Ingin Rumah di Surga? (Bag.III)

Teduh.Or.Id – Memiliki tempat di surga adalah cita-cita yang tentunya diniatkan oleh setiap muslim, betapa tidak demikian sedangkan memiliki rumah di atas bumi ini saja sangat begitu berarti maka tentunya memiliki rumah di negeri Akhirat jauh lebih berarti dan jauh lebih mendesak, jika di dunia seorang bisa memperoleh tempat tinggal dengan cara mengontrak atau menyewa, namun di Akhirat tidak.

Bagi pembaca yang hendak ingin membaca bagian pertama dari judul ini, maka kami persilahkan untuk aksesnya lewat sini (klik) dan untuk bagian kedua melalui ini (klik).

Amalan berikutnya yang berpahala rumah di surga adalah:

  • Meninggalkan perdebatan, kedustaan dan berakhlak yang baik.

ketiga amal perbuatan ini balasannya adalah rumah di surga, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عن أبى أمامة قال قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أنا زعيم ببيت فى ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا وببيت فى وسط الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحا وببيت فى أعلى الجنة لمن حسن خلقه

Artinya: Dari Abi Umamah beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: “Aku yang menjamin sebuah rumah di tepi surga untuk siapa saja yang meninggalkan al-Miraa’ (berdebat) walau pun dia yang benar, dan (aku yang menjamin) sebuah rumah di area tengah surga untuk siapa saja yang meninggalkan kedustaan walau pun dia bercanda, dan (aku yang menjamin) sebuah rumah di tempat paling tinggi di surga untuk siapa saja yang baik akhlaknya.” (Hadits riwayat Abu Dawud No. 4800.  [1/680.] Cet. Darussalam-Riyad.)

Mari kita menjauh dari perdebatan, menjauh dari berdusta walau pun bercanda, dan kita berusaha berakhlak yang bagus. Sebab orang yang mengamalkan ketiga hal ini telah dijamin oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendapatkan rumah di surga.

  • Beriman Kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Memeluk Islam, Berhijrah, dan berjihad di jalan Allah.

Amalan-amalan ini ganjaran pahalanya juga adalah rumah di surga, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

أنا زعيم والزعيم الحميل لمن آمن بي وأسلم وهاجر ببيت في ربض الجنة وببيت في وسط الجنة وأنا زعيم لمن آمن بي وأسلم وجاهد في سبيل الله ببيت في ربض الجنة وببيت في وسط الجنة وببيت في أعلى غرف الجنة من فعل ذلك فلم يدع للخير مطلبا ولا من الشر مهربا يموت حيث شاء أن يموت

Aku yang menjamin – dan Za’im adalah orng yang bertanggung jawab – rumah di tepi surga dan rumah di tengah surga untuk siapa saja yang beriman kepadaku dan memeluk islam dan berhijrah, dan aku yang menjamin untuk siapa saja yang beriman kepadaku dan memeluk islam dan berjihad di jalan Allah rumah di tepi surga dan rumah ditengah surga dan rumah di ruangan tertinggi di surga, maka siapa saja yang melakukan hal tersebut berarti dia tidak membiarkan lagi tempat pencarian untuk kebaikan dan ia tidak membiarkan tempat lolos untuk keburukan (maksudnya berarti ia telah melakukan amal yang sempurna sehingga tidak ada kebaikan yang luput darinya dan tidak ada keburukan yang ia lakukan.)  , dia akan mati kapan dan dimanapun yang ia kehendaki. (maksudnya Allah meridlainya sehingga kapan dan di mana pun ia akan mati sudah tidak ada yang perlu dikhawatiran) (HR: an-Nasa’i, No. 3135. [1/430.] Cet. Darussalam- Riyadl)

  • Menyempurnakan Shaf  Yang Kosong

Mengisi Shaf yang belum penuh adalah amal ibadah yang tidak semestinya diabaikan oleh seorang muslim, selain pahalanya rumah di surga juga dapat mengangkat derajat seorang, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

من سد فرجة بنى الله له بيتا في الجنة ورفعه بها درجة

Artinya: “Siapa saja yang menutup celah (Shaff dalam Shalat) Allah membangunkan untuknya rumah di surga dan Allah meninggikan derajatnya dengan sebab amalan tersebut.” (Keterangan riset hadits ini bisa ditelaah dalam kitab as-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah karya al-‘Allamah al-Albany Rahimahullah No. 1892. (4/515-516)

Demikianlah sebagian amal ibadah yang disebutkan di dalam beberapa hadits memiliki keutamaan pahala rumah di surga, semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan bersama.