Isteri Nabi Luth Lesbian ?

Dalam Al-Qur’an disebutkan, Isteri Nabi Luth termasuk dalam catatan orang yang tertimpa siksa. Satu Ayat lainnya menyebutkan, Isteri Nabi Luth adalah contoh berkhianatnya seorang wanita kepada suaminya walau pun ia bersuami seorang Nabi. Mungkin beranjak dari hal itu, kemudian sebagian orang menyangka Isteri Nabi Luth Lesbian.

فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Artinya: “kemudian Kami selamatkan Dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; Dia Termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” [Qs: Al-a’raf – 83]

Menafsirkan Ayat ini, Imam Abu Ja’far Ath-Thabary menerangkan;

فإنها كانت للوط خائنة وبالله كافرة.

“Maka sesungguhnya (Isteri Nabi Luth) adalah pengkhianat Luth dan ia Kafir kepada Allah”.

Setelah menyebutkan beberapa pendapat tafsir berbeda lainnya terkait Ayat ini, Imam Ibnu Katsir berkata;

والأظهر أنها لم تخرج من البلد ولا أعلمها لوط  بل بقيت معهم

“Dan yang paling Adzhar (nampak jelas kebenarannya) sesungguhnya isteri Nabi Luth tidak ikut keluar dari negeri tersebut, dan tidak juga Nabi Luth memberitahukannya (untuk keluar), akan tetapi ia menetap tinggal bersama mereka (kaum Nabi Luth).”

Menukil dari Imam Muqatil, Imam Al-Qurthuby dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Isteri Nabi Luth bernama Waali’ah, Riwayat lainnya dari Imam Adh-Dhahhak dari Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, menyebutkan bahwa ia bernama Waalihah.

Pengkhiatan yang dilakukan oleh Isteri Nabi Luth bukan karena dia ikut menjadi seorang penyuka sesama jenis, namun karena ia telah melakukan persengkokolan bersama kaum Nabi Luth dengan menunjukkan kepada mereka prihal keberadaan tamu-tamu Nabi Luth, sehingga mereka datang menemui tamu tamu tersebut.

Karena Isteri para Nabi dijamin kesuciannya dari perbuatan Faahisyah (zina) termasuk lesbi. Imam Al-Qurthuby menyebutkan Satu riwayat dari Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma terkait persoalan ini, beliau berkata:

ما بغت امرأة نبي قط

“Tidak ada seorang pun dari isteri Para Nabi yang berzina”.

dan masalah ini adalah satu bentuk kesepakatan (Ijma’) Ahli Tafsir, bahwa tidak ada isteri para Nabi yang berzina, apalagi selingkuh dengan sesama jenis. Imam Al-Qurthuby berkata:

وهذا إجماع من المفسرين فيما ذكر القشيري إنما كانت خيانتهما في الدين وكانتا مشركتين

“Dan ini adalah Ijma’ dari para Mufassir sebagaimana yang telah disebutkan oleh Al-Qusyairy. Sesungguhnya pengkhianatan kedua wanita itu (isteri Nabi Nuh dan Isteri Nabi Luth) adalah dalam urusan Agama dan keduanya adalah wanita Musyrikah.”

Akhir kata, Isteri Nabi Luth mendapat siksa bukan karena dia lesbian, namun dia tidak beriman kepada Allah dan bersekongkol dengan kaum Sodom, dan inilah bentuk pengkhiantan yang dilakukannya sehingga ia tertimpa siksa. Wallahu A’lam.

Abu ‘Affaf