Islam: Agama Dengan Pertumbuhan Tercepat Di Dunia

Serangan teror terhadap Amerika Serikat (AS) lewat penghancuran gedung World Trade Center tahun 2011 lalu telah mengubah arah kebijakan negara adidaya itu terutama dalam bidang politik dan pertahanan keamanan. Sampai kemudian gerakan “War on Terror” atau perang terhadap teror mereka dengungkan sebagai reaksi atas aksi yang sudah terjadi. Terlepas dari berbagai teori konspirasi yang menyelimuti berbagai peristiwa setelahny, apa yang AS lakukan pada akhirnya justru lebih banyak merugikan Islam dan umat muslim di berbagai belahan dunia.

Perang memberantas teror versi AS bahkan terus berlangsung hingga saat ini, dan tak terbayang korban yang berjatuhan karenanya. Sampai akhirnya belum lama ini muncul laporan studi dari Physicians for Social Responsibility (PSR) di Washington DC, mempublikasikan bahwa sejak hadirnya kebijakan perang teror versi AS, paling tidak ada 1,3 juta sampai 2 juta muslim karenanya. Nafeez Ahmed, jurnalis di MiddleEastEye.net, mengatakan studi PSR tidaklah sembarangan karena grup tersebut digawangi oleh para pakar diantaranya Dr. Robert Gould, director of health professional outreach and education di Universitas California San Fransisco Medical Center, dan Professor Tim Takaro dari Faculty of Health Sciences di Simon Fraser University.

Menurut Nafeez laporan PSR itu belum menyertakan korban di negara konflik seperti seperti Afganistan dan Iraq. Jika kedua negara tersebut turut dihitung maka paling tidak ada tambahan 4 juta muslim yang terbunuh sejak tahun 1990an, baik secara langsung atau akibat jangka panjang dari sebuah perang. HIngga akan terkumpul total 6 jutaan leibh muslim yang terbunuh dari peperangan yang diintervensi AS maupun sekutunya, seperti Inggris Raya.

Kita pun tak bisa melupakan pembantaian yang terjadi di negara yang muslimnya minoritas, penjajahan zionis di Palestina, atau kebiadaban pemimpin diktator seperti di Suriah. Jika semua dapat dihitung tentu akan muncul angka kematian yang sangat besar. Hal itu membawa kita pada rasa sedih bercampur geram. Tentu kita berupaya melakukan yang terbaik agar saudara kita yang menjadi korban dan teraniaya bisa meraih kedamaian hidup. Minimal kita berdoa kepada Allah agar mereka diberi kebaikan dan kesabaran sebagaimana kita juga berharap hal yang sama.

Dan Allah selalu menyiapkan rencana terbaik di balik setiap peristiwa yang terjadi. Tuduhan teroris, diskriminasi sebagai minoritas, fitnah media dan berbagai upaya untuk menghancurkan agama penuh damai ini justru bagai counter attack bagi para musuh Islam. Pemberitaan buruk tentang Islam yang memenuhi sudut-sudut surat kabar, portal berita atau jadi bagian trending topic di sosial media seakan jadi wadah “promosi” gratis. Walaupun sebagian orang senang akan informasi negatif tentang Islam, akan tetapi bagi mereka yang Allah beri taufik untuk berpikir kritis justru menjadikan informasi tersebut sebagai pintu untuk berkenalan dengan Islam.

Banyak orang yang kini terbuka matanya terhadap agama Islam. Dari awalnya tidak tahu menahu tentang Islam, sekarang menjadi tertarik dengan Islam. Mereka mencari tahu, belajar dan mendalami tentang “Apa itu Islam?”. Label “agama teroris” yang disematkan para pendengki tidak menghalangi pencari kebenaran untuk menggali lebih dalam mencari wujud asli Islam. Hingga akhirnya di ujung pencarian itu ikrar syahadat mereka lakukan, bertambahlah saudara kita yang diberi hidayah oleh Allah. Bertambahlah jumlah kaum muslim sehingga menjadikan Islam semakin bertumbuh dari hari ke hari.

