Nisab Dan Zakat Uang

Uang termasuk ke dalam harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, karena uang pada hakikatnya sama dengan emas dan perak dalam madzhab ulama yang paling kuat dan benar. Madzhab inilah yang telah difatwakan oleh Al-Majma’ulfiqhi yang menginduk ke Rabithah Al-‘Alam Al-Islami, dan oleh Al-Lajnah al-Da’imah Saudi Arabia.

Karena disamakan dengan emas dan perak, maka Nisab dan zakat uang pun diambil dari emas dan perak, berikut penjelasan ringkas Nisab emas dan perak:

Nisab Emas

Nisab emas adalah 20 Mitsqal, sedangkan 1 Mitqal = 4,25 Gram, maka 1 Mitsqal x 4,25 gram = 85 gram emas.

Inilah jumlah yang menjadi nisab emas, siapa saja yang memiliki emas murni sebanyak 85 gram, maka ia wajib membayarkan zakatnya.

Nisab Perak

Nisab perak adalah 200 Dirham, sedangkan 1 dirham = 2, 975 gram. Maka dijumlahkan dengan perkalian menjadi ; 200 x 2,975 gram. = 595 gram.

Maka siapa saja yang telah memiliki 595 gram perak murni maka dia wajib mengeluarkan zakatnya .

Jumlah Zakat Emas Dan Perak

Jumlah zakat yang wajib dikeluarkan dari persatu nisab emas dan perak adalah Rub’ul ‘Usyr , atau 2,5 %. Dan hal ini telah disepakati oleh semua ulama sebagai zakat dari emas dan perak.

Imam Ibnu Qudamah – rahimahullah – berkata:

لا نعلم خلافا بين أهل العلم أن زكاة الذهب و الفضة ربع عشرهما وقد ثبت ذلك بقوله عليه السلام : في الرقة ربع العشر

“Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat antara Ulama, bahwa zakat emas dan perak adalah masing-masing  1/4 dari persepuluh kedunya, hal itu telah menjadi tetap dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ; “Pada perak Rub’ul ‘Usyr“. (Al-Mughni 3/7)

Walhasil, maka nisab dan zakat uang diukur dengan harga emas dan perak seperti yang telah disebutkan di atas , dan berikut contoh penerapannya:

Emas

Nisab emas = 85 gram. Jika harga persatu gram emas adalah Rp. 557.000.  maka tinggal dijumlahkan sebagai berikut;

85 gram  x Rp. 557. 000 = Rp. 47.345.000 .  Maka Empat Puluh Tujuh Juta Tiga Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah ini adalah nisab uang. Dan  zakat yang wajib dikeluarkan darinya sebanyak Rub’ul ‘Usyr ( 2,5 %). Dan 2,5% dari Rp. 47.345.000  adalah 1.183.625, dan inilah berarti zakat yang wajib dikeluarkan.

Perak

Nisab perak = 595 gram. Maka apabila harga persatu gram perak saat ini adalah Rp. 7.900, maka tinggal dijumlahkan sebagai berikut;

595 gram  x Rp. 7.900  = Rp. 4.700.500 .  Maka Empat Juta Tujuh Ratus Ribu Lima Ratus Rupiah ini menjadi nishab uang. Dan  zakat yang wajib dikeluarkan darinya sebanyak Rub’ul ‘Usyr ( 2,5 %). Dan 2,5% dari Rp. 4.700.500  adalah Rp. 117.512,5 , dan inilah berarti zakat yang wajib dikeluarkan.

Standar Nisab Uang Apakah Ke Emas ataukah Perak?

Setelah diketahui ada dua nisab yang berbeda pada emas dan perak, maka masalah berikutnya adalah menentukan salah satu dari dua nishab tersebut sebagai landasan nishab uang. Dan masalah ini telah ditelaah oleh jajaran Kibar Ulama Dunia yang menghasilkan fatwa bahwa nishab uang dipilih dari jumlah yang paling sedikit dari dua nishab yang ada. Dalam hal ini adalah perak.

Disebutkan dalam Al-Mausu’ah Fiqhiyyah dorar.net :

نِصابُ الأوراقِ النقديَّة، هو أدنى النِّصابينِ مِنَ الذَّهَبِ أو الفضَّة  ، وبهذا صدَرَ قرارُ المجمَعِ الفقهي التابِعِ لرابطةِ العالَمِ الإسلاميِّ  وقرارُ هيئةِ كبارِ العُلماءِ بالسعوديَّةِ  ، وهو أيضًا اختيارُ اللَّجنة الدَّائمة ، وابنِ باز ؛ وذلك مراعاةً لمصلحةِ الفُقَراء؛ إذ التقديرُ بأدنى النِّصَابينِ أنفعُ لهم؛ إذ به تجِبُ الزَّكاةُ على أكبَرِ عددٍ مِنَ المسلمينَ

“Nisab uang adalah jumlah yang paling rendah di antara dua Nishab emas dan perak, dan ini adalah fatwa resmi yang telah dikeluarkan  oleh Al-Majma’ulfiqhi Attabi’ Lirabithah Al-‘Alam Al-Islami, ketetapan dari Hai’ah Kibar Ulama Saudi Arabia, dan juga pendapat yang dipilih al-Lajnah al-Da’imah, dan oleh Syaikh Ibnu Baz.

Alasan mereka karena semata memperhatikan maslahat kaum faqir, karena menentukan Nishab dengan jumlah yang paling rendah dari dua Nisab lebih bermanfaat untuk mereka, karena dengan Nisab yang paling rendah ini juga kewajiban zakat menjadi lebih merata untuk dikeluarkan oleh kaum muslimin”.[1]

Sebagian ulama lainnya ada yang memilih emas sebagai landasan nisab uang, dan penulis lebih condong ke pendapat ini mengingat nisab perak jumlahnya belum dapat menetapkan orang yang memilikinya termasuk ke dalam kategori orang kaya, padahal, hal yang paling mendasar dalam zakat adalah mengambil harta dari mereka yang kaya dan mengembalikannya kepada mereka yang faqir dan miskin, sementara pada zaman ini, khususnya di indonesia, orang yang memiliki uang sejumlah Rp. 4.700.500 , mereka rata rata adalah orang yang belum terhitung kaya. Wallahu A’lam.


 

[1] Lihat Mausu’ah Fiqhiyyah dorar.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.