Ibnul Qayyim Bicara Hukum Ucapan “Selamat Natal”

Teduh.Or.Id – Tahni’ah, yaitu memberikan ucapan selamat atau sukses atas perayaan Agama secara khusus yang ada dalam agama orang kafir seperti ucapan hari raya Natal atau Galungan, hukumnya haram.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم ، فيقول : عيد مبارك عليك ، أو تهنأ بهذا العيد ، ونحوه ، فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات ، وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب ، بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه

“Dan adapun menyampaikan tahni’ah untuk syiar-syiar kekafiran yang menjadi kekhususan dalam agama tersebut maka (hukumnya) haram dengan kesepakatan (ulama), seperti misalnya seorang mengucapkan selamat kepada mereka dengan hari raya-hari raya mereka dan puasa-puasa mereka, sehingga ia berkata, “hari raya yang diberkati atasmu,” atau ia memberikan selamat atas hari raya itu sendiri, dan yang semisalnya, maka (perbuatan) ini – jika pun orang yang mengucapkannya selamat dari kekafiran – namun itu tetap adalah bagian dari perbuatan yang diharamkan. Ungkapan itu sama posisinya seperti ia memberikan selamat dengan sujud kepada salib, bahkan hal itu lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dibenci dari pada mengucapkan selamat dengan minuman khamr, membunuh jiwa, berzina dan semisalnya.”[1]

Seorang muslim hendaknya tidak bermudah-mudah mengambil pendapat atau fatwa dalam hal ini, sehingga kemudian ia mengikuti sembarang tokoh dalam masalah ini, sesungguhnya agama itu adalah darah daging seorang yang beriman.


[1] Ahkam Ahlidz-dzimmah (1/441)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.