Mewarnai Uban dengan Warna Hitam

Teduh.Or.Id – Pada dasarnya mewarnai rambut yang telah beruban adalah sebuah anjuran. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu beliau berkata, “Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

غيروا هذا الشيب، ولا تشبهوا باليهود، ولا بالنصارى

Rubahlah uban ini, dan jangan kalian memperserupai (diri) dengan yahdi dan nasrani.“”[1]

Dan anjuran merubah uban ini bersifat istihbab atau sunah, bukan wajib. Al-Syaukaniy rahimahullah berkata,

أن الأمر والنهي في ذلك ليس للوجوب بالإجماع، ولهذا لم ينكر بعضهم على بعض

Sesungguhnya perintah dan larangan dalam hal itu bukanlah perintah kewajiban menurut Ijma’, oleh karena itulah sebagian dari mereka (salaf) tidak saling mengingkari satu dengan yang lainnya.[2]

Hukum Mewarnai Uban dengan Warna Hitam

Mewarnai uban dengan hitam adalah masalah yang diperselisihkan antara para ulama. Tidak ada ijma’ atas keharamannya mewarnai dengan hitam. Dan berikut kami nukilkan ringkasan perbedaan ulama dalam masalah ini dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah,

“Para Fuqaha’ berbeda pendapat tentang hukum merubah warna uban dengan hitam. Al-Hanabilah, Al-Malikiyyah, dan Al-Hanafiyyah (selain Abu Yusuf) mengatakan makruh merubah warna dengan hitam kecuali dalam kondisi perang. Adapun dalam kondisi perang maka hukumnya boleh menurut ijma’, bahkan dalam kondisi seperti itu justru dianjurkan, berdasarkan sabda Nabi kepada Abu Quhafah (Ayahanda Abu Bakr radliyallahu ‘anhu) ketika beliau dihadirkan pada tahun Al-Fath, ketika itu beliau penuh dengan uban.

اذهبوا به إلى بعض نسائه فلتغيره ، وجنبوه السواد

Bawalah beliau ke sebagian istrinya agar mereka merubah warna ubannya, dan hindarilah warna hitam.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari berkata, “Sesungguhnya di antara ulama ada yang menilai rukhsah (boleh) mewarnai dengan hitam untuk para pejuang (jihad). Dan di antara sebagian mereka ada yang memandang rukhsah (boleh) secara mutlak, ada yang memandang rukhsah terbatas hanya untuk kaum lelaki saja, bukan untuk kaum perempuan. Para ulama yang memandang boleh merubah warna dengan hitam berdalil dengan beberapa dalil. Di antaranya.

Sabda Nabi ﷺ yang berbunyi,

إن أحسن ما اختضبتم به لهذا السواد ، أرغب لنسائكم فيكم ، وأهيب لكم في صدور أعدائكم

Sesungguhnya sebaik-baik warna untuk merubah warna uban kalian adalah hitam, itu lebih disukai istri kalian ada pada kalian, dan lebih menakutkan di dalam hati musuh-musuh kalian.

Dan Sebuah riwayat dari Umar bin al-Khathhab radliyallahu ‘anhu, sesungguhnya beliau pernah memerintahkan merubah warna uban dengan hitam. Beliau berkata,

هو تسكين للزوجة ، وأهيب للعدو

Dia (mewarnai dengan hitam) sebagai upaya menenangkan istri, dan menakuti musuh.”

Dan di antara dalil lainnya adalah atsar dari para sahabat.

Sesungguhnya sekelompok Shahabat Nabi ﷺ  mereka merubah warna dengan hitam, namun tidak ada nukilan terhadap mereka dari satu orang pun ketika itu. Di antara sahabat yang merubah dengan hitam adalah ‘Utsman, Abdullah bin Ja’far, Al-Hasan dan Al-Husain. Dan di antara yang merubah dengan hitam dan berpendapat dengannya adalah Muhammad bin Ishaq pemilik kitab Al-Maghaziy, Ibnu Abi ‘Ashim, dan Ibnuljauziy.

