Jangan Salah Memilih Olive Oil

Teduh.Or.Id – Makanan yang digoreng adalah momok bagi sebagian mereka yang sudah mulai menata diri untuk menjalanai hidup lebih sehat. Pasalnya, sebagian besar makanan yang diolah dengan digoreng menggunakan minyak sayur atau minyak sawit. Divonis sebagai kontributor banyak resiko penyakit, minyak jenis ini mulai ditinggalkan oleh mereka yang sungguh-sungguh berkomitmen untuk hidup sehat. Kebanyakan dari mereka mulai beralih kepada penggunaan olive oil atau populer dalam bahasa Indonesia disebut minyak zaitun.

Olive oil adalah cairan yang diambil dari buah zaitun. Buah zaitun sendiri berasal dari kawasan Mediterania. Negara paling banyak memproduksi olive oil adalah Spanyol, diikuti Italia dan Yunani. Olive oil mengandung gizi yang baik untuk tubuh. Orang yang mengonsumsinya memiliki resiko yang sangat rendah terhadap serangan penyakit. Tetapi tidak seluruh jenis olive oil bisa dikonsumsi. Untuk menghindari salah dalam penggunaan minyak tersebut, mari kita kenali jenis-jenis olive oil berikut ini.

1. Extra Virgin Olive Oil

Oilve oil jenis pertama ini adalah olive oil kualitas terbaik dan wajar kalau harganya sangat mahal. Sesuai dengan namanya, olive oil jenis ini tidak melalui proses refinery. Ini berarti tidak ada pemcampuran zat apapun dan tanpa proses pemanasan sedikitpun. Extra virgin olive oil ini mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan juga banyak mengandung mineral dan vitamin. Extra virgin olive oil memiliki warna hijau keemasan, rasanya sedikit pahit dan memiliki kandungan asam yang sangat rendah.

Anda musti berhati-hati dengan olive oil jenis ini karena tidak direkomendasikan untuk dipakai memasak. Extra virgin olive oil tidak boleh bertemu dengan suhu yang panas karena sifatnya yang mudah menyulut api. Selain mudah menyulut panas, olive oil jenis ini akan rusak kandungannya ketika bertemu dengan suhu panas walaupun hanya sekedar menumis sayuran, Tetapi, extra virgin olive oil aman untuk langsung dikonsumsi. Biasanya olive oil jenis ini digunakan dalam proses dressing penyajian salad, dressing roti atau tambahan dalam makanan dingin.

“Demi buah tin dan zaitun.”
{At-Tin (95):1}

Oliveoil minyak zaitun teduh
Campurkan minyak zaitun pada menu makanan Anda.
2. Virgin Olive Oil

Mungkin dari segi nama, olive oil jenis ini tidak jauh berbeda dengan jenis yang sebelumnya. Terdapat perbedaan walaupun hanya sedikit. Virgin olive oil ini mengandung asam yang lebih tinggi. Dan olive oil jenis boleh digunakan untuk proses memasak seperti menumis sayuran. Tetapi, karena tidak melalui proses refinery (penyulingan) sangatlah tidak dianjurkan untuk menggoreng makanan.

3. Refined Olive Oil

Kebanyakan olive oil jenis ini ditemukan di toko-toko bahan makanan khas India atau Timur Tengah. Sesuai dengan namanya, olive oil jenis ini melalui proses refinery. Dengan begitu, terdapat campuran zat lain dan melalui proses pemanasan sebelumnya. Refined olive oil sangat boleh digunakan untuk memasak bahkan untuk menggoreng makanan. Karena telah melalui proses refinery, olive oil jenis ini tidak lagi mengandung antioksidan dan tidak ada kandungan yang lainnya sebanyak yang bisa didapatkan di dalam virgin olive oil. Walaupun demikian, olive oil jenis masih jauh lebih baik dibadingkan minyak sawit.

Baca Juga: https://www.teduh.or.id/mengenal-keju-menu-baru-sosialita/

4. Pure Olive Oil

Hati-hati dengan olive oil jenis ini karena sangat tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi atau digunakan untuk memasak. Pure olive oil adalah campuran antara virgin olive oil dan refined olive oil. Pure olive oil tidak memiliki kandungan gizi apabila dikonsumsi. Dan jangan coba-coba Anda memanaskan pure olive oil. Hal itu akan menyebabkan bau yang tidak sedap bahakan bisa menghilangkan selera makan kita. Olive oil jenis ini biasanya digunakan untuk kosmetik seperti menyuburkan rambut dan memelihara kecantikan kulit.

Mulai sekarang jangan keliru ya memilih olive oil. Pilihlah sesuai kebutuhan. Dan teliti melihat jenis olive oil yang tertera di kemasan. Semoga bermanfaat.

“Makan dan berminyaklah dengan zaitun karena ia berasal dari pohon yang diberkahi.”
{H.R. Tirmidzi}