Jika Hatimu Keras Inilah Penawarnya

Keras hati adalah akhlak tercela, Allah berfirman;

اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَه لِلْاِسْلَامِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّه فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)?  Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”(QS: Azzumar 22)

Hati yang membatu menurut tafsiran Imam Ibnu Kastri – rahimahullah –  maksudnya adalah :

فلا تلين عند ذكره ، ولا تخشع ولا تعي ولا تفهم

“Hati yang tidak bisa lembut ketika berdzikir kepada Allah, dan tidak bisa khusyuk, tidak bisa mengerti dan paham”(Tafsir Ibnu Katsir Surat Azzumar 22)

Hati yang keras dengan makna ini tentu sangat berbahaya atas seorang muslim, karena hidup atau matinya kesadaran dan amal saleh bergantung pada hati, jika hati rusak dan kondisinya membatu maka akan sunyilah seorang dari amal saleh, dan ini dapat membuatnya jauh dari Allah, dan jauh dari Allah adalah kemalangan yang sangat menakutkan.

Dalam hadits yang derajatnya dipertentangkan oleh para ulama hadits antara Hasan atau Dha’if, disebutkan;

وإن أبعد الناس من الله القلب القاسى

“Sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (Lihat Takhrijnya dalam Silsilah Al-Dha’ifah No.920)

Agar hati berubah menjadi lunak menerima kebaikan, nasehat, dan takut kepada Allah, maka amalkanlah hal-hal berikut ini;

  1. Ziarah Kubur

Nabi ﷺ pernah bersabda:

نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإن في زبارتها تذكرة

“Aku sebelumnya melarang kalian ziarah kubur, maka sekarang ziarahilah, sesungguhnya pada ziarah kubur ada peringatan”. (HR; Abu Dawud dan Ahmad)

  1. Berbuat Ihsan Kepada Orang-Orang Lemah

Nabi ﷺ pernah bersabda:

إن أردت أن يلين قلبك فأطعم المسكين وامسح برأس اليتيم

“Jika kamu mau melembutkan hatimu, maka berilah makan orang miskin, dan usaplah kepada yatim.” (HR: Ahmad, dan Albaihaqi, dan Almundziri. Al-Albani menilainya Hasan dalam Shahih Al-Jami’).

  1. Berteman Dengan Orang Saleh

Allah ‘Azza Wajalla berfirman;

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.” (QS Alkahfi 28)

Kita adalah makhluk peniru, dan makhluk yang cepat beradaptasi dengan kawan dan lingkungan, maka berkawanlah dengan orang saleh, dan berilmu, agar diri kita dapat menyerap kebaikan dari mereka dan berakhlak seperti mereka sehingga hati pun menjadi lembut.

  1. Bacalah Al-Qur’an

Allah ‘Azza Wajalla berfirman:

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

“Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.”  (QS; Al-Hasyr 21)

Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang paling mudah dan sangat dahsyat pengaruhnya terhadap hati jika seorang membacanya dengan ikhlas dan Tadabbur. Jika gunung saja menjadi khusyuk jika Al-Qur’an diturunkan atasnya maka hati kita yang tercipta dari daging tentu lebih utama untuk lekas menjadi lembut dan khusyuk.

Semoga bermanfaat.

Musa Abu ‘Affaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.