Dalil lainnya adalah apa yang yang berasal dari Imam Ibnu Syihab, beliau berkata,

كنا نختضب بالسواد إذ كان الوجه جديدا ( شبابا ) فلما نفض الوجه والأسنان ( كبرنا ) تركناه

Kami merubah warna uban dengan hitam pada saat memiliki penampilan wajah yang baru (maksudnya masih muda) namun manakala wajah mengerut dan gigi kami tanggal (maksudnya menjadi tua) kami menghentikannya.”

Dan Madzhab Al-Hanafiyyah memiliki pendapat lain yang membolehkan, walau pun itu diluar konteks perang. Dan inilah pendapat Abu Yusuf (seorang ulama tersohor Madzhab Al-Malikiyyah).

Madzhab Al-Syafi’iyyah memandang haram merubah warna uban dengan hitam kecuali selain untuk para pejuang perang jihad, berdasarkan sabda Nabi ﷺ yang berbunyi,

يكون قوم في آخر الزمان يخضبون بالسواد ، لا يريحون رائحة الجنة

 “Akan ada suatu kaum di akhir zaman nanti mereka merubah uban dengan hitam, mereka tidak akan mencium aroma surga,”

Dan dengan Sabda Nabi ﷺ  kepada Abu Quhafah yang berbunyi, “dan jauhilah hitam”, sedangkan kata perintah di sisi mereka adalah untuk pengharaman, dan dalam hal ini sama saja antara lelaki mau pun wanita, tetap haram di sisi mereka.” selesai[3]

Fatwa Ulama Lajnah Da’imah

Dalam hal ini Lajnah Daimah Saudi Arabia yang terdiri dari para ulama ahlussunnah dan terkenal keluasan ilmu mereka, memfatwakan tidak boleh mewarnai dengan warna hitam,

أما التغيير بالسواد الخالص: فلا يجوز، للرجال والنساء لقول النبي صلى الله عليه وسلم : غيروا هذا الشيب واجتنبوا السواد

Adapun merubah dengan warna hitam yang murni, maka tidak boleh, baik untuk kaum lelaki atau pun perempuan, berdasarkan dengan Sabda Nabi ﷺ yang berbunyi,”rubahlah uban ini dan jauhi warna hitam.[4]

Namun fatwa ini tidak secara jelas mengatakan haram, namun hanya mengatakan tidak boleh (laa yajuuz), dan pernyataan ini masih mengandung kemungkinan lain, seperti makruh misalnya.

Dan apabila benar penukilan bahwa sebagian salaf ada yang mewarnai dengan hitam tanpa ada pengingkaran dari yang lainnya maka pendapat jumhur ulama menjadikan kami lebih cendrung kepadanya. Bahwa hukum merubah uban dengan warna hitam adalah makruh.

Al-‘Allamah Ali Al-Qariy dalam kitabnya Jam’usy-Syamail Fi Syarhisy Syamail berkata,

ذهب أكثر العلماء إلى كراهة الخضاب بالسواد

Kebanyakan ulama berpendapat kepada makruh merubah uban dengan (warna) hitam.”

Dan bagi penuntut ilmu yang ingin menelaah lebih dalam masalah ini, kami anjurkan agar merujuk ke sebuah artikel khusus yang telah diterbitkan dalam forum www.ahlalhdeeth.com .

Wallahu A’lam.


Referensi: 

[1] Hadits Riwayat Ahmad No. 10472 Cet. Arrisalah dan Menurut tim Tahqiqnya hadits ini Hasan.

[2] Lihat Nailul-Authar (1/152) Maktabah al-Syamilah.

[3] Lihat Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah (2/281)

[4] Fatwa Lajnah Da’imah ini seperti yang dinukil Syaikh Al-Munajjid dalam islam.qa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.