Memahami Hadits ; “India Akan Diperangi”

Hadits tentang India akan diperangi maksudnya di sini adalah hadits berikut ini,

عن ثوبان, مولى رسول الله  صلى الله عليه وسلم , قال: قال رسول الله  صلى الله عليه وسلم : عصابتان من أمتي, أحرزهما الله من النار: عصابة تغزو الهند, وعصابة تكون مع عيسى ابن مريم عليهما السلام

Dari (Shahabat Nabi) Tsauban Maula Rasulillah –shallallahu ‘alaihi wasallam – beliau berkata; Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam – pernah bersabda ; “Ada dua kelompok Ishobah dari ummatku akan dijaga oleh Allah dari neraka; sekelompok yang memerangi Al-Hindi, dan sekelmpok yang bersama Isa putra Maryam ‘Alaihimassalam (memerangi Dajjal).”

Faedah : Ishobah dalam hadits ini adalah sekelompok orang mulai dari jumlah 10 sampai 40 orang. (Faidlul Qadir 4/317).

Hadits ini Shahih, dikeluarkan Imam Annasa’i dalam Sunan Annasa’i Al-Mujtaba. (No.3176.) Hadits ini juga telah ditakhrij Al-Albaniy Rahimahullah dalam Silsilah al-Shahihah  (No. 1934.) dan Syaikh Ali Adam Al-Ityufi juga menilainya Shahih dalam syarhnya atas Sunan Annasa’i yang bernama Dzakhiratul ‘Uqba. (26/297).

Lalu siapakah yang dimaksudkan dengan sekelompok ummat islam yang memerangi India dalam hadits ini?

Sebagai jawaban, maka perlu diketahui, bahwa memastikan secara detil waktu dan nama tokoh yang disebutkan dalam hadits membutuhkan dalil khusus lainnya untuk menentukannya, jika tidak maka khawatir seorang terjatuh ke dalam pembicaraan tanpa ilmu, dan jelas hal itu adalah ketercelaan.

Imam Al-Qurthubi – rahimahullah – berkata ;

أن ما أخبر به النبي صلى الله عليه وسلم من الفتن والكوائن أن ذلك يكون وتعيين الزمان في ذلك من سنة كذا, يحتاج الى طريق صحيح يقطع العذر

“Sesungguhnya fitnah-fitnah dan peristiwa-peristiwa yang telah diberitakan Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – bahwa itu semua benar-benar akan terjadi, namun penentuan waktu dalam hal itu terjadi pada tahun sekian, membutuhkan jalan yang shahih yang dapat memutus ke’udzuran (maksudnya ada alasan kuat untuk tidak disalahkan ketika menentukannya). ” (Attadzkirah fii Ahwalil Mautaa Wa Umuril Akhirah 1/628).

Syaikh Muhammad bin Ahmad Almuqaddam menjelaskan ;

  إن تنزيل النصوص الشرعية المتعلقة بالفتن والملاحم على ما يقع من النوازل مع القطع بذلك دون شك ولا تردد؛ من الرجم بالغيب، ومن القول على الله بغير علم، وقد قال تعالى: ولا تقف ما ليس لك به علم

“Sesungguhnya meletakkan naskah-naskah syariat yang berhubungan dengan fitnah-fitnah akhir zaman dan Al-Malahim ke atas apa yang terjadi dari pada peristiwa-peristiwa penting masa kini (nawazil) dengan memutuskan dengan itu tanpa keraguan dan tanpa plin plan adalah bagian dari Arrajm Bilghaib (menebak perkara yang ghaib) dan termasuk ke dalam pembicaraan atas Allah dengan tanpa ilmu, dan sungguh Allah telah berfirman ; (yang artinya) “Dan jangan engkau ikuti apa yang tidak kamu ketahui ilmu tentangnya.” (Fiqh Asyrathussa’ah (1/271)

Beliau juga menjelaskan;

لقد كان من هدي السلف ـ رحمهم الله تعالى ـ أنهم لا يُنَزِّلون أحاديث الفتن على واقع حاضر؛ وإنما يَرَوْنَ أصدق تفسير لها، وقوعها مطابقة لخبر النبي ـ صلى الله عليه وسلم

“Sebenarnya adalah bagian dari petujuk generasi Salaf – rahimahumullah – mereka tidak meletakkan hadits-hadits tentang fitnah akhir zaman ke atas peristiwa yang berlangsung saat itu, dan yang mereka melihat tafsir yang paling tepat untuknya hanyalah kejadiannya kelak sebagai penyesuaian dengan kabar nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam -. (Fiqh Asy-rathussa’ah 1/272)

Ketentuan ini juga meliputi tetang penentuan waktu dan sekaligus tokoh yang terdapat dalam hadits di atas, yaitu Ishabah dari ummat nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang akan memerangi India, siapakah mereka? Dan kapankah peristiwanya?.

Pertanyaan tersebut tidak ada yang mampu menjawabnya dengan jawaban pasti, kecuali disertai dengan dalil lain yang shahih yang menjelaskannya dengan jelas. Apalagi akan sampai mengaitkannya secara pasti ke atas persitiwa di India baru-baru ini, maka jelas sikap itu adalah bagian dari cocoklogi.

Demikian, Wallahu A’lam.

Musa Abu ‘Affaf, ‘Afallahu ‘Anhu.

One thought on “Memahami Hadits ; “India Akan Diperangi”

  • March 23, 2020 at 4:31 pm
    Permalink

    Lagi pula apa yg disebut dengan India itu ? Apakah republik india yg sekarang ini? Ataukah negara yg berkebudayaan india? Karena yg terkenal dari khazanah masa pasca nabi wafat yg dimaksud dengan india adalah kerajaan sriwijaya dan mataram kuno di nusantara. Mohon yg punya ilmu bisa menjelaskan hal ini.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.