Kita Lebih Pantas Takut

Teduh.Or.Id – Allah telah mengharamkan surga untuk siapa saja yang melakukan dosa Syirik Besar dan mati dalam keadaan Musyrik. Allah berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya siapa saja yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka Allah mengharamkan baginya surga, dan tempat kembalinya adalah Neraka dan tiadalah penolong-penolong untuk orang-orang yang zalim.”  (QS: Al-Maidah 2)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah memberikan peringatan penting kepada seluruh manusia akan bahaya Syirik Besar, sehingga siapa saja kelak menjumpai Allah dengan mati membawa dosa Syirik Besar niscaya akan masuk Neraka.

من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقيه يشرك به دخل النار

“Siapa saja yang menjumpai Allah tidak dalam keadaan mempersekutukan-Nya dengan apa pun dia masuk surga, dan siapa saja yang menjumpai-Nya (Allah) dalam keadaan mempersekutukan-Nya dia masuk Neraka.” (HR: Muslim)

Dan ternyata Khalilullah Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam berdoa agar terhindar dan dijauhkan dari Dosa Syirik, sebagaimana Allah telah menyebutkannya :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan Ketika Ibrahim berkata; Ya Rabbi jadikanlah negeri ini aman dan jauhkanlah diriku dan anak-anakku dari menyembah berhala” (QS: Ibrahim – 35)

 Jika seorang Nabi saja berlindung kepada Allah agar diri dan keluarganya terhindar dari menyembah berhala yang merupakan bentuk kesyirikan besar. Maka siapa saja tentunya – selain Nabi – lebih pantas untuk takut dan berlindung dari kesyirikan.