Inikah Format Pembagian Daging Kurban?

Teduh.Or.Id – Pembagian daging hewan kurban jika dibagi dalam format tiga bagian dengan jatah sepertiga untuk masing-masing Insyallah akan lebih utama, ini sesuai dengan yang difatwakan oleh Imam Ahmad seperti yang dinukilkan oleh Ibnu Qudamah :

قال ابن قدامة في المغني
. قال أحمد: نحن نذهب إلى حديث عبد الله – ابن مسعود – يأكل هو الثلث ويطعم من أراد الثلث، ويتصدق على المساكين بالثلث، وعن ابن عمر قال: الضحايا والهدايا ثلث لك وثلث لأهلك وثلث للمساكين، وروي عن ابن عباس في صفة أضحية النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: ويطعم أهل بيته الثلث ويطعم فقراء جيرانه الثلث ويتصدق على السؤال بالثلث، رواه الحافظ أبوموسى الأصفهاني في الوظائف، وقال: حديث حسن.

Ibnu Qudamah berkata di dalam al-Mughny : “Imam Ahmad pernah berkata: “Kami berpendapat dengan hadits Abdullah bin Mas’ud, (pemilik kurban ia) memakan sepertiga dan memberikannya sepertiga ke siapa yang ia kehendaki dan ia bersedekah atas orang-orang miskin dengan sepertiga, dan dari Ibu Umar ia berkata: “hewan kurban dan al-Hadyu sepertiganya untuk kamu, dan sepertiganya untuk keluargamu dan sepertiga untuk orang-orang miskin, dan telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dalam sifat berkurbannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ia (Ibnu Abbas) berkata: “Dan ia berikan kepada keluarganya sepertiga dan ia berikan kepada para faqir dari jajaran tetangganya sepertiga dan ia bersedekah atas permintaan (orang yang butuh) sepertiga, riwayat Ibnu Abbas ini telah diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Musa al-Ashfahany dalam (kitab) al-Wazha’if dan ia berkata: “Hadits yang Hasan.” [1]

Riwayat-riwayat yang disebutkan di atas telah ditelaah kembali oleh Syaikh Abdul Aziz ath-Tharify dalam kitabnya at-Tahjiil, [1] beliau berkata:

Adapun Atsar (riwayat) dari Ibnu Umar Radliyallahu ‘Anhu, telah diceritakan oleh Ibnu Hazm dalam (kitab) al-Muhalla : (7/270-271/Cet. al-Muniriyyah) dari jalur Waki’ dari Ibnu Abi Rawwad dari Nafi’ dari Ibnu Umar beliau berkata: “Hewan kurban dan al-Hadyu (hewan Hadiah untuk Ka’bah) sepertiga untuk keluargamu dan sepertiga untuk dirimu dan sepertiga untuk kaum miskin.” Dan Sanadnya Hasan, Abdul Aziz bin Abi Rawwad adalah periwayat yang dibicarakan hukumnya, Ibnu Hibban telah membahas Ibnu Abi Rawwad pada periwayatannya dari Nafi’. namun Haditsnya dibawa ke atas hukum yang Istiqamah (lurus atau baik) selama tidak ada periwayat lain yang menyelisihi riwayatnya.

Adapun Atsar (Riwayat) Ibnu Mas’ud Radliyallahu ‘Anhu telah disebutkan oleh Sa’id bin Abi ‘Arubah dalam kitab : Kitabul Manasik (101) dan melalui Sa’id bin Abi ‘Arubah oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab al-Mushannaf (4/1/152) dan diriwayatkan oleh ath-Thabrany dalam kitab Mu’jamul Kabir (9/342) dan oleh al-Baihaqy dalam kitab al-Kubra (5/240) dan oleh Abu Yusuf dalam al-Atsar (126) dan oleh Ibnu Hazm dalam kitab al-Muhalla (7/270) dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Ibnu Mas’ud : “Beliau konon mengirim unta dengan dititipkan ke ‘Alqamah dan beliau (‘Alqamah) tidak menahan diri dari perkara-perkara yang terlarang atas seorang yang berihram (haji) kemudian beliau memerintahkan ‘Alqamah apabila telah sampai ke tujuannya agar bersedekah dengan sepertiga dan memakannya sepertiga dan agar mengirimnya ke anak saudaranya yakni Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud sebanyak sepertiga. Dan Sanadnya Shahih.

Dan telah dikeluarkan oleh ath-Thabrany dalam kitab al-Kabir (9/241) dari jalur Umar bin Dzar beliau berkata: Mujahid Telah memberikan Hadits kepadaku bahwa sesungguhnya Abdullah bin Mas’ud pernah mengutus unta pada seseorang lalu beliau berkata: “bagaimana yang harus aku lakukan?” beliau menjawab : “makanlah kamu dan teman-temanmu sepertiga, dan kirimlah kepada keluarga kami di pedalaman Arab sepertiga dan bersedekahlah sepertiga.” Selesai.

