Mengenal Rukun Islam Kedua

Teduh.Or.Id – Sebuah bangunan pada umumnya memiliki tiang pondasi kuat yang berdiri disetiap bagian sudutnya, tanpa sudut bertiang, bangunan dipastikan akan mengalami kerobohan, demikianlah perumpamaan rukun dalam agama.

Oleh karenanya, dalam Hadits yang Shahih Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menerangkan kepada kita tentang Islam dengan bahasa perumpamaan sebuah bangunan, beliau bersabda; “Buniyal Islaamu” yang artinya, “Islam ini dibangun”.

Sudut atau Rukun Islam bentuknya berupa lima amal ibadah, pokok utamanya adalah meyakini dan mengikrarkan dua kesaksian dengan tulus, saksi akan keesaan Allah dalam ketuhanan, kekuasaan dan kesucian Nama serta Sifat, lalu berikutnya adalah kesaksian atas kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai utusan Allah yang terakhir.

Disana ada rukun lainnya, seperti mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa dibulan ramadhan, dan naik haji. Namun kesempatan kali ini, kami mengajak Anda sedikit mengenal lebih dalam tentang Rukun yang kedua dari agama Islam, yaitu mendirikan shalat.

Shalat urgensinya adalah sebagai pembeda antara identitas keislaman sejati seorang muslim dengan yang lainnya, sehingga jika ditinggalkan dengan sengaja atau malas dapat merubah status seorang muslim, yang tadinya adalah seorang yang baik dan shalih menjadi seorang yang fasik dan jahat dalam urusan agama, sebagian lainnya dari kalangan ulama, ada diantara mereka yang menyebut secara tegas dan lugas, bahwa seorang muslim dengan meninggalkan shalat dapat menjadikannya disebut sebagai orang yang kafir.

Rincian hukum ini bermula dari munculnya satu hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang menerangkan bahwa “Perjanjian antara kita dengan kekufuran ada pada shalat, siapa saja yang meninggalkannya sungguh dia telah kafir”.

Menguatkan makna kafir dalam hadits ini, seorang ulama tersohor pada zamannya, Abdullah bin Syaqiq (wafat 108 H) mengatakan, bahwa para Shahabat Nabi tidak memandang adanya satu amalan yang jika ditinggalkan lantas akan menjadikan seorang menjadi kafir selain meninggalkan shalat. Demikian juga dengan Ayyub As-Sikhtiyani beliau memandang meninggalkan shalat adalah satu kekafiran yang tidak diperselisihkan lagi.

Sekelompok Ulama Salaf dan Khalaf juga memiliki pandangan yang sama dalam hal ini, dan pendapat ini jugalah yang dianut oleh Ibnul Mubarok, Imam Ahmad dan Ishaq, dan Ishaq menukil adanya Ijma’ Ulama atas hal ini. Muhammad bin Nashr Almarwaziy mengatakan bahwa pendapat hukum ini adalah pendapat mayoritas Ahli Hadits.

Bila melihat dengan seksama ke hukum meninggalkan shalat diatas, nampaknya siapa saja dari kalangan orang Islam akan menjadi lebih berhati-hati dan lebih serius menjaga dan memperhatikan shalatnya, jika tidak maka dia bisa terancam sebagai orang yang kafir.

Selain itu, ternyata diantara sebab terjerumusnya orang kafir ke dalam Neraka adalah karena meninggalkan shalat, didalam Al-Qur’an Allah menceritakan sebuah dialog orang-orang kafir yang telah berada didalam Neraka, Allah berfirman dalam Surat Al-Muddatssir 42-43 yang artinya “Apakah yang memasukkan kalian berada dalam (neraka) Saqar?” – “mereka menjawab, Kami dulu bukanlah termasuk orang-orang yang Shalat.”

Gambar dari: http://mtf-online.com/wp-content/uploads/2014/04/shalat.jpg

2 thoughts on “Mengenal Rukun Islam Kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.