Pelaku Usaha Sekalian Pemodal, Dan Bolehkah Menentukan Upah Bulanan

 

Gamabaran Kasus

Dua orang bersepakat membangun usaha dan mereka masing-masing mengeluarkan modal untuk usaha tersebut.Bang Sopo modalnya 20 Juta, dan Bang Jarwo 10 Juta.

Karena tidak mendapatkan orang yang dirasa tepat untuk mengelola, akhirnya salah seorang dari mereka berdua memutuskan untuk mengelola usaha tersebut, Bang Sopo menyerahkan agar usaha dijalankan oleh Bang Jarwo. Artinya Bang Jarwo kini menjadi pemodal sekaligus pelaku usaha.

Apakah Sah Akad seperti ini, dan apakah boleh Bang Jarwo mengambil upah bulanan atas pekerjaannya ini ? mengingat kembali bahwa dia juga adalah pemodal ?

Bismillah,.. Walhamdulillah 

Jenis Mudlarabah ini menggabungkan antara akad Mudlarabah dan Syarikah, hukum akad ini Shahih menurut Imam Ibu Qudamah Rahimahullah:

أن يشترك مالان وبدن صاحب أحدهما فهذا يجمع شركة ومضاربة وهو صحيح

“Dua modal harta dan badan pemilik modal salah satu dari keduanya bekerja sama (Syarikah), maka ini menggabungkan antara Syarikah dan Mudlarabah, dan ia Shahih[1]

Dan menurut beliau, ini juga merupakan pendapat Imam Al-Syafi’i, sedangkan Imam Malik – Rahimahumallah – memiliki pendapat berbeda.[2]

Maka dalam hal ini bang jarwo selaku pemodal sekaligus pelaku usaha berhak mendapatkan laba atas modal yang ia keluarkan dan laba sebagai pelaku usaha.

Adapun pihak kedua – dalam hal ini Bang Jarwo – atau orang yang menjalankan usaha dalam akad Mudlarabah tidak boleh menentukan gaji secara bulanan atas pekerjaannya dari laba atau pun omset usaha Mudlarabah tersebut, dan hal ini telah disepakati oleh para Ulama.

Imam Ibnul Mundzir Rahimahullah berkata :

” أجمع كل من نحفظ عنه على إبطال القِراض إذا جعل أحدهما أو كلاهما لنفسه دراهم معلومة ” انتهى

“Telah bersepakat semua ulama yang kami telah menghafal (ilmu) dari mereka atas batalnya Qiradl, apabila salah satu dari keduanya atau mereka berdua sekaligus menjadikan untuk diri mereka sendiri sejumlah Dirham tertentu.”[3]

 

Musa Abu ‘Affaf BA.


 

[1] Al-Mughny (7/134) Cet. ‘Alamulkutub 

[2] Al-Mughny (7/135)

[3] Al-Ijma’ (1/40) 

Comments

comments