Menyingkap Alasan Thoha dan Yasin Dijadikan Nama Nabi

Teduh.Or.Id -Thoha dan Yasin adalah dua nama yang sangat populer di masyarakat kita, mungkin sebab dari kedua nama ini dipilih oleh mereka karena ia termaktub dalam Ayat Al-Qur’an yang tafsirannya menurut mereka adalah sebagai nama lain dari Nabi ﷺ. Atau mungkin juga kedua nama ini populer karena ia disebutkan pula dalam bait syair yang legendaris yang awalannya berbunyi “Sholatullah Salaamullah ‘Ala Thoha Rasulillah,…

Namun apakah benar, Thoha adalah nama lain dari Nabi Muhammad ﷺ ?

Sebenarnya dalam surat Thoha, masalah ini telah diulas dan dikaji oleh para ulama tafsir. Di antara tafsiran yang muncul dan dikuatkan oleh Imam Ibnu Jarir al-Thabariy adalah tafsiran Thoha dengan makna “Wahai Lelaki” (Yaa Rajul) dan tafsiran ini dinilai – seperti yang disebutkan Al-Syaukaniy[1] rahimahullah – sebagai penafsiran terbanyak ulama atasnya.

Imam Al-Thabariy rahimahullah berkata,

والذي هو أولى بالصواب عندي من الأقوال فيه قول من قال: معناه: يا رجل، لأنها كلمة معروفة في عك فيما بلغني، وأن معناها فيهم: يا رجل

“Dan pendapat yang ia lebih utama benar di sisiku dari beberapa pendapat yang ada di dalamnya adalah pendapat yang berkata kalau maknanya adalah : “Yaa Rajul”(wahai lelaki), karena kata Thoha itu adalah kalimat yang telah diketahui dalam bahasa kabilah ‘Akka sesuai dengan yang telah sampai kepadaku bahwa maknanya disisi mereka adalah wahai lelaki“.[2]

Setelah menyebutkan sebuah bait syair arab sebagai bukti, beliau kemudian melanjutkan,

فإذا كان ذلك معروفا فيهم على ما ذكرنا، فالواجب أن يوجه تأويله إلى المعروف فيهم من معناه، ولا سيما إذا وافق ذلك تأويل أهل العلم من الصحابة والتابعين

“Maka apabila hal itu telah makruf dalam bahasa mereka atas apa yang telah kami sebutkan, maka wajib tafsirnya diarahkan kepada makna yang makfur dalam bahasa mereka tersebut, terlebih apabila hal itu cocok dengan tafsiran ahli ilmu dari kalangan Shahabat dan Tabi’in.”[3]

Beranjak dari tafsiran inilah kemudian terbentuk satu kesimpulan bahwa lelaki yang dimaksud dengan Thoha tidak lain adalah Nabi Muhammad ﷺ.

Imam Al-Syaukaniy rahimahullah berkata,

وقد حكى الواحدي عن أكثر المفسرين أن هذه الكلمة معناها : يا رجل ، يريد النبي صلى الله عليه وسلم قال : وهو قول الحسن وعكرمة وسعيد ابن جبير والضحّاك ، وقتادة ومجاهد وابن عباس في رواية عطاء والكلبي

“Dan Al-Wahidiy telah mengambil hikayat berita dari kebanyakan mufassir bahwa kalimat ini (Thoha) maknanya:”Wahai lelaki”, Nabi ﷺ yang dikehendaki dengannya, dan beliau Alwahidiy berkata: “Dan dialah pendapat Al-Hasan, ‘Ikrimah, Sa’id, Ibnu Jubair, Al-Dlahhak, Qatadah, Mujahid, dan Ibnu ‘Abbas dalam riwayat dari Atha’ dan Al-kalabiy”. [4]

Terlebih lagi ayat setelahnya dengan jelas menyebutkan huruf Kaaf yang petunjuknya kembali kepada Nabi ﷺ , Allah berfirman,

ما أنزلنا عليك القرآن لتشقى

Artinya: “Tiadalah kami turunkan atasmu (wahai nabi) Al-Qur’an ini agar kamu menjadi susah.” (QS: Thoha : 2)

Hal ini semakin menguatkan bahwa Thoha adalah Nabi Muhammad ﷺ . Namun pendapat tafsir ini tidak disepakati oleh mufassir lainnya seperti Imam Abu Hayyan dalam Al-Bahrulmuhith (6/224) dan Imam Ibnu ‘Asyhur dalam Attahrir Wattanwir (16/183) dan lebih jauhnya lihatlah kitab Mu’jamulmanahi Allafzhiyyah karya al-‘Allamah Bakr Abu Zaid 360.[5]

Mereka memilih menguatkan bahwa yang dimaksud dengan Thoha bukanlah nama Nabi dan bukan juga bermakna wahai lelaki, dan menyatakan kedua tafsiran ini lemah dan agak dipaksakan. Mereka menetapkan bahwa Thoha hanyalah huruf-huruf abjad yang terletak di awal beberapa surat dalam Al-Qur’an, dan pendapat ini adalah tafsiran yang dikuatkan juga oleh Syaikh Muhammad Al-Amin Al-Syinqithy.[6]

Selain berdalil dengan tafsiran ini, terdapat riwayat hadits yang menuturkan bahwa Thoha adalah nama lain dari Nabi ﷺ . Riwayat ini pun kemudian banyak tersebar untuk menguatkan pendapat tersebut.

