizing a direct transfer. PowerShell
    scripts can again up a SQL database to a BACPAC file, transfer
    it to Azure and deploy it to an Azure SQL database. The direct transfer strategy copies data
    immediately from the supply SQL database to its analogue in Azure.
    The source database remains totally operational throughout the migration, minimizing downtime to applications that depend on the database.
    A system to combine information from all
    the required AbbVie financial methods into one with drill down capabilities
    to the bottom stage (supply documents e.g. contracts, invoices, ICBs,
    and many others.). https://azuremigrationsupport.com/

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.