Membuat Video Prank untuk Menakuti Orang Lain

Teduh.Or.Id – Video prank, atau keisengan untuk mengerjai orang, ada banyak jenisnya. Namun yang menjadi bahasan utama di sini adalah video prank yang jenisnya membuat orang lain takut, dan atau membuatnya sedih. Bagaimanakah hukumnya?

Bismillah Walhamdulillah,

Sebagaimana diketahui prank pada dasarnya adalah usaha menjahili atau ngerjain orang lain yang sengaja direkam dengan tujuan sebagai hiburan untuk orang-orang yang menonton videonya, dan prank ini semakin marak setelah vlog menyerang masyarakat sosmed secara luas.

Prank yang isinya membuat orang lain takut adalah haram, Nabi ﷺ bersabda,

لا يحل لمسلم أن يروع مسلما

Tidak halal seorang muslim menakut-nakuti muslim.[1]

Menurut Imam Abu Ja’far al-Thahawiy (wafat 321.H) bahwa hadits ini adalah hadis yang me-naskh atau menghapus hadis lainnya yang membolehkan bercanda walau pun membuat orang lain takut. Setelah menyebutkan hadits ini, beliau berkata,

فكان ذلك تحريما منه لمثل ذلك، ونسخا لما كان قد تقدمه , مما ذكرناه في هذا الباب

Maka hal itu sebagai pengharaman darinya (Nabi ﷺ ) dan Naskh untuk hadis-hadis yang mendahuluinya, (yakni) hadis-hadis yang membolehkan yang telah kami sebutkan dalam bab ini.”[2]

Menakut-nakuti seorang muslim haram walaupun hal itu dilakukan tidak serius. Imam al-Munawiy Rahimahullah berkata:

ولو هازلا لما فيه من الإيذاء

Walaupun tidak serius, karena mempertimbangkan (unsur) menyakiti yang ada padanya.”[3]

Adapun prank yang materinya membuat orang lain menjadi sedih juga hukumnya tidak boleh. Nabi ﷺ bersabda,

إذا كنتم ثلاثة فلا يتناجى اثنان دون الآخر حتى تختلطوا بالناس من أجل أن يحزنه

Apabila kalian bertiga maka janganlah dua orang saling bercakap dengan diam-diam tanpa melibatkan yang lainnya, karena demi membuatnya bersedih sampai kalian berbaur dengan orang-orang.[4]

Menurut Imam al-Nawawiy rahimahullah larangan dalam hadis ini adalah larangan yang bermakna haram.[5]

Membuat seorang muslim takut dan sedih tanpa direkam kamera video yang artinya jangkauannya hanya sebatas antara orang yang melakukan dan korban saja diharamkan, maka apalagi jika bentuknya adalah direkam lalu disebar luaskan ke sosmed yang dapat ditonton oleh ribuan mata untuk ditertawakan dan kadang di satu sisi itu dilakukan untuk mendapat keuntungan harta atau pun ketenaran, maka tentu hal ini menjadi lebih-lebih berat karena kerusakan yang ditimbulkannya.

Wallahu A’lam.


[1] Hadits Riwayat Abu Dawud, dinilai Shahih Syaikh Al-Albaniy Rahimahullah

[2] Lihat Syarh Musykil al-Atsar (4/309-310) cet. Muassasah al-Risalah.

[3] Lihat ‘Aunul Ma;bud Syarh Sunan Abi Dawud (13/347) cet. Maktabah al-Salafiyyah Madinah al-Munawwarah.

[4] Hadits Riwayat Bukhariy dan Muslim

[5] Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj (14/167)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.