Adalah Saif bin Wahb, menceritakan dari Abu al-Thufail radliyallahu ‘Anhu, beliau berkata; Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

إن لي عند ربي عشرة أسماء قال أبو الطفيل قد حفظت منها ثمانية محمد وأحمد وأبو القاسم والفاتح والخاتم والماحي والعاقب والحاشر قال أبو يحيى وزعم سيف أن أبا جعفر قال له إن الاسمين الباقيين يس وطه

“Aku memiliki sepuluh nama di sisi Rabbku,” Abu al-Thufail berkata; “Aku sebenarnya telah menghapal delapan dari sepuluh nama itu, Muhammad, Ahmad, Abulqasim, Al-Fatih, Al-Khatim, Al-Mahiy, Al-‘Aqib, dan Al-Hasyir.”

Kemudian Abu Yahya menjelaskan, “bahwa Saif bin Wahb mengira bahwa Abu Ja’far pernah berkata kepadanya sesungguhnya kedua nama yang tersisa belum disebutkan adalah Yasin dan Thoha.”[7]

Namun riwayat ini adalah riwayat yang palsu alias hoax sebagaimana itu disebutkan Imam al-Suyuthiy rahimahullah menukil dari Ibnu Dahiyyah/Dihyah, beliau berkata :

وهذا سند لا يساوي شيئا يدور على وضاع وهو أبو يحيى وضعيف وهو سيف

“Dan Sanad (riwayat ini) tidak berharga apa pun, ia berputar di atas para Wadlla’ (para pemalsu hadits) dalam hal ini dia adalah Abu Yahya, dan periwayat yang palsu, dalam hal ini adalah Saif.”[8]

Inilah alasan dari pendapat yang mengatakan bahwa Thoha dan Yasin adalah nama lain dari Nabi ﷺ , pertama dari simpulan tafsir dan kedua dari hadits namun hukumnya maudlu’ atau palsu.

Dari itu Imam Ibnulqayyim rahimahullah berkata,

وأما ما يذكره العوام أن يس وطه من أسماء النبي صلى الله عليه وسلم فغير صحيح ، ليس ذلك في حديث صحيح ولا حسن ولا مرسل ، ولا أثر عن صحابي ، وإنما هذه الحروف مثل: الم و حم و الر ، ونحوها

“Dan adapun apa yang disebutkan oleh orang awam bahwa Yasin dan Thoha bagian dari nama-nama Nabi ﷺ maka tidaklah benar, tidak ada dalam hal itu hadits yang shahih, pun juga Hasan, dan Mursal, dan tidak ada juga Atsar dari Shahabat, huruf-huruf ini hanyalah huruf yang ada di awal surat seperti “Alif Lam Mim, Ha Mim, dan Alif Lam Raa”, dan yang lainnya.”[9]

Dan pendapat inilah yang dikuatkan oleh Al-Faqih Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah dalam beberapa penjelasannya seperti dalam Syarh Riyadlushhalihin[10], dan Syarh Nazhm Al-Waraqat.[11]

Masalah ini juga telah dikupas dengan ilmiyyah dalam sebuah artikel yang berjudul نداء الله نبيه الكريم في آي الذكر الحكيم (Nida’ullah Nabiyyahulkarim Fi Ayidzzikrilhakim). [12]

Di mana penulisnya juga menyimpulkan hal yang sama dengan pendapat Ibnulqayyim rahimahullah di atas. Dan sebenarnya inilah yang lebih dekat kepada kebenaran terlepas dari perselisihan pendapat yang ada di dalamnya, bahwa Thoha dan yasin bukanlah nama lain dari Nabi Muhammad ﷺ. Wallahua’lam.

 


[1] Lihat Tafsir Fathulqadir , beliau disitu menyebutkan bahwa tafsiran ini adalah tafsiran yang paling banyak dari para ulama.

[2] Lihat Tafsir Al-Thabariy awal surat Thoha (18/268) al-Syamilah

[3] Tafsir Al-Thabariy (18/269)

[4] Fathulqadir (1/1059)

[5] Demikian yang disebutkan oleh Syaikh Doktor Badr bin Nashir Al-badr .

[6] Lihat Tafsir Adlwa’ulbayan (4/hal.4)

[7] Lihat Al-Kamil Fi Dhu’afairrijal Imam Ibnu ‘Adiy (4/509) dan Tarikh Dimasyq (3/29-29)

[8] Lihat Al-Riyadlul ‘Aniqah karya Imam al-Suyuthi (1/29-30)

[9] Lihat Tuhfatul Maudud Ibnulqayyim Hal. (127) al-Syamilah

[10] Lihat Syarh Riyadlush-Shalihin. Bab Al-Iqtishad Fith-Tho’ah (1/160) Al-Syamilah.

[11] Lihat Syarh Nazhm Al-Waraqat. Bab Al-Af’al Hal. (141-142)

[12] Artikel Ilmiyyah ini ditulis oleh Doktor Badr bin Nashir Al-Badr yang dimuat dalam Majallah Al-Buhuts Al-Islamiyyah dibawah naungan Komite fatwa Saudi Arabia. Bisa ditelaah melalui link ini :

http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=8664&PageNo=1&BookID=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.