Hukum Praktik Dukun Peramal

Perkara: Bagaimanakah hukum profesi dukun peramal ? mengingat hal ini banyak dilakukan dan memiliki banyak peminat

Jawab : Bismillah Walhamdulillah 

Peramal dalam bahasa arabnya adalah Al-Kahin , dan hakikatnya adalah orang yang menyingkap apa yang akan terjadi di masa depan di bumi dengan bersandar pada bantuan jin, lalu memberitakannya kepada orang-orang.

Al-Hafizh Ibnu Hajar – rahimahullah – berkata ;

ادعاء علم الغيب كالإخبار بما سيقع في الأرض مع الاستناد إلى سبب والأصل فيه استراق الجنى السمع من كلام الملائكة فيلقيه في أذن الكاهن

“Mengklaim pengetahuan perkara ghaib seperti memberitakan apa-apa yang akan terjadi di bumi yang disandarkan kepada suatu sebab, dan asal mulanya adalah jin mencuri dengar dari perkataan Malaikat lalu ia campakkan ke telinga-telinga Al-Kahin.” (Fathulbari 10/216)

Meramal hukumnya kufur yang dapat menjadikan seorang keluar dari Islam, karena Nabi – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – bersabda;

من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه فيما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم

“Siapa saja yang mendatangi ‘Arraf (orang pintar) atau peramal (Kahin), lalu ia mempercayai apa yang ia katakan (ramalkan) maka ia telah kafir dengan apa yang telah diturunkan atas Muhammad – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -. ”  (Hadits Riwayat Al-Hakim No.15  1/47)

Jika hukum mendatangi dan mempercayai ramalan saja adalah kekufuran, lalu bagaimana dengan yang meramalnya!?.

Alasan lainnya adalah karena peramal telah mendustai ketetapan yang telah termaktub dalam Al-Qur’an, di mana tidak ada makhluk yang dapat mengetahui perkara ghaib masa depan kecuali Allah, Allah berfirman

قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗوَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” (Al-Naml 65)

Dari itu uang yang diterima oleh para peramal dari hasil profesinya sebagai dukun ramal adalah haram , dalam hadits disebutkan;

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن ثمن الكلب ومهر البغي وحلوان الكاهن

“Sesungguhnya Rasulallah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – telah melarang harga upah dari penjualan anjing, dan mahar pelacur, dan upah peramal.” (Hadist Riwayat Al-Bukhariy).

’Musa Abu ‘Affaf, BA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.