Mengusap Kepala Tiga Kali ketika Wudlu’, Apa Hukumnya?

Mengusap kepada tiga kali adalah amalan yang disunnahkan dalam Madzhab Al-Syafi’iyyah, namun sebagian penceramah menilai jika hal itu tidak kuat dalilnya, sehingga banyaklah pengikutnya yang berkeyakinan jika mengusap kepala cukup hanya sekali saja, dan meyakini hal itulah yang Sunnah dan selainnya tidak atau bahkan mugkin dianggap Bid’ah.

Di sini kami ingin jelaskan bahwa ternyata mengusap kepala tiga kali ternyata dinyatakan hukumnya Sunnah juga oleh Syaikh Al-Muhaddits Nashiruddin Al-Albaniy Rahimahullah, dan ini sebagai faedah ilmiah untuk kita bersama agar kita lebih berhati-hati dalam menilai suatu amalan sebagai bid’ah atau tidak Sunnah.

Al-Muhaddits Al-Albany Rahimahullah berkata dalam kitab Tamamul Minnah (1/91) :

قوله :  ولم يصح مسح الرأس أكثر من مرة

“Perkataannya (penulis kitab Fiqhussunnah) : “Dan mengusap kepala lebih dari sekali tidak shahih (haditsnya).”

قلت : بلى قد صح من حديث عثمان رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه و سلم مسح رأسه ثلاثا أخرجه أبو داود بسندين حسنين وله إسناد ثالث حسن أيضا وقد تكلمت على هذه الأسانيد بشيء من التفصيل في ” صحيح أبي داود ” ( رقم 95 98 ) وقد قال الحافظ في ” الفتح ” : ” وقد روى أبو داود من وجهين صحح أحدهما ابن خزيمة وغيره في حديث عثمان تثليث مسح الرأس والزيادة من الثقة مقبولة ”  وذكر في ” التلخيص ” أن ابن الجوزي مال في ” كشف المشكل ” إلى تصحيح التكرير . قلت : وهو الحق لأن رواية المرة الواحدة وإن كثرت لا تعارض رواية التثليث إذ الكلام في أنه سنة ومن شأنها أن تفعل أحيانا وتترك أحيانا

Aku (Al-Albaniy) katakan : “Tidak demikian, sebenarnya dari hadits Utsman radliyallahu ‘anhu terdapat riwayat yang shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengusap kepalanya tiga kali, hadits (Utsman) ini dikeluarkan Abu Dawud dengan dua sanad yang keduanya Hasan, dan sanad yang ketiga darinya juga Hasan, dan aku telah membahas Sanad-Sanad ini dengan sedikit rinci dalam kitab “Shahih Abu Dawud” (No. 95,98),

dan Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fathulbariy; “Abu dawud telah meriwayatkan melalui dua wajah, Ibnu Khuzaimah dan yang lainnya telah menshahihkan salah satu dari keduanya, pada hadits Utsman terdapat menigakalikan usapan kepala sedangkan tambahan riwayat dari periwayat yang Tsiqah itu diterima.”

Dan beliau juga menyebutkan dalam kitab Attalkhish bahwa Ibnul Jauziy dalam kitab Kasyfulmusykil cendrung kepada menshahihkan riwayat mengusap berulang-ulang.

Saya (Al-Albaniy) katakan : Dialah yang hak, karena riwayat mengusap sekali walau pun banyak namun tidak bertentangan dengan riwayat menigakalikan, ketika pembicaraan ini dalam koridor Sunnah, maka urusannya berarti agar hendaknya kadang dilakukan dan terkadang ditinggalkan.[1]

Penjelasan Syaikh Al-Albaniy Rahimahullah di atas menjadi penguat bahwa mengusap kepala tiga kali adalah bagian dari Sunnah dalam berwudlu’ terlebih menigakalikan usapan kepala telah menjadi Madzhab yang Mu’tamad dalam madzhab Al-Syafi’iyyah, maka hendaknya berhati-hati memvonisnya sebagai Bid’ah yang sesat.

 


[1] Tamamulminah Fitta’liq Ala Fiqhissunah (1/91)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.