Kegunaan Daun Bidara Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Teduh.Or.Id – Semua Nabi dan Rasul –Alaihimush Shalatu Wa Taslim- adalah manusia pilihan, terlebih Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah penghulu para Nabi. Syariat yang beliau bawa adalah pedoman hidup sempurna untuk semua manusia. Bukan sekedar urusan yang menjurus kepada perkara ukhrawi semata, bahkan dalam urusan keduniawian pun demikian, sehingga sempurnalah beliau sebagai manusia terbaik Rahmatan Lil ‘Alamin.

Jika demikian adanya, maka pilihan Nabi atas satu bahan atau benda tertentu adalah yang terbaik, meskipun itu belum dapat dipahami keunggulannya oleh para peneliti terkait bahkan bisa jadi hingga saat ini. Dan di antara hal tersebut ialah Sidr, atau yang kita kenal dengan daun Bidara. Dan berikut ini keunggulan daun bidara (Sidr) yang penting untuk diketahui:

Daun Bidara disebutkan dalam Al-Qur’an

Ternyata kata Sidr yang berarti Bidara telah diabadikan didalam Al-Qur’an tepatnya dalam surat Al-Waqiah Ayat – (27- 28) Allah berfirman yang terjemahnya sebagai berikut:

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu, berada di antara pohon Bidara yang tidak berduri”

Tersebutnya pohon Bidara di dalam Ayat tersebut sebagai tempat untuk penghuni surga menunjukkan keutamaan yang terdapat didalamnya, sebab balasan baik Allah untuk hamba-hamba-Nya yang taat sudah barang tentu adalah sesuatu yang teramat sangat istimewa dan tak bisa dibandingkan dengan yang sekedar “sesuatu banget “ di dunia ini.

Bidara Menjadi Sabun Yang Terbaik

Zaman Nabi adalah era terbaik secara mutlak, baik dunia atau pun akhirat. Mengenai belum adanya sabun berbusa ketika itu bukanlah berarti sebagai tanda kemunduran dan dianggap keterbelakangan alias primitif. Mengapa demikian? Ternyata dizaman tersebut, sabun telah diperkenalkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai pelengkap mandi, dan yang pasti bahannya tidak menggunakan zat penimbul busa seperti pada zaman ini. Dan sabun yang dimaksud adalah daun Sidr atau Bidara.

Hal tersebut ditunjukkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah Hadits:

Artinya: “Hendaknya engkau mengambil air dan daun bidara, kemudian dia bersuci dan menyempurnakan mandi bersucinya. Selanjutnya, engkau menyiramkan air dari atas kepalamu lalu menggosok-gosoknya dengan kuat sehingga air membasahi seluruh kulit kepalamu. Bila telah basah seluruh kulit kepalanya, maka hendaknya engkau menyiramkan air keseluruh badanmu. Bila telah selesai, ambillah sepotong kain atau kapas yang telah dibubuhi minyak misik (wangi), kemudian dia bersuci dengannya. Asma’ kembali bertanya : “Bagaimana caranya aku bersuci dengan kain atau kapasnya?” Beliau bersabda: “Subhanallah, bersucilah dengannya”. Aisyah memahami bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa risih untuk menjelaskan lebih detail, maka ia segera memberikan penjelasan kepada saudarinya Asma’ “Engkau mengusapkan kain/kapas itu ke area yang terkena darah haidh.” (HR Imam Muslim.)

Betapa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam Hadits tersebut telah menunjuk secara langsung kegunaan daun Bidara sebagai bahan untuk membersihkan diri atau mandi disamping memakai air, dan sebaik-baik petunjuk tentunya adalah petunjuk Nabi dan sekali lagi membuktikan keunggulan dari daun Bidara itu sendiri.

Dalam peristiwa berbeda namun masih dalam konteks yang sama, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan para Shahabat untuk memandikan jenazah seorang jamaah haji yang wafat karena kecelakaan yang dialaminya saat menunggang untanya, beliau bersabda, artinya: “Mandikanlah dia dengan air dan Sidr (Daun Bidara) (HR.Bukhari Muslim)

Dalam hal yang begitu sakral sekalipun, yakni memandikan jenazah, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam masih tetap memerintahkan kita untuk menggunakan daun Bidara sebagai bahan pembersih alami, dan ini sekaligus merupakan petunjuk akan keunggulan daun Bidara dibanding dengan bahan lainnya.

Sebagai Obat

Selain daunnya, Pohon Bidara juga memiliki buah yang bermanfaat, nama buahnya dalam bahasa Arab adalah An-Nabqu. di antara manfaat buah ini adalah untuk mengobati sakit perut dan membersihkan lambung, dan juga bergizi untuk badan dan membangkitkan selera makan. Demikian menurut Imam Ibnul Qayyim – Rahimahullah – dalam kitabnya Thibbun-Nabawi.

Hmm.. setelah mengetahui keunggulan pohon Bidara ini rasanya ingin cepat-cepat menanam di halaman rumah atau di pinggir jalan supaya bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat. Namun, bagi anda yang sulit mendapatkannya, saat ini banyak daun bidara yang sudah berbentuk olahan untuk mempermudah penggunaan. Insya Allah hal demikian tetap terjaga mujarabnya daun Bidara.

Nantikan artikel kegunaan daun Bidara dalam terapi pengobatan sihir, Insya Allah di website kesayangan kita ini.