Kematian Yuyun, Mahasiswi UGM, Ibu Dosen, dan Warga Aleppo dalam Sorotan Islam

Gadis itu bernama Yuyun, seperti yang ramai diberitakan media, ia mati terbunuh setelah sebelumnya diperkosa bergilir oleh sekelompok pemuda yang dalam kondisi mabuk.

Feby Kurnia Nuraisyah Siregar, mahasiswi Universitas Gadjah Mada, juga mati terbunuh ditangan terduga seorang pemuda.

Seorang ibu Dosen juga meregang nyawa di tangan mahasiswanya sendiri, peristiwa ini juga sempat diberitakan luas oleh media bertarap nasional.

Di Aleppo Suriah sana, satu kota yang konon adalah kota kelahiran para Ulama dan orang Saleh juga warganya banyak meninggal dunia termasuk anak anak dan kaum hawa ditangan militer gabungan Rusia dan Pemerintah setempat.

Pembunuhan Dalam Islam

Islam mengecam keras pembunuhan atau menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak. Perbuatan ini terhitung sebagai dosa besar di sisi Allah ‘Azza Wajalla.

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ

“Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah kecuali dengan yang hak”. (QS: Al-An’am 151 dan Al-Isra’ 33.)

Terlebih apabila yang dibunuh tersebut adalah seorang yang beriman. Allah akan memurkai pelakunya dan akan menyiksanya.

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan siapa saja yang membunuh seorang yang beriman dalam keadaan sengaja maka balasannya (neraka) Jahannam walhal ia kekal di dalamnya dan Allah murka atasnya dan melaknatnya dan Allah telah menyediakan baginya siksa yang besar.” (QS: an-Nisa’ 93)

Dan seorang yang tidak beriman pun tidak dibenarkan membunuhnya kecuali dengan sebab yang hak atau dibenarkan, dari itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 من قتل معاهدا لم يرح رائحة الجنة وإن ريحها توجد من مسيرة أربعين عاما

“Siapa saja yang membunuh Mu’ahad maka ia tidak akan mencium aroma surga sedangkan aromanya bisa didapat dari jarak Empat puluh tahun.” (HR: Bukhari dari Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.)

Al-mu’ahad yang dilarang membunuhya dan ada ancaman keras terhadap pelaku perbuatan tersebut adalah seperti yang disimpulkan oleh Al-hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah, mereka adalah:

من له عهد مع المسلمين سواء كان بعقد جزية أو هدنة من سلطان أو أمان من مسلم

“Setiap non muslim yang memiliki perjanjian bersama kaum muslimin dalam apa pun bentuknya termasuk seperti akad Jizyah, atau Akad Hudnah (Gencatan senjata untuk berdamai) dari penguasa, atau berupa jaminan keamanan dari seorang muslim.” ( Fathul Bary Jilid 16. Hal. 125. Cetakan Dar Thayyibah. Riyadh Saudi Arabia.)

Semua itu menunjukkan dengan sangat jelas, sejelas siang hari yang disinari mentari tak berawan. Bahwa Islam sangat mengecam pembunuhan dalam semua bentuknya tanpa hak dan sangat mengharamkannya lebih dari sekedar kecaman konsep HAM yang kadang pincang dan buta, dan kerap pilih tebang untuk tegas mengatakan HAM. Seperti yang kita saksikan hari ini, HAM itu diam saat ratusan nyawa muslim di Aleppo dengan sengaja dihilangkan tanpa alasan yang adil. Semoga Allah mengampuni kaum muslimin yang telah wafat di mana pun mereka berada. Amiin.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى أله وأصحابه أجمعين

.