Lima Kunci Gaib

Teduh.Or.Id – Pada tulisan lalu telah dipaparkan secara singkat tentang hakikat ilmu gaib dan hukum orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib, bagi pembaca yang belum membacanya bisa menyimak dampak dari ilmu gaib.

Sesuatu yang gaib itu benar adanya namun hakikatnya ditutupi oleh Allah Yang Maha Kuasa, karena itulah kemudian hal gaib disebut memiliki kunci sebagai isyarat bahwa gaibnya sesuatu bukan berarti tidak ada yang memiliki ilmu untuk menyingkapnya, akan tetapi justru menegaskan bahwa ada Allah ‘Azza Wajalla yang menguasai kunci tabir gaib tersebut.

Kunci ilmu gaib hanya Allah yang mengetahuinya, sebagaimana telah disebutkan oleh Allah dalam al-Qur’an, Allah berfirman :

وعنده مفاتح الغيب ﻻ يعلمها الا هو

 “Dan di sisiNya (Allah) kunci-kunci gaib tidak ada yang mengetahuinya selain Dia.” [QS: al-An’am 59]

Kunci kunci gaib tersebut juga dipaparkan lebih rinci dalam Ayat lainnya, Allah berfirman:

إن الله عنده علم الساعة وينزل الغيث ويعلم ما في اﻷرحام وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما تدري نفس بأي أرض تموت إن الله عليم خبير

“Sesungguhnya di sisi Allah ilmu tentang kiamat dan Allah menurunkan hujan dan mengetahui apa-apa yang ada di dalam rahim-rahim dan tiadalah jiwa mengetahui apa yang akan ia usahakan esok hari, dan jiwa tidak mengetahui di bumi manakah ia akan mati, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [QS: Luqman 34]

Ayat inilah kemudian yang dimaksud sebagai Lima kunci gaib oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

 مفاتح الغيب خمس

 “Kunci-kunci gaib ada Lima,” (kemudian beliau membaca Ayat 34 dalam surat Luqman di atas.) [HR: Bukhary No. 4627 dalam Fathul Bary/ Jilid 10/ Hal. 118/ Cet. Dar Thayyibah]

Rincian Lima kunci gaib dalam Ayat tersebut juga disebutkan maksudnya oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

مفاتح الغيب خمس ﻻ يعلمها اﻻ الله : ﻻ يعلم ما في غد اﻻ الله وﻻ يعلم ما تغيض الأرحام اﻻ الله وﻻ يعلم متى يأتي المطر أحد اﻻ الله وﻻ تدري نفس بأي أرض تموت وﻻ يعلم متى تقوم الساعة اﻻ الله . رواه البخاري

 “Kunci-kunci gaib ada lima yang tidak diketahui kecuali hanya oleh Allah : Tidak ada yang mengetahui apa pun pada esok hari kecuali Allah, dan tidak ada yang mengetahui apa pun yang diselubungi rahim-rahim kecuali oleh Allah, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan hujan datang kecuali Allah, dan tidak ada jiwa yang mengetahui dibumi manakah ia akan mati, dan tidak ada yang mengetahui kapan kiamat terjadi kecuali Allah.” [HR: Bukhary. No. 4697 Fathul Bary. / Jilid 10 / Hal. 258/ Cet. Dar Thayyibah.]

Kelima hal yang terkait dengan gaib tersebut sejatinya bukanlah satu peristiwa yang nadir terjadi kita saksikan, bahkan turunnya hujan selalu kita bisa nikmati, namun tidak pernah bisa dipastikan oleh manusia, kita hanya mampu sekedar memberikan prediksi.

Apa yang terjadi esok dan apa yang akan kita lakukan pun adalah misteri, betapa banyak orang merencanakan sesuatu diesok hari, namun sebelum mentari terbit ia telah mati.

Jika kita melihat antrian ibu hamil disebuah rumah bersalin, maka para suami mereka dan juga ahli medisnya hanya mampu memberikan prediksi dan sisanya tetap akan berada dalam cawan gaib.

perkara perkara yang sering kita saksikan tersebut walau pun tidak jauh dari kita secara kasat mata, namun ternyata ada kegaiban dibaliknya yang kuncinya hanya milik Allah semata. lalu bagaimana dengan hari kiamat ? sesuatu yang belum pernah sama sekali kita saksikan, tentu saja lebih layak untuk disebut sebagai gaib bahkan yang sangat gaib.