Mengenal Atsar (Hadits) Hewan Kurban Kena Aib Setelah Dibeli

 

Seorang berniat kurban, namun bukan kurban dari nadzar, ia berkurban karena ingin menghidupkan Sunnah seperti pada umumnya. Setelah dipersiapkan untuk disembelih,  tiba-tiba didapati hewan kurbannya cacat, padahal sebelumnya sempurna sesuai dengan syarat-syarat hewan kurban, apakah yang mesti dilakukan, apakah hewan ini sah dijadikan kurban dengan cacat yang terjadi mendadak tersebut? dan apakah ada Atsar dari Salaf yang menjelaskan kasus tersebut?

Bismillah Walhamdulillah..

Terdapat dua Atsar atau hadits yang menjelaskan kasus serupa:

Pertama Hadits Abu Sa;id Al-Khudry Radliyallahu ‘Anhu :

عن أبي سعيد الخدري قال ابتعنا كبشا نضحي به . فأصاب الذئب من أليته أو أذنه . فسألنا النبي صلى الله عليه و سلم . فأمرنا أن نضحي به

Dari Abu Sa’id Al-Khudry beliau berkata: “Kami telah membeli seekor kambing kibas untuk kami jadikan kurban, setelah itu srigala melukai bagian bokongnya atau telinganya, maka kami bertanya kepada nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau memerintahkan kami agar tetap berkurban dengannya.” (HR: Ibnu Majah 1/458/No. 3146 /Cet. Darussalam –Riyadl)

Al-‘Allamah Al-Busyairy rahimahullah (wafat 840. H) menyebutkan:

هذا إسناد ضعيف فيه جابر بن يزيد الجعفي وهو ضعيف وقد اتهم

Sanad ini Dla’if, di dalamnya ada Jabir bin Yazid Al-Ju’fy dan dia Dla’if, dan sungguh sebenarnya ia ini dituduh.[1]

Syaikh Al-Albany rahimahullah menghukuminya sangat lemah, beliau berkata:

ضعيف الاسناد جدا

Sanadnya Dha’if sekali[2]

Kedua adalah Atsar atau hadits yang merupakan ucapan dari Ibnuzzubair Radliyallahu ‘Anhuma:

 عن أبى حصين : أن ابن الزبير رضى الله عنهما رأى هدايا له فيها ناقة عوراء فقال : إن كان أصابها بعدما اشتريتموها فأمضوها وإن كان أصابها قبل أن تشتروها فأبدلوها

Dari Abu Hushain sesungguhnya Ibnuzzubair radliyallahu ‘Anhuma pernah melihat beberapa hewan Hadyu yang beliau miliki, di dalamnya terdapat seekor unta yang buta sebelah (‘Aura’) , beliau berkata: “Apabila ia terkena setelah kalian membelinya maka teruskanlah ia sebagai kurban, dan jika ia terkena sebelum kalian membelinya maka gantilah ia”.

Hadits ini dikeluarkan Imam Al-Baihaqy rahimahullah dalam Assunanul-Kubra No. 10546 dan No. 19668. Dan dinilai Hasan oleh Imam An-Nawawy rahimahullah, beliau berkata:

وأما الاثر عن ابن الزبير فصحيح رواه البيهقي باسناد صحيح

Dan adapun hadits dari Ibnuzzubair maka Shahih, telah diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dengan Sanad yang Shahih”[3]

Demikian, maka kasus hewan kurban yang terkena aib setelah ditentukan sebagai hewan kurban penyelesaiannya dapat dikembalikan ke pendapat Ibnuzzubair Radliyallahu ‘Anhuma di atas, dan untuk lebih detilnya dapat dibaca dalam tulisan kami sebelumnya: (  https://www.teduh.or.id/hewan-kurban-terkena-aib-sebelum-disembelih/  )

Semoga bermanfaat.


[1] Mishbahuzzujajah Fi Zawaid Ibnu Majah (3/227)

[2] Dla’if Ibnu Majah

[3] Al-Majmu’ Syarhulmuhadzzab (8/363)

Comments

comments