Pertumbuhan agama Islam pun dirasakan di dunia barat hingga sampai ke AS, negara yang dianggap bertanggung jawab terhadap tingginya angka kematian umat Islam akibat perang yang ikut serta di dalamnya. Berdasarkan studi dari Pew Research Center, lembaga penyelenggara survei dan studi demografis di AS, dinyatakan bahwa saat ini Islam merupakan agama dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Pew Resaearch memperkirakan umat Islam bertumbuh dari jumlah 1,6 miliar muslim (tahun 2010) menjadi 2,76 miliar muslim di tahun 2050. Dimana pada tahun tersebut sepertiga dunia adalah mereka yang, Insyaa Allah, mentauhidkan Allah dan beribadah kepadaNya.

Pertumbuhan Islam di Dunia
Pertumbuhan Islam di Dunia

Prediksi dari Pew Research juga menyebutkan bahwa umat Nasrani, masih akan menjadi agama terbesar pada tahun 2050, meski pertumbuhannya tidak semasif agama Islam. Jumlah pemeluknya hanya bertambah dari 2,17 miliar menjadi 2,92 miliar orang di rentang waktu yang sama. Namun bila kita melihat bergesernya tingkat keyakinan generasi muda Nasrani di Eropa maupun Amerika, yang memilih menjadi seorang ateis atau agnostik, maka amat mungkin prediksi tersebut meleset.

Salah satu faktor yang menyebabkan Islam bisa menjadi agama dengan pertumbuhan tercepat adalah banyaknya jumlah kaum muda muslim, yang berada pada rataan usia 23 tahun (di tahun 2010). Dan pada saat yang sama, usia rata-rata umat agama lain secara keseluruhan ada di angka 30 tahun. Usia kaum muslimin jelas sangat produktif dan ada di fase awal terbentuknya keluarga dan generasi baru.

Faktor usia tadi dikombinasikan dengan tingginya kesuburan dan kelahiran kaum muslimin. Pemeluk Islam memiki rataan jumlah anak tertinggi dibandingkan agama besar lainnya di dunia. Dimana setiap wanita muslim memiliki rataan jumlah 3,1 anak per wanitanya, agama terbesar Nasrani hanya 2,7 anak per wanitanya, sementara agama lainnya memiliki total 2,3 anak per wanitanya. Dan sekali lagi ketika kita melihat rusaknya moral budaya umat non-muslim di dunia barat yang menyenangi seks bebas, tak terikat pernikahan ditambah ideologi LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender) maka akan kelahiran mereka dapat semakin menurun. Allahu Akbar.

Mengetahui prediksi pertambahan kaum muslimin itu tentu saja membuat kita bersyukur, karena dengannya semakin banyak orang yang beribadah kepada Allah. Meski tetap saja itu hanya sebuah prediksi buatan manusia yang lemah, sementara rahasia ghaib tentang masa depan ada di sisi Allah Yang Maha Kuasa. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa yang terbaik. Kesedihan kita mengetahui banyaknya saudara seiman yang dibunuh, dizalimi, dianiaya, berpadu dengan kegembiraan menyambut kehadiran saudara-saudara kita yang baru. Sungguh banyak hikmah yang bisa kita ambil dari takdir peristiwa yang Allah telah tetapkan.

Dan semoga banyaknya jumlah tidak membuat kita lalai dari kewajiban untuk belajar ilmu agama dan selalu fokus pada tujuan akhir di akhirat nanti. Sehingga kita bisa terhindar dari sabda tentang keadaan umat di akhir zaman ini. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang banyaknya umat Islam, (yang artinya): “Sebentar lagi akan muncul umat-umat yang berkerumun (memperebutkan) kalian seperti berkerumunnya orang-orang yang makan pada piringnya. Maka seseorang bertanya:, “Apakah karena kami sedikit pada waktu itu?” Rasulullah menjawab, “Bahkan jumlah kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih ombak di lautan. Dan sungguh-sungguh Allah akan mencabut rasa gentar di hati musuh-musuh kalian, kemudian Allah benar-benar akan melemparkan wahn ke dalam hati-hati kalian,” Maka seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?” Rasulullah menjawab, “Cinta dunia dan benci pada kematian.” (Disahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Ash shahihah 958).

Sumber:

http://edition.cnn.com/2015/04/02/living/pew-study-religion/

http://www.middleeasteye.net/columns/unworthy-victims-western-wars-have-killed-four-million-muslims-1990-39149394

http://www.pewforum.org/2015/04/02/religious-projections-2010-2050/pf_15-04-02_projectionsoverview_populationchange_310px-2/

http://www.pewresearch.org/fact-tank/2015/04/23/why-muslims-are-the-worlds-fastest-growing-religious-group/

Oleh: Dimas Ronggo