Dan telah dikeluarkan oleh Abu Thahir as-Silafy dalam kitab : ats-Tsany Wats-Tsalatsun Minal Masyikhatil Baghdadiyyah (Hal.8) sebagai berikut : “Abu Hushain telah memberikan hadits kepada kami, ia berkata Ahmad telah memberikan kami Khabar, ia berkata Abdul Quddus telah memberikan kami khabar, dari ‘Atha’ dan Mujahid , mereka berdua berkata : “Mereka (para Shahabat) berkata dalam perkara Aqiqah : Sepertiga untuk kaum miskin dan sepertiga untuk keluarga.”

Keterangan riwayat dari Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud di atas adalah dalil yang jelas untuk menetapkan format pembagian daging hewan kurban, dan ini sebagai jawaban atas sebagian pendapat yang mengatakan bahwa format sepertiga seperti dalam riwayat tersebut adalah format yang tidak berdasar, bagaimana bisa dikatakan tidak berdasar sementara Sanad periwayatannya jelas sampai kepada Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud, dan ucapan beliau berdua sah menjadi Hujjah selama tidak ada pihak lain dari kalangan Shahabat yang menentangnya, dan dalam hal ini tidak pertentangan sama sekali dari Shahabat yang lain, dan dari itulah kemudian difatwakan oleh Imam Ahmad. Wallahu A’lam.


[0] Tulisan ini diterjemahkan dan ditambahkan sesuai kebutuhan dari Web ini : Klik 

[1] al-Mughny (21/ 479) Sesuai dengan No. Maktabatusy Syamilah. 

[2] at-Tahjil 1/ 263. dan dibawah adalah redaksi asli dari yang telah diterjemah di atas:

أما أثر ابن عمر:
فأخرجه ابن حزم في “المحلى”: (7/270، 271-ط. المنيرية) مِنْ طَرِيقِ وَكِيعٍ عَنْ ابْنِ أَبِي رَوَّادٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: الضَّحَايَا وَالْهَدَايَا: ثُلُثٌ لِأَهْلِك، وَثُلُثٌ لَك، وَثُلُثٌ لِلْمَسَاكِينِ.
وإسناده حسن، عبد العزيز بن أبي روّاد تكلم فيه، وتكلم ابن حبان في روايته عن نافع، وحديثه يحمل على الاستقامة مالم يخالف.

وأما أثر ابن مسعود:

فأخرجه سعيد بن أبي عروبة في “كتاب المناسك”: (101) وعنه ابن أبي شيبة في “المصنف”: (4/1/152) ، ورواه الطبراني في “معجمه الكبير”: (9/342) ، والبيهقي في “الكبرى”: (5/240) وأبو يوسف في “الآثار”: (126) وابن حزم في “المحلى”: (7/270) عن إبراهيم عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ،: كَانَ يَبْعَثُ بِالْبُدْنِ مَعَ عَلْقَمَةَ، وَلَا يُمْسِكُ عَمَّا يُمْسِكُ عَنْهُ الْمُحْرِمُ، ثُمَّ يَأْمُرُهُ إِذَا بَلَغَتْ مَحِلَّهَا أَنْ يَتَصَدَّقَ ثُلُثًا، وَيَأْكُلَ ثُلُثًا، وَيَبْعَثَ إِلَى ابْنِ أَخِيهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ ثُلُثًا .
وإسناده صحيح.

وأخرجه الطبراني في “الكبير”: (9/241) من طريق عمر بن ذر حَدَّثَنِي مُجَاهِدٌ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ، بَعَثَ مَعَ رَجُلٍ بِبَدَنَةٍ، فَقَالَ: كَيْفَ أَصْنَعُ بِهَا؟ قَالَ:: «كُلْ أَنْتَ، وَأَصْحَابُكَ ثُلُثًا، وَابْعَثْ إِلَى أَعْرَابِنَا ثُلُثًا، وَتَصَدَّقْ بِثُلُثٍ» ] ا.هـ

وأخرج أبو طاهر السلفي في الثاني والثلاثون من المشيخة البغدادية (ص: 8) :
حَدَّثَنَا أَبُو حُصَيْنٍ نا أَحْمَدُ، نا عَبْدُ الْقُدُّوسِ، عَنْ عَطَاءٍ، وَمُجَاهِدٍ، قَالا: ” كَانُوا يَقُولُونَ فِي الْعَقِيقَةِ: ثُلُثٌ لِلْجِيرَانِ، وَثُلُثٌ لِلْمَسَاكِينِ، وَثُلُثٌ لأَهْلِ الْبَيْتِ “