Madlaya Wujud Blokade Jahiliyyah

Kelaparan yang menimpa penduduk Madlaya (baca: Madhooyaa) Suriah adalah bencana kemanusiaan yang sangat memilukan di era ini, era dimana banyak manusia lebih haus dengan minyak dan pulsa sehingga urusan pangan sudah bukan lagi menjadi persoalan yang serius disebagian besar negara maju dan kaya.

Kota Madlaya yang dihuni oleh kurang lebih 40 ribu keluarga dan di dominasi oleh wanita, lansia dan anak –anak, tertimpa kelaparan hebat setelah pasokan makanan ke kota itu di hentikan oleh rezim otoriter Basyyar Asad semenjak enam bulan lalu.

Seperti dilansir oleh banyak media timteng, dan photo photo yang menyebar melalui sosmed seperti twitter dan Facebook menggambarkan tingkat krisis makanan di kota tersebut sangatlah berat. Korban meninggal dunia karena kelaparan mulai berjatuhan, walau pun ada diantara penduduk yang terpaksa memakan kucing bahkan anjing dan dedaunan untuk menyambung hidup mereka, namun cuaca dingin dikota Madlaya tidak akan sanggup ditanggung dengan keadaan perut kosong dan kekurangan gizi tingkat tinggi.

Strategi blokade ini nampaknya adalah strategi terbaru yang ditempuh oleh ganasnya rezim otoriter Basyyar Asad dan para sekutunya untuk melumpuhkan warga sipil Suriah yang tak bersenjata dan tak bersalah.

Persitiwa ini sendiri mengingatkan kita pada persitiwa blokade yang dipernah dilakukan oleh suku suku Arab Makkah untuk melumpuhkan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan pengikut beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam Zaadul Ma’aad sepintas menyebutkan, pada bulan Muharram tahun ke 7 dari awal dakwah Nabi (Bi’tsah), penduduk Makkah melakukan boikot kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan pengikutnya selama 3 tahun.

Blokade ini bukan hanya dalam bentuk makanan dan minuman, namun juga blokade dalam bentuk komunikasi, pernikahan dan hubungan sosial, sehingga betapa berat kala itu ujian yang dijalani oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para Shahabatnya.

Sampai tulisan ini diturunkan, kebenaran berita kelaparan dan blokade Madlaya masih belum dapat dipastikan oleh Palang Merah International seperti yang dilansir dalam berita ini.  Sebab sejak dua bulan yang lalu suplai makanan menurut mereka telah mengalir ke Madhaya.

Akan tetapi jika saja blokade Madlaya benar sehingga mengakibatkan dampak kelaparan yang hebat, maka sungguh hal itu adalah strategi yang sangat kejam dan biadab. Dan kita saat ini yang masih dalam keadaan aman serta cukup pangan harus berdoa kepada Allah agar semua bencana yang menimpa kaum muslimin di berbagai belahan dunia saat ini terkhusu penduduk Madlaya segera di dihentikan.

Oleh : Abu Affaf