Mereka Juga Ingin Masuk Surga

Teduh.Or.Id – Tugas dakwah adalah tugas yang sangat mulia, sehingga Allah memilih manusia terbaik di setiap zaman sebagai Nabi dan Rasul. Tugas utama mereka adalah mengajak manusia menyembah Allah semata dan tidak berbuat syirik, juga sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada tiap kaumnya.

Setelah Rasullah shallallahu alaihi wasallam sebagai penutup para Nabi wafat, maka tugas dakwah ini diemban oleh ummatnya. Dengan dakwah, kita bisa mengenal Islam yang penuh rahmat dan kasih sayang. Anda bisa bayangkan, kalau saja tidak ada juru dakwah dalam kurun waktu yang lama, bagaimanakah nasib umat manusia?

Seorang muslim yang baik, tentu saja akan selalu mengajak saudaranya sesama muslim menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Agar kelak mereka bisa melangkahkan kaki bersama dan beriringan masuk ke dalam surga.

Surga Allah, luar biasa luas dengan delapan pintu yang sangat lebar. Jarak antara satu sisi pintu dengan sisi lainnya adalah sejauh perjalanan dari Makkah ke kota Busro (Suriah) atau dari Makkah ke kota Hajar (Bahrain) atau dengan jarak tempuh 1200 Km. Dalam hadits yang lain disebutkan jarak antara kedua sisi pintunya adalah sejauh empat puluh tahun perjalanan. Sungguh luar biasa…

Apakah Surga yang sangat luas dan penuh kenikmatan tersebut hanya anda nikmati sendiri? Lalu bagaimana dengan saudara-saudara anda yang lain, apakah anda tidak ingin berkumpul bersama lagi di dalam Surga?

Masih banyak saudara-saudara kita yang belum memahami akan arti tauhid, akan arti syirik, akan arti ketaatan. Mereka masih terlalu sibuk dengan urusan dunia yang melalaikan, mereka masih terus ditiup setiap saatnya dengan angin sepoi-sepoi yang sangat melenakan. Sehingga mereka lupa bahwa surga sungguh benar adanya dan akhirat adalah pasti nyatanya.

Jangan egois untuk memonopoli surga sendirian, karena surga masih sangat luas. Jangan ingin masuk surga sendirian sehingga lupa dengan sahabat, tetangga, keluarga, guru, murid, dan masyarakat di sekitar anda. Ajak, rangkul, dan motivasi mereka agar kelak anda bisa masuk surga dengan bergandengan tangan.

فوالله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من أن يكون لك حمر النعم

Dan demi Allah, jika sekirannya seseorang mendapatkan hidayah karena perantaramu, maka itu lebih baik bagimu daripada Unta merah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Unta merah adalah kendaraan terbaik dan paling mahal harganya di zaman Rasulullah. Ini sebagai perumpamaan agar anda senantiasa menjadi pelopor dan motor penggerak dalam dakwah. Berikan sesuatu untuk umat, berikan pencerahan dan kebaikan kepada sesama.

Anda tidak akan bisa masuk surga secara gratis dan cuma-cuma. Perlu amal, butuh usaha, dan memiliki pahala. Semakin banyak amalan dan pahala anda, maka akan semakin tinggi derajatnya di surga kelak. Namun, amalan anda terancam sia-sia jika tidak adanya keikhlasan dan tidak mencontoh apa yang Rasullah contohkan dalam beramal.

Jadikan surga sebagai penyemangat anda, bahwa setelah kematian ada kehidupan yang lebih panjang dan kekal abadi selamanya. Kehidupan akhirat hanya terdiri dari dua pilihan, surga atau neraka. Kalau tidak masuk surga maka neraka tempatnya, dan bila tidak masuk neraka tentu surga tempat kembalinya. Sederhana bukan?

Nah, sebelum semuanya terlambat, dan sebelum datang penyesalan tiada arti. Maka saat ini, detik ini juga anda harus mempersiapakan diri dengan sebaik-baiknya. Pilihan ada di tangan anda, dan andalah penentu terbaik bagi kehidupan selanjutnya. Namun, jangan lupa dengan saudara anda yang lain, yakni keluarga, teman dan semuanya yang tentu anda cintai dan berikan penghormatan padanya. Karena sebagaimana anda yang menginginkan masuk surga, tentu mereka juga memiliki keinginan yang sama.


Oleh: Abdurrahman Al Maluky, Lc (Penulis adalah lulusan Universitas Islam Madinah)