Akibat Mengaku Tahu Ilmu Gaib

Teduh.Or.Id – Kosa kata gaib dalam Al-qur’an disebutkan dalam Lima Puluh Enam tempat di antaranya adalah Firman Allah :

قل ﻻ يعلم من في السموت والأرض الغيب الا الله وما يشعرون أيان يبعثون

“Katakanlah (Wahai Nabi) tidak ada siapa pun yang di langit dan di bumi mengetahui hal gaib kecuali Allah dan mereka tiada menyadari kapan mereka dibangkitkan” [QS : An-Naml 65 ]

Dan dari sekian banyak jumlah bahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan gaib dalam Al-Qur’an adalah :

ما غاب عن الحواس وهو اﻷمر الذي ﻻ يعلمه اﻻ الله وﻻ يعلمه الرسول صلى الله عليه وسلم فضلا عن بقية الناس اﻻ من أطلعه الله على شيئ منه

“Sesuatu yang lenyap (tidak tersentuh) dari panca indra dan dia (gaib) adalah (semua) perkara yang tidak diketahui kecuali oleh Allah dan tidak diketahui oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terlebih lagi oleh orang-orang biasa kecuali orang-orang yang Allah memperlihatkan sedikit darinya kepadanya.” [1]

Sedangkan dalam Hadits pembahasan tentang gaib sangatlah banyak, diantaranya Hadits :

  ومن حدثك أنه يعلم الغيب فقد كذب وهو يقول لا يعلم الغيب الا الله

“Dan siapa saja yang berbicara kepadamu bahwa Ia (Nabi Muhammad) mengetahui Gaib maka sebenarnya ia telah berdusta sedangkan beliaulah yang bersabda tidak ada yang mengetahui gaib selain Allah.” [2]

Hukum Mengklaim Ilmu Ghaib

Maka siapa saja yang mengaku mengetahui hal gaib sebenarnya ia telah melampaui batas ketentuan Allah ‘Azza Wajalla, dan bahkan tidak berlebih jika ia disebut sebagai Thaghut

والطواغيت كثير ة ورؤسهم خمسة وذكر منهم ومن ادعى شيئا من علم الغيب

“Dan Thaghut itu banyak namun kepalanya ada lima – diantaranya adalah – Siapa saja yang mendakwa (ia mengetahui) sesuatu dari ilmu gaib” [3]

Al-’Allamah Ibnu Utsaimin Rahimahullah men-Syarh (menjelaskan) perkataan ini dan berkata:

فمن ادعى علمه فهو كافر لأنه مكذب لله عز وجل ولرسوله

“Maka siapa saja yang mendakwa (mengetahui) ilmu gaib maka ia kafir karena ia mendustakan Allah dan Rasulnya.” [4]

Sebagian orang menyangka bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengetahui Ilmu Gaib, dan anggapan ini tentu saja keliru sebab apa-apa yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alai Wasallam yang menyangkut perkara gaib semata karena Allah yang mewahyukannya dan bukan karena pengetahuan beliau secara individu sehingga tidak tepat dikatakan beliau mengetahui yang gaib.

Yang tepat untuk diyakini adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diberitahukan perkara gaib sebatas yang diwahyukan Allah saja kepada beliau dan selain dari itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak mengetahuinya.

قل ﻻ أقول لكم عندي خز ائن الله وﻻ أعلم الغيب وﻻ أقول لكم إني ملك إن أتبع ما يوحى الي

“Katakanlah (Ya Nabi) aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa di sisiku ada pundi-pundi kekayaan Allah dan aku tidak mengetahui gaib dan aku tidak mengatakan kepada kalian sesungguhnya aku adalah raja, aku hanya mengikuti apa yang telah diwahyukan kepadaku.” [QS: Al-An’am 50]


[1] Prof. Dr. Bassam Ali Salamah al-Amusy . الإيمان بالغيب Hal. 10 Cet. Daralmamoun Tahun 2010. Yordania. (versi Pdf)

[2] Hadits Riwayat Imam al-Bukhary No. 7380 Dalam Fathul Bary.

[3] Syarh Tsalatsatul Ushul Hal. 135 Cet. Dar ast-Tsurayya. (Versi Pdf)

[4] Syarh al-Ushuluts Tsalatsah Hal. 136 Cet. Dar ats-Tsurayya. (Versi Pdf)