Meluruskan Pikir Para Pembela Charlie Hebdo

Kafir Quraisy dulu tidak mau menyebut nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan sebutan Muhammad yang maknanya mengandung pujian dan kebaikan, di mana nama tersebut juga memang sesuai dengan realita yang ada pada pribadi Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Allah ‘Azza Wajalla berfirman;

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS : Al-Qalam 4)

Akan tetapi mereka menyebutnya dengan inisial Mudzammam. Kata Mudzammam sendiri memiliki makna yang buruk, padahal mereka sendiri sebelumnya telah mengakui ketinggian akhlak budi pekerti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , itu terbukti dengan gelar Al-Amin yang telah mereka sematkan untuknya.

Sehingga kapan saja mereka mendapatkan moment untuk meluapkan kebencian mereka kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka akan menyebut Mudzammam sebagai objek pelampiasan olok-olok, caci maki dan laknat.

Dengan begitu – secara tidak sadar – sebenarnya caci maki dan laknat tersebut tidak pernah tepat sasaran ke Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, namun mengarah ke yang lain, yaitu si Mudzammam, sosok ilusi yang mereka ciptakan sendiri.

Hal ini dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda;

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم ؟ يشتمون مذمما ويلعنون مذمما، وأنا محمد

Dari Abu Hurairah – Radliyallahu ‘Anhu – beliau berkata ; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Tidakkah kalian takjub bagaimana Allah memalingkan cacian dan laknatan Qurisy dariku!?, Mereka mencaci maki dan melaknat Mudzammam , sedangkan aku adalah Muhammad”. (HR. Bukhari 3533)

Karikatur Charlie Hebdo

Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur olok olok kepada Nabi Muhammad  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hanya sebuah bentuk pengulangan sejarah dari sikap bejat dan rendah kafir quraisy tempo dulu, yang olok-olok itu sebenarnya tidaklah mencerminkan secuil pun dari hakikat kepribadian Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam baik secara fisik mau pun perilaku.

Namun apakah dengan demikian kemudian berarti boleh-boleh saja membuat karikatur olok-olok kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam!?, toh juga isi dan realitanya tidak seperti itu !?

Begini, Antara perbuatan olok-olok dan tepatnya sasaran target dari olok-olokan itu ataukah tidak, memang adalah dua hal yang berbeda, namun tidak saling melengkapi untuk kemudian sah disebut sebagai perendahan dan olok-olok.

Mengolok-olok itu sendiri adalah tindakan perendahan secara utuh, terlepas dari isi olokan tersebut targetnya tepat atau tidak ke orang yang diolok. Dan hal ini telah disepakati oleh akal sehat. Sehingga tidak ada satu pun orang yang berakal sehat di atas tanah ini yang mensyaratkan suatu olok-olokan itu sah menjadi sebuah perendahan bila olok-olokan tersebut sesuai adanya dengan orang yang diolok.

ketika seorang memaki orang lain dengan gambar babi misalnya, maka semua orang tau, bahwa orang itu adalah manusia dan bukanlah seekor babi. Namun orang tersebut pasti akan tersinggung dikatakan babi, karena ia tahu hal itu adalah perendahan, cacian dan makian.

Maka betapa rusaknya pikiran orang-orang yang menyuarakan agar ummat Islam jangan marah atas charli hebdo dan prancis yang telah mencetak karikatur olok-olok terhadap Nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, hanya dengan alasan bahwa karikatur tersebut sama sekali tidak mencerminkan hakikat diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebuah alasan yang membuat akal menertawainya.

Maka dari itulah mengolok-olok Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap dianggap sebagai dosa yang sangat besar dan bahkan pelakunya di hukum bunuh, meskipun isi olok-olokan tersebut tidak sesuai dengan realita diri Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

——————————-

Bekasi/ Musa Mulyadi Abu ‘Affaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.