Jangan Entengkan Urusan Bersuci, Ini Resikonya

Bersuci untuk shalat adalah perkara wajib dan sangat penting, jika seorang muslim melalaikannya maka ibadah shalatnya tidak akan sah dan tidak akan diterima, bahkan terancam dengan siksa yang pedih.

Namun tetap saja ada oknum dari kaum muslimin yang tidak begitu memperhatikan masalah ini, sehingga kadang wudhu’nya blepotan tak sesuai syarat dan rukun, dikarenakan ia sebelumnya tidak pernah belajar dengan serius masalah wudhu’, ketika pelajaran wudhu’ dia malas-malasan dan mengentengkannya, kadang ada yang nyeletuk, “bosan, itu itu terus pak ustadz.”

Padahal begini Nabi ﷺ bersabda;

لا يقبل الله صلاة بغير طهور ولا صدقة من غلول

“Allah tidak akan menerima shalat dengan tanpa bersuci dan tidak akan menerima sedekah dari harta haram”. (HR: Muslim dan lainnya)

Sampai-sampai tumit yang tidak rata dibasuh ketika wudhu’ saja diancam dengan neraka, Nabi ﷺ bersabda;

ويل للأعقاب من النار

“Neraka Wael bagi tumit-tumit” (HR: Bukhari)

Tentu ini menunjukkan betapa pentingnya urusan bersuci ini, dan bukan masalah kaleng-kaleng. Disebutkan lagi dalam satu hadits bahwa tidak beres dalam bersuci dari kencing dapat menyebabkan siksa kubur,

عن ابن عباس قال مر رسول الله -صلى الله عليه وسلم- على قبرين فقال « إنهما يعذبان وما يعذبان فى كبير أما هذا فكان لا يستنزه من البول وأما هذا فكان يمشى بالنميمة

“Dari Ibnu ‘Abbas beliau berkata; “Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – pernah melewati dua kuburan maka beliau bersabda; “Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah mereka berdua disiksa pada perkara yang besar, adapun yang ini maka ia tidak bersuci dari kencing, dan adapun yang ini maka ia berjalan dengan menyebarkan adu domba”. (HR: Abu Dawud).

Dan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhuma beliau berkata;

عن عبد الله يعني ابن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال أمر بعبد من عباد الله يضرب في قبره مائة جلدة فلم يزل يسأل ويدعو حتى صارت جلدة واحدة فامتلأ قبره عليه نارا فلما ارتفع عنه وأفاق قال علام جلدتموني قال إنك صليت صلاة بغير طهور ومررت على مظلوم فلم تنصره

“Dititahkan seorang hamba dari hamba Allah agar dipukul di dalam kuburnya seratus kali cambukan, maka ia terus memohon dan meminta diringankan hingga akhirnya menjadi satu kali cambukan.

Maka kuburnya penuh dengan api, dan ketika siksa telah terangkat dan telah usai, ia berkata; “Atas dasar apa kalian mencambukku?”. Mereka menjawab; “Sungguh kamu dulu pernah shalat akan suatu shalat tanpa bersuci, dan ketika engkau melewati orang yang dizhalimi maka kamu tidak menolongnya.”.

Hadits ini diriwayatkan Al-Mundziri dalam Attarhib Wattarghib, dan Syaikh Al-Albani menilainya Hasan Lighairih , lihat Takhrijnya dalam Al-Silsilah al-Shahihah 2774.

Maka waspadalah dengan urusan bersuci, jangan lagi mengentengkannya, dan jangan coba-coba. Wallahu A’lam.

Musa Abu ‘Affaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.